Ini 6 Film yang Menandai Perjalanan Karier Naya Anindita Sebagai Seorang Sutradara!
Nama Naya Anindita mulai dikenal publik lewat programnya yang bertajuk Jalan-Jalan Men! di akun YouTube Malesbanget.com (MBDC) bersama Jebraw pada tahun 2012 hingga 2019. Namun, jauh dari itu, Naya telah menaruh minat di produksi balik layar. Ia menempuh pendidikan komunikasi massa dengan fokus film, televisi, dan periklanan di Limkokwing University dan Curtin University. Setelahnya, ia sempat bekerja di bidang produksi televisi dan periklanan.
Berkat pendidikannya di jurusan tersebut, mengantarkan Naya ke perjalanannya menjadi sutradara. Perjalanan karier Naya sebagai sutradara dimulai dari menyutradarai film pendek yang berjudul Anna & Ballerina pada tahun 2013 lalu. Kemudian, kiprahnya di industri perfilman berlanjut ke film panjang pertamanya yaitu, Sundul Gan: The Story of Kaskus (2016). Sejak itu, ia terus mengeksplorasi berbagai cerita sehingga melahirkan film-film lainnya. Cosmo sudah siapkan deretan film karya Naya Anindita yang wajib kamu tonton. So, keep scrolling, dear!
1. Sundul Gan: The Story of Kaskus (2016)

Film ini menjadi debut Naya Anindita sebagai sutradara film panjang. Sundul Gan: The Story of Kaskus (2016) mengangkat kisah perjalanan Andrew Darwin dan Ken Dean Lawadinata dalam membangun Kaskus, mulai dari sebuah forum online hingga berkembang menjadi salah satu digital platform terbesar di Indonesia. Cerita bermula ketika Andrew, seorang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Seattle, membuat sebuah forum online pada tahun 1999 bersama Ken. Dari proyek yang awalnya dibuat hanya untuk memenuhi tugas kuliah, kemudian justru perlahan berkembang dan menarik semakin banyak penggunanya di Indonesia.
Namun, perjalanan membangun Kaskus tentu tidak selalu berjalan mulus, Andrew dan Ken harus menghadapi berbagai tantangan ketika berusaha mengembangkan platform tersebut menjadi sebuah bisnis. Permasalahan tersebut meliputi persoalan finansial dan perbedaan pandangan dalam menjalankan perusahaan. Film ini memperlihatkan bagaimana sebuah ide yang awalnya sederhana dapat berkembang menjadi salah satu cerita startup teknologi yang dikenal di Indonesia.
2. Berangkat! (2017)

Merupakan film panjang kedua karya Naya Anindita, Berangkat! (2017) adalah road movie yang mengikuti perjalanan tiga sahabat yaitu, Jano (Tarra Budiman), Joana (Ayushita), dan Dika (Ringgo Agus Rahman) yang melakukan perjalanan menuju Bayuwangi dan Bali. Perjalanan tersebut bermula dari Jano yang diberi tiga tiket konser musik dari Kayla (Annisa Pagih), pelanggan yang kerap berbelanja di toko musik tempat Jano bekerja. Jano mengajak Dika dan Joana untuk menonton konser musik tersebut di Bali. Akan tetapi, Joana sedang mengumpulkan data untuk penelitian geologinya di Kawah Ijen, Banyuwangi.
Lantas, mereka menyewa mobil VW Combi tua dari Gimbal (Tanta Ginting), dan mereka memulai perjalannya. Gimbal ikut dalam perjalanan tersebut. Road trip yang awalnya terdengar menyenangkan ternyata penuh kejadian tak terduga. Mulai dari mobil yang berkali-kali mengalami masalah, hingga berbagai situasi berbahaya yang mereka hadapi sepanjang perjalanannya. Cerita dari film Berangkat! ini menggambarkan kekompakan sahabat meski dilanda kekacauan yang terjadi di sekitarnya.
3. Eggnoid: Cinta & Portal Waktu (2019)

