Cara Menghilangkan Minyak Di Wajah Pria
Sedikit kilau pada wajah memang bisa membuat kulit terlihat sehat. Namun, ketika dahi mulai terasa licin saat siang hari, hidung terlihat semakin berminyak, dan pori-pori tampak lebih besar dari biasanya, kulit berminyak bisa terasa cukup mengganggu.
Kabar baiknya, kamu tidak perlu “berperang” melawan kulit sendiri atau mencuci wajah setiap kali mulai terlihat mengilap. Produksi sebum memang tidak bisa dihentikan sepenuhnya, tetapi kamu bisa mengontrol minyak berlebih dengan rutinitas perawatan kulit yang tetap menjaga kesehatan kulit.
Mulai dari memilih pembersih wajah yang tepat hingga mengetahui bahan skincare yang layak dicoba. Berikut, Cosmo bagikan cara menghilangkan minyak di wajah pria.
1. Mulai dengan Pembersih Wajah yang Lembut
Jika kamu biasanya langsung memilih pembersih wajah yang paling kuat untuk mengatasi minyak, coba pikirkan lagi. Membersihkan wajah terlalu agresif dapat membuat kulit terasa kencang dan kehilangan kelembapannya.
American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan mencuci wajah hingga dua kali sehari dan setelah berkeringat, menggunakan pembersih yang lembut, tidak abrasif, serta air bersuhu suam-suam kuku.
Untuk kulit berminyak, pembersih wajah berbusa yang lembut bisa menjadi pilihan. Jika kamu baru selesai berolahraga, cuci wajah setelahnya agar keringat dan minyak tidak terlalu lama menempel di kulit. Setelah mencuci wajah, kulit seharusnya terasa bersih dan segar, bukan terasa sangat kencang atau perih.
2. Coba Salicylic Acid untuk Pori-Pori yang Tersumbat
Jika kulit berminyak juga disertai komedo, whiteheads, atau jerawat yang sesekali muncul, salicylic acid bisa menjadi salah satu bahan yang patut dipertimbangkan.
Salicylic acid merupakan beta-hydroxy acid (BHA) yang membantu mengeksfoliasi kulit dan membersihkan penumpukan di dalam pori-pori. Karena itu, bahan ini banyak digunakan untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat. Konsensus dermatolog pada 2025 juga mengidentifikasi salicylic acid sebagai salah satu bahan yang umum direkomendasikan untuk kulit berminyak.
Kamu bisa menemukannya dalam berbagai produk, mulai dari sabun cuci muka hingga produk perawatan yang digunakan setelah mencuci wajah. Jika baru menggunakannya, mulailah secara bertahap daripada langsung mengombinasikannya dengan banyak produk eksfoliasi lainnya.
Perlu diketahui, menggunakan lebih banyak bukan berarti hasilnya akan lebih baik. Jika kulit mulai terasa perih, mengelupas, atau jauh lebih kering, kurangi frekuensi penggunaannya.
3. Jangan Lewatkan Pelembap
Meskipun kulitmu tipe yang berminyak, melewatkan pelembap mungkin terdengar masuk akal, tetapi kulit berminyak tetap membutuhkan hidrasi. Kuncinya adalah memilih pelembap dengan tekstur ringan yang tidak membuat wajah terasa semakin berminyak.
Cari produk dengan label oil-free atau non-comedogenic, terutama jika kamu tidak menyukai sensasi pelembap yang terasa berat. Pelembap dengan tekstur gel atau lotion ringan juga bisa terasa lebih nyaman untuk kulit berminyak.
4. Masukkan Niacinamide dalam Rutinitasmu
Jika kamu sering melihat niacinamide saat mencari produk skincare, ada alasan mengapa bahan ini begitu populer. Niacinamide, atau vitamin B3, digunakan dalam produk skincare karena memiliki manfaat untuk membantu menjaga skin barrier dan meredakan peradangan.
Sebuah tinjauan pada 2024 terhadap bukti klinis juga membahas penggunaannya untuk berbagai kondisi kulit, termasuk jerawat. Bahan ini juga mudah dimasukkan ke dalam rutinitas. Kamu bisa menemukannya dalam serum, pelembap, bahkan pembersih wajah.
Babes, tidak perlu langsung mencari produk dengan konsentrasi paling tinggi. Produk dengan formulasi yang baik dan sesuai dengan kondisi kulit bisa menjadi pilihan yang cukup.
5. Pertimbangkan Retinoid Jika Kulit Rentan Berjerawat
Terkadang, kulit berminyak datang bersama masalah lain. Jika kamu juga sering mengalami jerawat atau pori-pori tersumbat, retinoid bisa menjadi bahan yang dapat dipertimbangkan bersama dokter kulit.
Retinoid membantu mengatur pergantian sel kulit dan banyak digunakan dalam perawatan jerawat. Konsensus dermatolog pada 2025 juga memasukkan retinoid sebagai salah satu bahan yang digunakan untuk membantu mengatasi kulit berminyak dan masalah jerawat.
Namun, retinoid bukan jenis bahan yang bisa langsung memberikan hasil dalam semalam. Pada awal penggunaan, bahan ini dapat menyebabkan kulit kering atau iritasi, sehingga sebaiknya digunakan secara bertahap.
