Ketahui Penyebab Telat Menstruasi Selain Hamil
Menstruasi merupakan peristiwa fisiologis yang terjadi pada wanita setiap bulannya. Secara umum, siklus menstruasi terjadi pada rentang waktu 21 - 35 hari, dengan lama perdarahan selama 2 - 7 hari.
Namun, ada momen di mana siklus menstruasi cenderung datang terlambat atau tidak datang sama sekali, khususnya dikarenakan oleh wanita yang hamil. Di sisi lain, beberapa wanita mungkin belum menyadari bahwa sebenarnya ada juga penyebab-penyebab lainnya yang membuat kamu mungkin mengalami menstruasi lebih terlambat dari jadwal seharusnya.
Cosmo Babes, Ketahui Penyebab Telat Menstruasi Selain Hamil!

Turns out, hamil bukan satu-satunya penyebab telat menstruasi, Babes. Berikut ini Cosmo telah merangkum apa saja penyebab telat menstruasi yang perlu kamu ketahui. Check this out!
Usia
Ada dua periode di mana siklus menstruasi tidak teratur adalah hal yang normal: selama beberapa tahun pertama setelah menstruasi pertama dan saat kamu mendekati menopause.
Beberapa tahun pertama menstruasi bisa seperti naik roller coaster, normal bagi sebagian remaja untuk mengalami periode menstruasi tidak teratur selama enam tahun atau lebih. Tetapi begitu tubuhmu terbiasa dengan pola menstruasi yang dapat dikenali, semuanya akan berjalan lancar selama 35 tahun atau lebih berikutnya, mungkin hanya terganggu oleh kehamilan.
Pada suatu titik, biasanya antara usia 45 dan 55 tahun, tubuh wanita mulai mengalami transisi menuju menopause yang dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur atau terlambat, Babes.
Stres
Turns out, stres juga menjadi salah satu faktor penyebab menstruasi jadi terlambat, Dear. FYI, stres bisa mengubah cara kita tidur, apa yang kita konsumsi, serta bagaimana kita 'berfungsi' pada aktivitas sehari-hari.
Selain itu, stres juga bisa 'menunda' siklus menstruasi kamu. Riset menunjukkan bahwa persepsi diri sebagai orang yang sangat stres memiliki efek langsung pada siklus menstruasi pada orang berusia 20 hingga 40 tahun.
Jika kamu mengalami stres terus-menerus (stres kronis), menstruasi kamu mungkin akan berhenti sama sekali. Tubuh yang stres menghasilkan lebih banyak hormon kortisol, yang dapat memengaruhi bagian otak yang mengatur menstruasi (hipotalamus).
Ketika menstruasi berhenti karena hipotalamus tidak berfungsi dengan baik, hal itu disebut amenore hipotalamik.
Berat badan
Berat badan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat memengaruhi siklus menstruasi. Berat badan yang rendah atau terlalu sedikit dapat memengaruhi siklus menstruasi. Hal ini dapat menghentikan ovulasi atau membuat siklus menstruasi tidak teratur.
Jika kamu tidak mendapatkan nutrisi yang tepat atau tubuhmu tidak dapat menyerapnya, kamu tidak bosa memproduksi hormon untuk mengatur siklus menstruasi. Selain itu, jika kamu menurunkan berat badan terlalu cepat, menstruasi dapat berhenti sepenuhnya.
Kelebihan berat badan juga dapat memengaruhi siklus menstruasi. Indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi dan kegemukan dapat menyebabkan perubahan kadar hormon, khususnya estrogen dan progesteron yang mengganggu siklus menstruasi.
Masalah tiroid
Kelenjar tiroid memproduksi hormon untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan. Namun, kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) atau kurang aktif (hipotiroidisme) tiroid dapat menyebabkan gangguan menstruasi, termasuk amenore.
Kelenjar tiroid juga mengatur metabolisme, yaitu energi yang diperoleh tubuh dari makanan. Jika tidak berfungsi dengan benar, kamu mungkin mengalami penurunan atau peningkatan berat badan yang juga dapat memengaruhi menstruasi, Girls.
Penyakit kronis
Selain gangguan tiroid, penyakit kronis lainnya juga bisa memengaruhi menstruasi termasuk diabetes, penyakit celiac, hingga penyakit radang panggul. Meskipun penyakit itu sendiri tidak mengganggu menstruasi, pengobatan dapat menyebabkan masalah.
Jika kamu merasa keterlambatan menstruasi yang dialami tidak normal, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Stay healthy, Babes!