Glenn Martens Tutup Era Perjalanannya dengan Diesel Lewat Koleksi yang Seksi dan Motif Ilusi Optik

Rayoga Akbar ● 25 Sep 2026

Koleksi Diesel Spring/Summer 2027 menandai momen perpisahan Diesel dengan Glenn Martens. Selama enam tahun menjabat sebagai creative director, desainer asal Belgia tersebut sukses mentransformasi label ini sekaligus membuktikan bahwa spesialis denim bisa mengeksplorasi estetika jauh lebih luas. Di tangannya, Diesel juga menjadi salah satu barometer label dengan tampilan paling seksi setiap musimnya. And this collection is no exception.

Koleksi Terakhir Diesel Era Glenn Martens

Diesel

“Chaos” dan “sensuality” menjadi dua kata yang dipilih Diesel untuk mendeskripsikan koleksi terakhir Glenn Martens. Sekilas, memang tak terdengar terlalu berbeda dari apa yang selama ini ia lakukan untuk label tersebut. Namun, justru di koleksi finalnya ini Martens kembali menunjukkan bagaimana dua elemen tersebut bisa diterjemahkan ke dalam denim, tailoring, hingga material transparan.

Potongan eksperimental, motif trompe l’oeil atau ilusi optik, serta permainan material menjadi cara Martens menciptakan tampilan yang terasa sensual sekaligus sedikit chaotic. Okay, that sounds sexily chaotic!

Diesel

Denim, tentu saja, tetap menjadi pusat perhatian. Kali ini, Martens menghadirkannya dalam rona pudar bergaya vintage dan mengolahnya menjadi berbagai macam busana. Celana high-waisted mempertegas nuansa klasik, sementara jaket denim dengan detail rajut pada kerah menciptakan ilusi seolah terdiri dari dua busana berbeda. Pendekatan trompe l’oeil yang sama juga terlihat pada mantel denim dengan gambar menyerupai rompi shearling.

Bahkan ketika dibuat glossy melalui teknik coating, denim tetap terasa seperti denim—hanya saja dalam versi yang lebih sensual dan modern. Vintage with a modern twist! Bagi Martens, material ini juga menjadi medium untuk mendefinisikan ulang motif bunga yang biasanya identik dengan romantisme menjadi sesuatu yang lebih seksi dan edgy. Untaian bunga dari denim hadir menghiasi T-shirt hingga dress, membuat floral motif terasa jauh dari kesan manis.

Diesel

Eksplorasi tersebut terasa seperti rangkuman kecil dari apa yang selama ini dilakukan Martens di Diesel: mengambil elemen yang sudah familiar, kemudian mengubah cara kita melihatnya.

Namun, fashion show ini tidak berhenti pada pakaian. Glenn Martens dikenal sebagai desainer konseptual yang membangun narasi koleksinya melalui berbagai elemen, termasuk runway dan stage act. Pada fashion show kali ini, kelompok tari LA Horde diam-diam duduk di antara bangku penonton sebelum mulai berinteraksi secara provokatif. Martens ingin menghadirkan pengalaman imersif, membuat para tamu undangan seolah sedang berada di sebuah nightclub. 

Diesel

Dan selayaknya pesta perpisahan, ada pula momen emosional yang menyertainya. Martens mendaulat model Ella Snyder untuk tampil menutup fashion show ini. Pilihan tersebut terasa personal karena Snyder sebelumnya membuka fashion show koleksi perdana Martens untuk Diesel pada 2021.

Glenn Martens mungkin telah meninggalkan Diesel, tetapi jejaknya di label ini menunjukkan satu hal: denim tidak harus berhenti pada fungsi atau tradisi. Di tangannya, denim bisa menjadi medium untuk bereksperimen, menjadi seksi, chaotic, dan merayakan individualitas.

Though he’s no longer at Diesel, the story doesn’t end here. Glenn Martens masih melanjutkan perannya sebagai creative director Maison Margiela.