Ingat, jangan langsung menggunakan retinoid bersamaan dengan semua bahan aktif yang ada di rak skincare. Mulailah perlahan dan berikan waktu bagi kulit untuk beradaptasi.
6. Gunakan Blotting Paper Saat Wajah Mulai Berminyak
Terkadang, kamu tidak membutuhkan langkah skincare tambahan. Kamu hanya perlu melewati siang hari tanpa dahi terlihat seperti baru saja diolesi minyak.
Di sinilah blotting paper bisa membantu. Daripada mencuci wajah lagi, tempelkan blotting paper dengan lembut pada area yang berminyak selama beberapa detik. Cukup ditepuk atau ditekan perlahan, jangan digosok. Menggosok wajah dapat menyebabkan iritasi dan tidak akan membuat minyak hilang lebih cepat.
AAD juga merekomendasikan cara sederhana ini untuk membantu mengurangi minyak berlebih sepanjang hari. Blotting paper praktis untuk disimpan di tas kerja, tas olahraga, atau laci meja.
7. Jadikan “Non-Comedogenic” sebagai Label yang Perlu Dicari
Saat membeli skincare, jangan hanya memperhatikan bagian depan kemasan. Periksa juga apakah produk memiliki label "non-comedogenic", “tidak akan menyumbat pori-pori”, atau “bebas minyak.”
Formula dengan label tersebut dirancang dengan mempertimbangkan risiko penyumbatan pori-pori dan bisa sangat membantu jika kulit berminyak dan mudah berjerawat.
Meski begitu, kondisi kulit setiap orang berbeda. Label non-comedogenic bukan jaminan bahwa suatu produk pasti cocok untuk semua orang atau kulitmu tidak akan mengalami reaksi tertentu.
8. Jangan Lupakan Sunscreen
Kulit berminyak bukan alasan untuk melewatkan sunscreen.
Justru, sunscreen seharusnya menjadi langkah terakhir dalam rutinitas skincare pagi. AAD merekomendasikan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih, perlindungan spektrum luas, dan tahan air. Untuk kulit berminyak atau rentan berjerawat, pilih formula yang non-comedogenic.
Jika kamu sering melewatkan sunscreen karena teksturnya terasa terlalu berminyak, coba cari formula dengan tekstur ringan, seperti gel atau cair, atau hasil akhir matte.
Jangan mengorbankan perlindungan dari sinar matahari hanya karena sunscreen terasa sedikit lebih berat. Cari tekstur yang nyaman sehingga kamu benar-benar ingin menggunakannya setiap pagi.
9. Jangan Menggosok Wajah Seolah Sedang Membersihkan Meja Dapur
Kulit berminyak memang bisa membuatmu ingin menggosok wajah lebih keras. Namun, tahan keinginan tersebut.
Menggosok wajah dengan kasar dan membersihkan wajah terlalu agresif dapat menyebabkan iritasi tanpa benar-benar mengatasi masalah minyak. Dermatolog merekomendasikan penggunaan ujung jari dan menghindari menggosok wajah terlalu keras saat mencuci muka.
Hal yang sama berlaku untuk penggunaan produk berbahan alkohol yang terlalu keras hanya karena wajah terasa berminyak.
Jika sebuah produk membuat kulit terasa sangat kencang setelah digunakan, itu bukan berarti produk tersebut sedang “bekerja” dengan lebih baik.
10. Perhatikan Rambut dan Produk Penata Rambut
Rutinitas skincare bukan satu-satunya hal yang bisa memengaruhi kondisi kulit di wajah.
Jika rambutmu berminyak atau kamu sering menggunakan pomade, wax, hair oil, atau produk penata rambut lainnya, sebagian residunya bisa berpindah ke area garis rambut dan dahi. AAD merekomendasikan menjaga rambut tetap bersih dan tidak membiarkannya terlalu sering menyentuh wajah jika kamu rentan mengalami jerawat di area tersebut.
Perubahan kecil ini mungkin terdengar sepele. Namun, jika jerawat atau bruntusanmu lebih sering muncul di sekitar garis rambut, hal ini layak diperhatikan.
11. Cuci Wajah Setelah Berolahraga
Bagi kamu yang rutin berolahraga, langkah ini cukup mudah terlewatkan. Keringat bukan berarti selalu menjadi penyebab masalah kulit. Namun, membiarkan keringat, minyak, dan kotoran terlalu lama menempel di wajah bukan pilihan ideal, terutama jika kulitmu mudah berjerawat.
AAD merekomendasikan mencuci wajah setelah berkeringat banyak. Simpan pembersih wajah yang lembut di dalam tas olahraga jika kamu biasanya langsung pergi dari gym ke kantor atau tempat lain.
12. Jangan Terlalu Sering Menyentuh Wajah
Coba pikirkan, seberapa sering tanganmu menyentuh dahi, dagu, atau pipi sepanjang hari? Sekarang bayangkan semua benda yang sudah kamu sentuh sebelumnya.
Menyentuh wajah dapat memindahkan minyak, kotoran, dan berbagai residu dari tangan ke kulit. Jika sedang berjerawat, memencet atau mengorek jerawat juga dapat meningkatkan peradangan dan risiko munculnya bekas jerawat atau bahkan jaringan parut.
Jika ingin menyentuh atau memencet jerawat, lebih baik menjauh dari cermin dan biarkan kulit tetap tenang.