Lifestyle

Krisis Finansial + Komedi = The Big Short Movie

  by: Silvya Winny       11/1/2016
  • Sejumlah pria tampan membahas tentang alasan di balik krisis finansial tahun 2007 – ’08 silam? Hmm, memang terdengar membosankan meski ada Ryan Gosling sekalipun. Tapi beri kesempatan untuk The Big Short, ladies. Coz it’s actually a pretty funny movie...


    The Plot: Seorang manajer hedge fund yang eksentrik, Michael Ross (Christian Bale), memprediksi akan terjadi krisis finansial lantaran banyak orang dari golongan kelas menengah ke bawah bakalan tak bisa membayar cicilan rumahnya, yang justru merupakan kesalahan dari bank sendiri karena mereka dengan bebasnya memberikan pinjaman bagi orang-orang yang sebenarnya tak mampu membeli properti (atau yang disebut subprime loans). Ross lantas mendatangi beberapa bank untuk mengajukan tawaran credit default swap, yang pada intinya ia akan mendapatkan keuntungan bila pasar properti jatuh. Para pihak bank—dan bos serta klien Burry sendiri—menganggapnya gila, namun beberapa orang—termasuk manajer investasi Mark Baum (Steve Carell), pialang Jared Vennet (Ryan Gosling), dan ekonom pensiunan Ben Rickert (Brad Pitt)—memercayai prediksi  Burry dan ikutan mengikuti strateginya. So, are you still with us?

    What Cosmo Loves: Well, silakan mengacu kembali pada kata-kata “sejumlah pria tampan” di atas: The Big Short tak kekurangan aktor-aktor class A yang membuat pengalaman menontonnya lebih gampang dicerna, seperti Gosling (seperti biasa melakoni peran tough guy yang parlente dengan rambut ikal yang tampaknya dipinjam saat ia jadi host Saturday Night Live), Bale (subtly funny), Pitt (zen dan sedikit paranoid), Carell (surprisingly, memberikan performa paling dramatik dari aktor lainnya), and there’s more! Sebut saja Rafe Spall (Life of Pi), Hamish Linklater (The Newsroom), Jeremy Strong (The Judge), Finn Witrock (American Horror Story), John Magaro, Max Greenfield (New Girl), dan Billy Magnussen (Into The Woods). (Dari semua aktor itu duet Wittrock dan Magaro memiliki peran lebih besar, bahkan dari sebagian aktor utamanya pun.)



    Sang sutradara, Adam McKay (Anchorman), dalam beberapa adegan mencoba memberikan versi “financial crisis-for-dummies” dengan cara membuat para aktornya berbicara langsung ke audiens (atau yang disebut “breaking the fourth wall”) untuk menjelaskan bahasa-bahasa yang teknis, bahkan ia pun menghadirkan tiga sosok populer sebagai cameo untuk bantu menjelaskan, dan salah satunya dari Selena Gomez!



    The Big Short memang film yang sangat “sadar diri”: lantaran tema tergolong berat maka pendekatan yang lebih komedik pun diambil, plus editing yang begitu dinamis (dan kamera yang tak pernah statis) untuk menjamin audiens tak jenuh dengan dialog yang sarat financial-talk. Walau begitu, if you look at the bigger picture, film yang diadaptasi dari novel karangan Michael Lewis (The Blind Side) berjudul sama ini cukup memprihatinkan lantaran menampilkan orang-orang dari dunia perbankan yang menyalahgunakan tanggung jawab mereka, bahkan tokoh-tokoh utamanya pun memiliki moral yang abu-abu karena mereka mengharapkan profit dari penderitaan orang awam.


    The Bottom Line: Beberapa orang akan merasa The Big Short mengisahkan sesuatu yang mungkin terlalu “Amerika”, dan, ya, pastinya terlalu teknis. Namun dengan performa yang mumpuni, dialog yang cerdas, witty, dan kocak, serta editing yang dinamis, menjamin film yang berdasarkan kisah nyata ini (namun dengan nama-nama karakternya diubah) setidaknya dapat menghibur Anda. Well, selain itu, there’s always those hot guys, ladies... (Sahiri Loing / SW / Image: outnow.ch)