Love & Sex

Aturan Penting Sebelum Balikan dengan Mantan

  by: Hana A. Devarianti       17/1/2016
  • Berpikir untuk kembali menjalin hubungan dengan sang mantan? Eits, jangan buru-buru ladies. Simak dulu aturan penting yang harus Anda perhatikan saat balikan dengan mantan di bawah ini.

    Jangan Terburu-Buru
    Saat kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasih, ada kecenderungan bagi seseorang untuk bertindak terburu-buru. Hal ini memang wajar, terlebih karena Anda dan si dia sudah lama berpisah. Akan tetapi, usahakan untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan. Tidak ada salahnya lho untuk “berjalan” perlahan sebelum meresmikan hubungan kembali.

    Cari Tahu Alasan Ingin Kembali
    Harus diakui dear, memutuskan untuk balikan dengan mantan bukanlah perkara sederhana. Agar hubungan kali ini berjalan mulus, coba deh untuk benar-benar mencari tahu alasan ingin kembali bersama. Jangan sampai rasa cinta yang muncul kembali tersebut hanya berlangsung sesaat.

    Selesaikan Masalah Masa Lalu
    Pasti ada alasan mengapa hubungan yang sebelumnya bisa kandas. Apapun itu, jangan memutuskan untuk kembali bersama sebelum menyelesaikan masalah di masa lalu. Penting bagi Anda dan si dia untuk mendiskusikan masalah tersebut dan menemukan solusi win-win. Tentunya agar hal tersebut tidak kembali terulang di masa depan.

    Jangan Melihatnya Sebagai Hubungan Baru
    Memang mudah untuk tergoda dengan anggapan bahwa ini akan menjalin hubungan baru. Namun faktanya, Anda dan sang mantan telah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya. Alih-alih menganggapnya sebagai memulai “buku” baru, lebih baik perlakukan hubungan ini sebagai sebuah “bab” baru dalam cerita manis Anda dan si dia. Sehingga, hubungan ini akan terasa lebih nyaman untuk dijalani.

    Tahu Konsekuensi
    Tentu, seseorang memang bisa berubah. Namun, sering kali hal tersebut tidak terjadi. Pada dasarnya, jangan menaruh harapan yang terlalu tinggi kalau semuanya akan berbeda karena hal ini justru dapat membuat Anda jatuh di “lubang” yang sama. Justru, ini adalah momen untuk lebih memahami satu-sama lain. (Hana Devarianti/VP/Image: StockLite/Shutterstock/Clickphotos)