Lifestyle

Uang Ngopi Ternyata Bisa Menghambat Anda Traveling!

  by: Redaksi       31/1/2017
  • Yup! Kebiasaan Anda nongkrong di kafe atau beli kopi hampir setiap hari tanpa sadar sudah “menguras” uang yang mungkin jika ditotal bisa untuk membeli tiket traveling ke Eropa. Kaget?

    Bayangkan jika Anda selalu minum kopi @Rp45ribu tiap hari kerja di kedai kopi langganan. Hitungannya jadi (45.000 x 22) x 12 = 11.880.000. Yes dear, reality check, dalam sebulan Anda bisa menghabiskan uang lebih dari 10juta hanya untuk kopi – uang yang jika Anda sisihkan bisa untuk membeli tiket PP ke Eropa atau Raja Ampat. Ouchh!

     



    The Ugly Truth

    Hari Selasa (31/01/2017), bertempat di Portico, Senayan City Jakarta, Permata Bank lewat gerakan #SayangUangnya bersama PermataTabungan Bebas rasanya ingin “menyentil” kebiasaan yang sebenarnya bisa Anda redam untuk mewujudkan mimpi-mimpi lebih besar. Dalam kehidupan nyata, “latte factor” kita ternyata bukan cuma kopi – belanja online, makanan, aksesori, wine, atau kebutuhan gaya hidup lainnya yang sebenarnya kurang mendesak.

    via GIPHY

    Berdasarkan data yang didapatkan PermataBank, 9 dari 10 orang mengeluarkan lebih dari Rp900ribu per bulan untuk latte factor. Ini sejalan dengan hasil survei Share of Wallet oleh Kadence International Indonesia, bahwa masyarakat Indonesia menabung rata-rata hanya 8% dari pendapatannya. Sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk di dalamnya hal-hal berupa latte factor.

     

    Latte Factor Secara Psikologi

    Psikolog Ajeng Raviando yang ikut hadir dalam event tersebut mengungkapkan jika ini semua berhubungan dengan generasi millennial. “Generasi millennial dimanjakan dengan kecanggihan teknologi, diikuti dengan tren yang sedang berlangsung. Kebiasaan ini membuat mereka tidak dapat menahan keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara cepat tanpa pikir panjang. Akibatnya, mereka kerap mengeluarkan uang untuk barang-barang sekedar untuk memuaskan nafsu atau mengikuti tren yang sedang berlangsung.”

    (Hamish Daud)

    Dan ternyata, latte factor ini juga dialami oleh Hamish Daud - aktor yang juga Brand Ambassador PermataBank untuk gerakan #SayangUangnya - yang baru sadar jika ia banyak menghabiskan uang untuk urusan… makan. “Dulu saya sering sekali makan di restoran mewah, belanja yang tidak terlalu penting. Tanpa disadari, pengeluaran untuk hal tersebut membengkak. Belajar untuk #SayangUangnya, saat ini saya mulai mengurangi latte factor saya serta menyisihkan pendapatan untuk ditabung,” ungkapnya.



     

    Atur Keuangan Anda… SEKARANG!

    Bianto Surodjo, Direktur Retail Banking PermataBank mengatakan jika konsumerisme sebenarnya bukan karena masalah uang, tetapi karena kurangnya pengertian pengelolaan uang. “Gerakan #SayangUangnya diharapkan dapat menginspirasi generasi saat ini untuk tetap mengedepankan masa depan dan mengedukasi tentang pengelolaan keuangan,” tambahnya.

    (Bapak Bianto Surodjo)

    Yang menarik, gerakan ini juga melibatkan beberapa radio ternama seperti Delta FM, Radio Prambors serta Bahana FM yang memberikan tips praktis mengenai keuangan. PermataTabungan Bebas juga menggratiskan biaya tarik tunai di ATM Bank mana saja tanpa syarat (termasuk di luar negeri!), gratis biaya administrasi, gratis biaya transfer online melalui PermataMobile dan PermataNet, dan berbagai cashback. Well, kalau sudah begini, bukan tidak mungkin jika Anda bisa mewujudkan mimpi yang lebih besar. Selamat menabung! (Vidi Prima / SW / Image: doc. PermataBank, Cosmopolitan Indonesia)

     

    BACA JUGA:

    5 Tanda Keuangan Anda Tak Terarah

    12 Alasan Mengapa Usia 30 Lebih Baik Dibanding 20

    5 Kesalahan Wanita Single dalam Keuangan

    Ini Dia Jawaban Seputar Keuangan yang Sering Ditanyakan