Career

Strategi Menghadapi Atasan yang Buruk

  by: Silvya Winny       4/1/2016
  • Tidak ada yang lebih menyebalkan daripada memiliki atasan yang buruk – selalu memaki, tidak pernah memberikan apresiasi, selalu berkata, “Saya nggak mau tahu!”, hingga yang selalu merendahkan bawahan dan timnya. Jika Anda pernah (atau sedang) mengalaminya, tak heran jika keinginan untuk resign selalu terlintas. Namun, jangan buru-buru mengambil keputusan tersebut dear, karena sebenarnya Anda dapat menghadapi atasan yang buruk lewat strategi di bawah ini.

    Jangan Merasa Terintimidasi

    Jika Anda memiliki atasan yang hobi mengkritik, usahakan untuk tidak mudah terintimidasi. Atasan seperti ini biasanya menggunakan kekuasaan yang dimiliki untuk menimbulkan rasa takut pada anak buahnya. Jadi, tetaplah menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tunjukkan kalau Anda mampu “bersinar” di bawah tekanan yang diberikan oleh sang atasan.



    Coba Beradaptasi

    Atasan yang buruk sering kali tidak dapat berkomunikasi dengan baik dengan anak buahnya. Coba deh untuk beradaptasi dengan gaya berkomunikasi sang atasan. Perhatikan apakah dia seseorang yang cepat membuat keputusan atau malah sebaliknya. Dengan beradaptasi, pekerjaan pun lebih cepat selesai dan Anda juga bisa mengembangkan kemampuan berkomunikasi serta leadership.

    Lakukan Melebihi Ekspektasi

    Sebenarnya atasan manapun pasti lebih menyukai anak buah yang dapat menyelesaikan pekerjaan melebihi ekspektasi yang dia harapkan. Jangan jadikan masalah ini sebagai alasan untuk tidak bersemangat menyelesaikan pekerjaan. Gunakan hal ini untuk membuktikan bahwa Anda tetap dapat bekerja maksimal meski berada di situasi yang tidak nyaman.



    Berani Mengeluarkan Pendapat

    Jika sudah merasa sangat tidak nyaman, Anda boleh lho untuk membicarakan hal tersebut dengan atasan. Jangan takut kalau hal ini dapat membuat hubungan dengan sang atasan menjadi canggung. Selama Anda menyampaikan perasaan dengan jujur dan hormat, hal ini justru dapat membangun rasa percaya dan respek dengan sang atasan.

    Riset Sebelum Pindah

    Sudah melakukan poin di atas tetapi masih saja merasa “menderita” di kantor? Well, memang sudah waktunya Anda resign dari pekerjaan tersebut. Namun, sebelum melakukannya pastikan untuk lakukan riset terlebih dahulu tentang budaya kerja serta tipe kepemimpinan di tempat kerja baru. Ini mencegah Anda mengalami “mimpi buruk” yang sama setelah pindah kerja. (Hana Devarianti/VP/Image: outnow.ch)