7 Penyebab Telinga Berdenging Sebelah Kanan
Mendengar suara berdenging di telinga kanan, padahal tidak ada sumber suara dari luar, dapat dikenal sebagai tinnitus. Tinnitus dapat terdengar seperti denging, dengung, desis, suara berdecit, atau suara seperti aliran air. Kondisi ini bisa terjadi pada satu telinga, kedua telinga, atau terasa seperti berasal dari dalam kepala.
Meski tinnitus sering kali tidak berkaitan dengan kondisi serius, denging yang terus-menerus hanya terjadi pada satu telinga sebaiknya diperiksakan ke dokter, terutama jika disertai gangguan pendengaran, pusing, atau gejala lainnya. Berikut, Cosmo bagikan beberapa kemungkinan penyebab telinga kanan berdenging.
1. Terlalu Sering Terpapar Suara Keras
Salah satu faktor yang paling umum berkaitan dengan tinnitus adalah paparan suara keras. Konser, lingkungan kerja yang bising, penggunaan earphone dengan volume tinggi, mesin, atau suara keras lainnya dapat merusak bagian sensitif di telinga bagian dalam.
Gangguan pendengaran akibat paparan suara keras dapat terjadi pada satu atau kedua telinga dan sering kali disertai tinnitus. Denging setelah terpapar suara keras terkadang dapat mereda, tetapi paparan yang berulang atau sangat intens dapat menyebabkan kerusakan yang lebih menetap.
2. Gangguan Pendengaran
Tinnitus memiliki hubungan yang erat dengan gangguan pendengaran. Perubahan atau kerusakan pada sistem pendengaran dapat memengaruhi sinyal yang dikirim antara telinga bagian dalam dan otak, sehingga seseorang dapat mendengar suara yang sebenarnya tidak berasal dari sumber eksternal.
Jika gangguan pendengaran lebih banyak terjadi pada telinga kanan, tinnitus juga bisa terasa terutama di sisi tersebut. Gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pertambahan usia, paparan suara keras dalam waktu lama, maupun gangguan tertentu yang memengaruhi telinga.
3. Penumpukan Kotoran Telinga
Penumpukan kotoran telinga dapat menyumbat saluran telinga dan mengganggu pendengaran. Kondisi ini juga dapat menyebabkan tinnitus, termasuk suara berdenging atau berdengung. Gejala lainnya dapat berupa telinga terasa tersumbat atau penuh, kemampuan mendengar berkurang, sakit telinga, hingga pusing.
Jika sumbatan terutama terjadi pada telinga kanan, denging juga bisa lebih terasa di sisi tersebut.
Hindari memasukkan cotton bud atau benda lain terlalu dalam ke dalam telinga. Kebiasaan ini dapat mendorong kotoran semakin jauh ke dalam atau bahkan melukai saluran telinga.
4. Infeksi atau Cairan di Dalam Telinga
Infeksi telinga atau adanya cairan yang menyumbat saluran telinga juga dapat memicu tinnitus. Bergantung pada penyebabnya, seseorang mungkin mengalami sakit telinga, rasa tertekan atau penuh di telinga, gatal, keluarnya cairan, demam, atau perubahan pada kemampuan mendengar.
Jika infeksi atau sumbatan terjadi pada telinga kanan, suara berdenging juga dapat terasa terutama di telinga tersebut.5. Efek Samping Obat Tertentu
Beberapa jenis obat dapat menyebabkan atau memperburuk tinnitus, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tertentu. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) mencatat beberapa kelompok obat yang berkaitan dengan tinnitus, termasuk:
- Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin
- Beberapa jenis antibiotik
- Obat untuk pengobatan kanker
- Obat antimalaria
- Beberapa jenis antidepresan
Jika telinga mulai berdenging setelah mengonsumsi obat baru atau setelah terjadi perubahan dosis, konsultasikan dengan dokter. Jangan menghentikan penggunaan obat yang diresepkan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
6. Masalah pada Rahang
Sendi temporomandibular atau TMJ merupakan sendi yang berada di dekat telinga. Kebiasaan mengatupkan rahang, menggeretakkan gigi, atau masalah pada sendi rahang dapat memengaruhi jaringan di sekitar telinga dan menyebabkan atau memperburuk tinnitus.
Denging yang berkaitan dengan masalah rahang terkadang dapat berubah ketika Mama menggerakkan rahang, mengatupkan gigi, atau menyentuh area tertentu di sekitar wajah dan leher.
7. Gangguan pada Telinga Bagian Dalam atau Kondisi Medis Lainnya
Beberapa kondisi yang lebih jarang juga dapat menyebabkan tinnitus. Salah satunya adalah penyakit Ménière, yang dapat menyebabkan tinnitus disertai gangguan pendengaran dan masalah keseimbangan.
Tinnitus juga dapat berkaitan dengan gangguan pada pembuluh darah, sistem saraf, maupun kondisi medis lainnya.
Salah satu penyebab tinnitus pada satu telinga yang jarang terjadi adalah vestibular schwannoma, yaitu tumor jinak yang tumbuh pada saraf yang menghubungkan telinga bagian dalam dengan otak. Kondisi ini tergolong jarang, tetapi tinnitus yang terus-menerus terjadi pada satu telinga tetap perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.