Lifestyle

Jatuh-Bangunnya Sang Serigala dalam The Wolf of Wall Street

  by: Redaksi       26/1/2014
  • Diadaptasi dari sebuah autobiografi (dengan dramatisasi yang luar biasa tentunya), film ini mengisahkan tentang jatuh-bangunnya Jordan Belford, pialang saham muda di tahun 90an yang namanya meroket lewat bisnis jual beli saham, hingga akhirnya tersandung masalah penipuan dan pencucian uang.

    Karier pialang Jordan dimulai saat usianya masih 22 tahun dan bergabung di salah satu firma papan atas di kawasan Wall Street. Sang Bos, Mark Hanna (Matthew McConaughey), memberi nasihat bahwa salah satu tip agar bisa sukses dan bertahan dengan hiruk pikuk pekerjaan di bursa saham adalah mengadopsi gaya hidup hedonisme dengan mengonsumsi kokain, dan berhubungan seks setiap ada kesempatan. Sayangnya, tragedi Black Monday, menyebabkan perusahaan tersebut gulung tikar. Namun dengan bakat pialang dan sifat persuasif yang dimilikinya, tak butuh lama bagi Jordan untuk bangkit kembali. Berkenalan dengan Donnie Azoff (Jonah Hill), mereka mengumpulkan tim untuk mendirikan firma Stratton Oakmont. Kesuksesan firma ini untuk mengumpulkan modal dari penanam saham dengan sangat cepat, menjadikan Stratton Oakmont melejit hingga banyak pialang muda yang ingin bergabung, dan majalah sekaliber Forbes pun memprofilkan Jordan dan menjulukinya Si Serigala dari Wall Street. Salah satu klien mereka adalah desainer sepatu Steve Madden. Too bad, seiring perkembangannya, bisnis yang dijalankan oleh Jordan dan kawan-kawan menjadi bisnis kotor dan mulai menarik perhatian FBI.

    First, this is not a movie that you can watch with your family. Sajian gambar-gambar yang sarat pornografi (termasuk adegan Jonah Hill bermasturbasi di tengah pesta) mungkin akan banyak mengalami penyuntingan di bioskop Tanah Air. Namun akting memikat Leonardo DiCaprio, Matthew McConaughey, dan Jonah Hill merupakan kekuatan utama dari film ini. Malah bagi Matthew, menurut Cosmo tahun ini adalah tahunnya dia. Semua penampilannya, termasuk di Dallas Buyers Club dan serial HBO True Detective, patut diacungi jempol. Plot disusun dengan cukup rapat, sehingga durasi yang nyaris tiga jam akan tidak begitu terasa. Mungkin satu-satunya kendala bagi penonton adalah untuk memahami cara kerja dunia bursa efek yang memegang peranan penting di film ini. Di luar itu semua, it's a very enjoyable film untuk disaksikan... tanpa kehadiran orang tua Anda atau anak kecil. Oh ya, sosok Jordan Belford yang asli akan muncul di scene akhir film besutan Martin Scorsese ini sebagai host. (Imron Ramadhan/VP/Image: Dok. internet)