7 Penyebab Ubanan di Usia Muda
Menemukan uban pertama bisa terasa seperti salah satu tanda bertambahnya usia. Namun, ketika helai-helai rambut putih mulai muncul lebih cepat dari yang diperkirakan, wajar jika kamu bertanya-tanya apa penyebabnya.
Meskipun rambut beruban merupakan bagian alami dari proses penuaan, uban yang muncul di usia muda dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari faktor genetik hingga kekurangan nutrisi dan gaya hidup. Rambut kehilangan warnanya ketika folikel rambut memproduksi lebih sedikit melanin, yaitu pigmen yang memberikan warna alami pada rambut.
Lantas, mengapa rambut bisa beruban lebih cepat dari orang lain? Berikut, Cosmo bagikan 7 faktor yang bisa membuat rambut cepat beruban.
1. Faktor Genetik Bisa Berperan Besar
Terkadang, kamu bisa menyalahkan faktor keturunan. Genetik merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi kapan rambut seseorang mulai beruban. Jika orang tua atau kakek-nenekmu mengalami uban di usia muda, kemungkinan kamu mengalaminya lebih awal juga bisa lebih besar.
Sebuah penelitian menemukan adanya hubungan yang signifikan antara uban di usia muda dan riwayat keluarga yang mengalami uban lebih awal, termasuk pada orang tua, kakek-nenek, dan saudara kandung. Dengan kata lain, jika uban di usia muda memang banyak terjadi dalam keluargamu, ada kemungkinan faktor genetik turut berperan. Gen dapat memengaruhi berapa lama sel penghasil pigmen pada folikel rambut tetap bekerja.
2. Stres Oksidatif Dapat Memengaruhi Pigmen Rambut
Istilah "stres oksidatif" mungkin terdengar cukup ilmiah, tetapi kondisi ini bisa berperan dalam perubahan yang terjadi pada rambut seiring waktu. Folikel rambut secara alami menghasilkan molekul yang disebut reactive oxygen species (ROS) sebagai bagian dari proses normal di dalam sel.
Dalam kondisi normal, sistem antioksidan tubuh membantu menjaga keseimbangannya. Namun, ketika jumlah molekul tersebut tidak seimbang dengan kemampuan tubuh untuk mengendalikannya, dapat terjadi stres oksidatif.
Para peneliti menduga kondisi ini dapat memengaruhi melanosit, yaitu sel yang bertanggung jawab menghasilkan melanin di dalam folikel rambut. Kerusakan atau berkurangnya sel penghasil pigmen tersebut dapat berkontribusi terhadap hilangnya warna rambut.
Meski begitu, stres oksidatif bukan berarti menjadi satu-satunya penyebab uban. Kondisi ini diperkirakan hanya menjadi salah satu bagian dari proses biologis yang lebih kompleks.
3. Kebiasaan Merokok Bisa Berkaitan dengan Uban Lebih Cepat
Ini bisa menjadi alasan lain untuk mempertimbangkan kembali kebiasaan merokok. Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara merokok dan munculnya uban di usia muda. Sebuah tinjauan sistematis terhadap 32 penelitian mengenai kebiasaan merokok dan kesehatan rambut menemukan bahwa uban di usia muda lebih banyak ditemukan pada perokok dibandingkan bukan perokok.
Penelitian observasional lainnya juga menemukan bahwa perokok lebih mungkin mengalami uban di usia muda dan cenderung mengalami uban lebih awal dibandingkan orang yang tidak merokok.
Hubungan ini kemungkinan sebagian berkaitan dengan stres oksidatif, karena asap rokok mengandung zat yang dapat berkontribusi terhadap kerusakan akibat oksidasi di dalam tubuh. Namun, adanya hubungan tidak berarti bahwa merokok menjadi penyebab uban pada setiap orang yang merokok. Faktor genetik dan faktor lainnya tetap dapat berperan.
4. Tubuh Mungkin Kekurangan Nutrisi Tertentu
Kondisi rambut tidak terlepas dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Asupan makanan dan kecukupan nutrisi juga dapat berperan.
Penelitian menemukan hubungan antara uban di usia muda dan kekurangan beberapa vitamin serta mineral, terutama vitamin B12, asam folat, dan biotin, serta rendahnya kadar kalsium dan feritin.
Kekurangan zat besi juga ditemukan berkaitan dengan uban di usia muda dalam beberapa penelitian observasional. Namun, ada satu hal penting yang perlu diingat memiliki uban tidak otomatis berarti tubuhmu kekurangan nutrisi tertentu.
Jika uban mulai muncul di usia muda dan kamu juga memiliki kekhawatiran mengenai pola makan atau kondisi kesehatan, dokter dapat menentukan apakah pemeriksaan untuk mengetahui kekurangan nutrisi diperlukan.
5. Stres yang Berkepanjangan Mungkin Turut Berperan
Kamu mungkin sering mendengar ungkapan bahwa stres bisa membuat rambut cepat beruban. Ternyata, ada penelitian yang mendukung kemungkinan tersebut.
Penelitian menunjukkan bahwa stres dapat memengaruhi sel penghasil pigmen di dalam folikel rambut. Salah satu mekanisme yang diteliti berkaitan dengan respons tubuh terhadap stres dan pelepasan hormon norepinefrin, yang dapat memengaruhi sel induk melanosit di dalam folikel rambut.
Namun, bukan berarti satu minggu yang penuh tekanan akan langsung membuat rambut dipenuhi uban. Para peneliti masih mempelajari bagaimana stres berkepanjangan dan respons biologis tubuh terhadapnya dapat berkontribusi terhadap hilangnya pigmen rambut.
Jadi, meskipun stres belum tentu menjadi satu-satunya penyebab, mengelola stres secara sehat tetap bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan dan mungkin juga bagi kesehatan rambut.
6. Kondisi Kesehatan Tertentu Bisa Berpengaruh
Dalam beberapa kasus, uban yang muncul di usia muda dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.Penelitian menemukan adanya hubungan antara uban di usia muda dan beberapa kondisi, termasuk gangguan tiroid serta kekurangan nutrisi dan gangguan metabolisme tertentu.
Namun, hubungannya tidak selalu sederhana. Memiliki uban tidak otomatis berarti ada masalah dengan kesehatanmu. Bagi banyak orang, faktor genetik tetap menjadi salah satu penjelasan utama.
Meski demikian, jika rambut mulai berubah warna jauh lebih awal dari yang diperkirakan atau kamu mengalami gejala lain yang tidak biasa, tidak ada salahnya membicarakannya dengan dokter atau dokter kulit.
7. Gaya Hidup Secara Keseluruhan Juga Bisa Berperan
Tidak ada pola hidup tertentu yang bisa menjamin rambut akan mempertahankan warna alaminya selamanya. Namun, para peneliti telah mempelajari hubungan antara berbagai faktor gaya hidup dan lingkungan dengan munculnya uban di usia muda.
Selain merokok dan kekurangan nutrisi, penelitian juga melihat kemungkinan hubungan dengan faktor seperti pola makan, obesitas, kondisi kesehatan kronis, dan berbagai sumber stres oksidatif lainnya.
Saran yang bisa diterapkan sebenarnya cukup sederhana: konsumsi makanan bergizi seimbang, hindari merokok, cukup tidur, lindungi rambut dan kulit dari paparan sinar matahari berlebihan, serta temukan cara yang sehat dan berkelanjutan untuk mengelola stres. American Academy of Dermatology juga merekomendasikan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan rambut dan berpotensi memperlambat munculnya uban.