5 Hal yang Bisa Kamu Kurangi agar Hidup Terasa Lebih Ringan
Kadang, hidup terasa melelahkan bukan karena terlalu banyak hal yang harus dilakukan, tapi karena terlalu banyak hal yang terus kamu bawa dalam pikiran. Kamu memikirkan pendapat orang lain, merasa harus selalu tersedia, memaksakan diri menyelesaikan semuanya, atau mempertahankan sesuatu yang sebenarnya sudah tidak membuatmu nyaman. Tanpa sadar, energi habis untuk hal-hal yang sebenarnya bisa dikurangi.
Membuat hidup terasa lebih ringan juga tidak selalu berarti menambah rutinitas baru. Justru, kamu bisa mulai dengan mengurangi beberapa hal yang tidak lagi perlu mendapatkan begitu banyak ruang. Bukan berarti menjadi cuek atau berhenti bertanggung jawab, tapi belajar memilih apa yang memang penting untuk kamu pertahankan.
Berikut 5 hal yang bisa kamu kurangi agar hidup terasa lebih ringan.
1. Kurangi Kebiasaan Membandingkan Diri
Melihat pencapaian orang lain memang mudah membuatmu bertanya apakah hidupmu sudah cukup baik. Masalahnya, terlalu sering membandingkan diri bisa membuat kamu terus merasa tertinggal, bahkan ketika sebenarnya sudah mengalami banyak kemajuan. Cobalah mengurangi waktu melihat sesuatu yang membuatmu terus mempertanyakan diri sendiri. Daripada bertanya mengapa hidup orang lain terlihat lebih baik, kamu bisa mengembalikan perhatian pada hal-hal yang sedang kamu bangun dalam hidupmu sendiri.
2. Kurangi Keinginan untuk Selalu Menyenangkan Semua Orang
Kamu tidak mungkin membuat semua orang selalu puas dengan pilihanmu. Ketika terlalu sering mengatakan iya hanya karena takut mengecewakan orang lain, kebutuhanmu sendiri bisa terus berada di urutan terakhir. Mulailah membedakan antara membantu karena memang ingin dan membantu karena merasa tidak enak menolak. Mengatakan tidak pada sesuatu yang memang tidak sanggup kamu lakukan bukan berarti kamu menjadi orang yang tidak peduli. Kamu hanya sedang memberi batas pada energi yang kamu miliki.
3. Kurangi Barang dan Aktivitas yang Tidak Lagi Dibutuhkan
Rumah, jadwal, bahkan ponsel bisa terasa penuh ketika terlalu banyak hal yang tidak lagi memberikan manfaat tapi tetap kamu pertahankan. Coba periksa barang yang jarang digunakan, aplikasi yang tidak pernah dibuka, atau aktivitas yang hanya dilakukan karena kebiasaan. Mengurangi hal-hal tersebut dapat membuat ruang fisik dan waktu terasa lebih lega. Kamu tidak harus melakukan decluttering besar-besaran. Satu laci atau satu aplikasi yang dihapus pun sudah menjadi awal.
4. Kurangi Kebiasaan Mengkritik Diri Sendiri
Kamu mungkin terbiasa berbicara kepada diri sendiri dengan cara yang tidak akan pernah kamu gunakan kepada orang yang kamu sayangi. Kesalahan kecil langsung dianggap sebagai bukti bahwa kamu tidak cukup baik. Padahal, belajar memperlakukan diri dengan lebih lembut dapat menjadi bagian dari menjaga kesejahteraan. Studi dalam Applied Psychology: Health and Well-Being menemukan bahwa self-compassion berkaitan dengan kesejahteraan psikologis yang lebih baik. Jadi, ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, cobalah mengganti “aku memang selalu gagal” dengan “aku sedang belajar dan kali ini belum berhasil”.
5. Kurangi Kebutuhan untuk Mengontrol Semua Hal
Ada banyak hal dalam hidup yang memang tidak bisa kamu kendalikan, termasuk pendapat orang lain, keputusan orang lain, dan apa yang mungkin terjadi di masa depan. Terlalu banyak energi yang digunakan untuk memikirkan hal-hal tersebut hanya membuat pikiran semakin penuh. Bukan berarti kamu harus berhenti membuat rencana, tapi kamu bisa membedakan mana yang berada dalam kendalimu dan mana yang tidak. Setelah itu, arahkan energi pada sesuatu yang memang bisa kamu lakukan hari ini.
Itulah 5 hal yang bisa kamu kurangi agar hidup terasa lebih ringan yang sebenarnya bukan tentang mengurangi sebanyak mungkin hal dari kehidupanmu. Justru, kamu sedang belajar memberi ruang lebih besar untuk hal-hal yang benar-benar penting.
Kamu tidak harus langsung mengubah semuanya. Pilih satu hal yang paling sering menguras energimu, lalu mulai kurangi perlahan. Bisa kebiasaan membandingkan diri, terlalu sering berkata iya, atau bahkan tuntutan untuk selalu melakukan semuanya dengan sempurna. Terkadang, hidup terasa lebih ringan bukan karena kamu mendapatkan lebih banyak, tapi karena kamu akhirnya berani melepaskan sebagian yang tidak perlu lagi kamu bawa.