Sebagai sutradara, Naya senang mengeksplorasi berbagai genre film. Berbeda dengan dua karya terdahulunya, Eggnoid: Cinta & Portal Waktu (2019) membawa Naya ke genre romance fantasy. Diadaptasi dari webtoon karya Archie The Red Cat, film ini menceritakan tentang Ran (Sheila Dara) yang menemukan seorang Eggnoid bernama Eggy (Morgan Oey) di sebuah telur misterius. FYI, Eggnoid adalah makhluk misterius yang dapat tumbuh dan berkembang layaknya manusia setelah keluar dari sebuah telur.
Ran yang merasa kesepian, akhirnya memiliki teman setelah Eggy muncul di rumahnya. Ketika Eggy baru muncul di rumah Ran, ia masih sangat polos dan belum banyak tahu tentang kehidupan manusia. Ran kemudian harus merawat dan membimbing Eggy dari yang mulanya memiliki sifat kekanak-kanakan hingga perlahan tumbuh menjadi sosok yang mulai dewasa dengan memahami berbagai emosi termasuk rasa sayang dan cinta. Namun, hubungan keduanya berkembang menjadi kompleks. Lantas, bagaimana kelanjutan hubungan Ran dan Eggy?
4. Komang (2025)

Setelah beberapa tahun tidak menyutradarai film layar lebar, Naya Anindita akhirnya kembali dengan film Komang (2019). Ya, di rentang enam tahun tersebut, dirinya disibukkan dengan proyek series. Komang merupakan romance drama yang terinspirasi dari kisah nyata yaitu perjalanan cinta Raim Laode dan istrinya, Komang Ade Widiandari. Film ini juga diadaptasi dari lagu Komang milik Raim Laode yang sudah populer lebih dulu di kalangan pendengar musik Indonesia.
Cerita berpusat pada Ode (Kiesha Alvaro), laki-laki asal Buton, Sulawesi Utara, yang bermimpi menjadi seorang komika atau stand-up comedian, dan musisi di Jakarta. Di tengah keinginannya untuk mengejar mimpi, Ode harus meninggalkan keluarga dan kampung halamannya di Buton, termasuk Komang, perempuan asal Bali yang telah menjadi kekasihnya. Hubungan mereka yang awalnya berjalan harmonis kemudian harus menghadapi kenyataan bahwa mengejar impian juga berarti harus menjalani hubungan jarak jauh. So, apakah hubungan Ode dan Komang akhirnya kandas? Segera tonton Komang di streaming platform kesayanganmu, babes!
5. Tunggu Aku Sukses Nanti (2026)

Satu tahun setelah Komang (2025), Naya Anindita hadir dengan film karya terbarunya yang bertajuk Tunggu Aku Sukses Nanti (2026). Film ini rilis untuk menemani libur Lebaran tahun ini. Tunggu Aku Sukses Nanti merupakan film drama keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari keluarga Indonesia. Maka, film ini disebut-sebut cukup relatable dengan banyak keluarga di Indonesia. Pertanyaan-pertanyaan soal pekerjaan, pasangan, dan kesuksesan mungkin kerap kita terima ketika berkumpul bersama keluarga besar.
Cerita berpusat pada Arga (Ardit Erwandha), seorang laki-laki yang sudah tiga tahun menganggur dan selalu menjadi sasaran cibiran keluarga besarnya setiap Lebaran. Suatu saat, ketika Arga sudah bekerja, keluarganya tetap mencibir Arga karena menurut mereka, pekerjaan Arga tidak sebanding dengan sepupu-sepupunya. Ia kerap dibandingkan dengan sepupunya dan itu membuat Arga marah dan terpacu untuk terus bekerja keras hingga ia sukses. Namun, ternyata di balik keambisiusan Arga, ia tak hanya mengejar kesuksesan semata, ia hanya menghindari cibiran-cibiran dari keluarga besarnya yang seakan tak ada hentinya.
6. Agensi Rumah Tangga (2026)

Masih di tahun yang sama, Naya kembali hadir dengan film karyanya, Agensi Rumah Tangga (2026) yaitu film drama komedi yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Almira Bastari. Film ini mengikuti Katia (Enzy Storia), seorang perempuan yang kehilangan pekerjaannya di tengah kondisi finansial yang semakin sulit. Berusaha mencari jalan keluar, Katia bersama temannya, Sashi (Fita Anggriani) membangun agensi penyalur asisten rumah tangga.
Menjalankan agensi penyalur asisten rumah tangga ternyata tak semudah yang dibayangkan. Pekerjaan tersebut membuat Katia harus berhadapat dengan para ART dengan karakter dan persoalannya masing-masing. Katia juga harus menghadapi klien dengan tuntutan yang beragam. Contohnya, Kafka (Afgansyah Reza), klien Katia yang merupakan seorang penyanyi terkenal. Di tengah kesibukannya membangun bisnis, Katia harus menghadapi tuntutan dari ibunya yang meminta Katia untuk mencari pekerjaan yang stabil menurutnya yaitu menjadi seorang PNS. Lantas, bagaimana kelanjutan agensi penyalur asisten rumah tangga Katia?