Man Corner

Cara Menghadapi 4 Macam Tipe Tangisan Pria

  by: Redaksi       18/1/2012
  • Boys don't cry! Sepertinya hal itu sudah terpatri dalam-dalam di benak pria. Makanya, bagi sebagian besar pria menangis menjadi pantangan. "Hal ini menyebabkan pria harus menahan emosinya, termasuk hal-hal membahagiakan seperti rasa cinta di hadapan Anda," jelas William July, PhD, penulis Understanding the Tin Man.

    Namun sebenarnya pria juga manusia yang rapuh dan bisa terluka lho. Dengan mengetahui caranya menangis di hadapan Anda, Anda bisa tahu dengan lebih baik bagaimana cara yang tepat untuk memberikan support. Simak penelusuran Cosmo berikut.

    Mampu untuk Tidak Menangis



    Ada beberapa pria yang memang sangat tegar dalam menghadapi berbagai masalah, dan mereka hampir tidak pernah menunjukkan emosinya. Pria seperti ini tidak menyukai “drama” dalam hidupnya karena mereka merasa tidak nyaman mengekspresikan perasaan sedih mereka. Positifnya, mereka adalah pria yang mampu menghadapi masalah dengan tenang. Untuk mengetahui masalah yang dialami oleh tipe pria seperti ini, Anda bisa melakukannya melalui momen yang sangat intim, seperti ketika berada di atas ranjang.

    Menangis, Tetapi Tidak di Hadapan Anda

    Pria seperti ini memegang teguh prinsip bahwa emosi cengeng tidak layak untuk ditunjukkan di depan pasangan. Lalu bagaimana mengetahuinya bila dia tidak pernah menunjukkannya? Caranya mudah saja ladies, Anda bisa tahu pria ini sedang membutuhkan perhatian ketika dia tiba-tiba menjadi lebih diam dibandingkan biasanya. Namun tidak mudah untuk menembus pertahanan hatinya, dan membutuhkan waktu agak lama Anda supaya bisa mendapatkan kepercayaannya.



    Tidak Malu untuk Menangis di Hadapan Anda

    Jika pasangan Anda termasuk pria yang hanya menangis di momen yang sangat emosional—seperti ketika ada orang yang dekat dengannya meninggal—maka mereka sebenarnya termasuk tipe yang sangat secure dengan kemaskulinannya. Mereka cukup baik mengendalikan emosi, namun tak segan melampiaskannya ketika sudah tidak tahan memendamnya. Jika dia menunjukkan kesedihan yang sangat jarang ditunjukkan, berikan sentuhan pelukan yang hangat dan motivasi berupa kalimat-kalimat positif.

    Menunjukkan Tangisan Secara Berlebihan

    Cara paling baik untuk menangani pria sensitif seperti ini adalah dengan mendiamkannya selama masa-masa histeris. Berikan empati terhadap masalah-masalah yang menyakitinya dan penghiburan seperti, “Dear, everything happen for a reason, right?” Dan jika sifat melankolisnya masih saja terjadi secara terus-menerus, Anda bisa mengajaknya melakukan sesi konseling untuk mencari cara menangani masalah yang terbaik. (Calvin Hidayat/SL/Image: dok. Google)