Better You

Stay Gorgeous During Pregnancy : Hairdo

  by: Hagi       31/1/2013
  • HAIR MAJESTIC
    Sebagai salah satu hal yang juga menjadi fokus perhatian publik, alangkah baiknya jika ketika hamil pun kondisi serta tampilan rambut tak diabaikan. Karena sama halnya seperti pada wajah, kondisi Anda saat ini juga mampu merubah tekstur rambut. Jadi jangan kaget jika belakangan ini rambut terasa sangat berminyak, atau justru kusam dan sukar diatur. Karenanya coba ubah gaya potongan rambut saat ini atau pilih tatanan rambut sederhana yang mampu memaksimalkan hasil akhir penampilan.

    • Bagi Anda yang memiliki rambut panjang atau sedang, gaya ponytail pada bagian atas kepala menjadi opsi menarik yang dapat dicoba. Karena selain singkat dan mudah dipraktikkan, gaya rambut yang satu ini mampu menonjolkan kontur wajah sekaligus memberi kesan segar terutama saat mood swing menyerang. Agar wajah tak terkesan bulat, coba sasak sedikit puncak kepala sebelum mengikatnya.
    • Sesekali tampilan messy updo juga dapat dipraktikkan karena mudah dilakukan sekaligus membuat penampilan tetap stylish selama kehamilan. Setelah menata rambut dengan curling iron, angkat rambut Anda ke atas dan jepit dengan bobby pin membentuk simple bun pada bagian atas kepala untuk kesan sensual atau pada bagian bawah salah satu sisi kepala untuk kesan lebih manis dan elegan. Jangan lupa sematkan aksesori favorit untuk maksimalkan tampilannya.
    • Waves dan curls juga terbukti dapat mempercantik penampilan karena memberi efek slimming pada wajah sekaligus mengurangi tampilan rambut frizzy asalkan Anda menatanya dengan tepat. Jika enggan ke salon, usai keramas beri sedikit mousse pada ujung rambut lalu bagi rambut menjadi 4-6 bagian. Pilinlah sebagian rambut ke arah dalam dan sebagian lainnya ke arah luar menggunakan jemari setelah Anda mengeringkannya terlebih dulu dengan hair dryer. Setelahnya satukan seluruh pilinan rambut, gulung ke atas, kemudian jepit selama 30-45menit lalu kembali uraikan dan tata rambut Anda. Voila!
    • Enggan berlama-lama? Jika sudah terbiasa Anda dapat menciptakan curls dengan menggunakan curling iron namun hindari temperatur yang terlampau panas karena dapat merusak kutikula rambut, terutama yang bertekstur kering.
    • Untuk pemilihan potongan rambut, pilih gaya yang sesuai dengan kontur wajah Anda. Saat hamil rambut cenderung lebih tebal karena tak mengalami kerontokan seperti halnya pada saat normal, jadi jika wajah berbentuk oval maka rambut berlayer dengan potongan sebatas dagu dan sedang dapat Anda coba. Tapi jangan terlalu bereksperimen dengan pixie cut atau potongan pendek di atas batas dagu serta potongan poni lurus dan super pendek jika Anda bukan si “Ms. percaya diri”.
    • Untuk tipe wajah bulat– atau jika Anda merasa dalam periode kehamilan ini wajah akan segera menjadi bulat, maka pilihan rambut berpotongan panjang dengan layer pada bagian depan menjadi solusi yang tepat terutama bagi Anda yang berambut tebal. Layer pada sisi-sisi wajah ditambah side swept bangs berpotongan panjang praktis menjadi bingkai yang sempurna untuk menemani penampilan Anda sehari-hari.
    • Bagi Anda yang aktif serta senantiasa menginginkan hal sederhana dan praktis, hindari gaya rambut yang dapat mempersulit diri. Katakan saja potongan layer pada seluruh bagian rambut yang memerlukan waktu dan ekstra styling setiap kali usai keramas.

    Hair Chemicals Fact:
    Sama halnya dengan produk kecantikan lainnya, memilih produk perawatan rambut saat hamil pun membutuhkan ketelitian ekstra karena kandungan dalam produk-produk tersebut dapat terserap oleh tubuh dan membahayakan janin dalam kandungan Anda. Karena itu perhatikan hal-hal berikut untuk mengetahui apa yang sebaiknya Anda lakukan dan hindari setidaknya selama 9 bulan kehamilan ini.

    • Pewarnaan rambut, highlight, dan perm

    Meski beberapa penelitian mengklaim bahwa mengecat rambut tak membahayakan bagi perkembangan janin, akan tetapi dari segi medis sebaiknya Anda menunda proses ini. Sementara proses highlight rambut dapat dilakukan asalkan tidak sampai menyentuh akar rambut maupun kulit kepala. Proses perm, pelurusan dan pengeritingan rambut yang menggunakan bahan kimia juga sebaiknya tidak dilakukan. Jika Anda tetap berniat mengaplikasikan kedua prosedur perawatan rambut ini, setidaknya tunggu sampai trimester pertama usai karena pada masa tersebut proses perkembangan janin paling krusial sedang terjadi. Hindari pengaplikasian di tempat tertutup atau tak berventilasi. Saat perputaran udara tak terjadi, Anda dapat dengan mudah menghirup kandungan amonia yang terdapat dalam produk pewarna rambut. Hal ini akan berujung pada rasa mual serta sakit kepala ringan.





    • Hairspray dan styling products

    Meski terdengar sepele, namun banyak wanita yang belum menyadari bahwa penggunaan hairspray memiliki risiko bagi janin. Berdasarkan beberapa studi, ditemukan adanya kaitan antara kandungan Phthalates dalam hairspray dengan risiko cacat saat lahir. Meski FDA (Food and Drug Administration) tak mengeluarkan peringatan terhadap penggunaan phthalate karena kurangnya data ilmiah yang membuktikan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kandungan tersebut bagi manusia, akan tetapi wanita hamil sebaiknya tetap meminimalkan penggunaan hairspray selama masa kehamilan. Alih-alih hairspray yang sangat mudah terhirup melalui udara manakala disemprotkan, Anda dapat menggunakan gel atau mousse untuk menata helaian rambut. Atau jika memang harus mengenakan hairspray, lakukanlah di ruangan terbuka dan setelahnya cuci telapak tangan hingga bersih agar tak ada sisa hairspray yang melekat. (Decha/ Image: Dok. Cosmo Pregnancy)