Better You

5 Alasan Kayu Manis Baik untuk Kesehatan

  by: Redaksi       7/1/2015
  • Jika Anda sering menambahkan bubuk kayu manis pada coklat panas, terus lakukan ladies. Mengapa? Karena menurut penelitian ahli nutrisi, Cynthia Sass, MPH, RD, kayu manis memiliki banyak manfaat bagi tubuh Anda.

    Jantung Sehat

    Para peneliti dari Penn State menemukan bahwa kayu manis ternyata baik untuk membantu menurunkan efek negatif dari makanan berlemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jadi selain terhindar dari penyakit jantung, lemak pun tidak akan mengendap dalam tubuh ketika Anda mengonsumsi kayu manis.

    Menjaga Tingkat Gula Darah

    Manfaat kayu manis lainnya juga dibeberkan oleh para ilmuwan dari U.S. Department of Agriculture. Mereka menyebutkan bahwa kayu manis memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Nah, untuk Anda yang memiliki gula darah tinggi, kayu manis dapat menjadi obat herbal yang ampuh untuk menurunkan tingkat gula darah.

    Mencegah Diabetes



    Jika gula darah dapat stabil karena konsumsi kayu manis, Anda pun perlu merasa lega dari ketakutan akan penyakit diabetes. Faktanya sebuah uji coba di University of Georgia telah membuktikan pengaruh kayu manis terhadap gula darah yang menuntun kepada berkurangnya risiko terjangkit diabetes.

    Memperbaiki Fungsi Otak



    Menghirup wangi kayu manis ternyata mampu membuat otak berfungsi lebih baik. Para ilmuwan dari Agricultural Research Service membuat sebuah penelitian dengan memberikan ekstrak kayu manis pada para pasien yang menderita stroke dan cedera otak. Hasilnya, sel otak mereka berangsur-angsur membaik.

    Menghindari Parkinson

    Para peneliti dari National Institues of Health menemukan hubungan antara kayu manis dengan penyakit Parkinson. Ketika kayu manis masuk ke dalam tubuh, kayu manis tersebut akan bermetabolisme ke bentuk lain yang disebut sodium benzoate. Partikel ini pun nantinya akan masuk ke dalam otak yang akan melindungi sel otak, menormalkan tingkat neurotransmiter, dan meningkatkan fungsi motorik. Itulah yang diperlukan untuk menghindari serangan Parkinson. (Aulia Meidiska / VP / Image: KatarzynaBialasiewicz / iStock / Thinkstock)