Better You

Millennials, Kurangi Lakukan 8 Gerakan Tubuh Berikut

  by: Alvin Yoga       15/1/2018
  • Terkadang, hanya dengan membaca gerakan tubuh, seseorang bisa dengan mudah menebak sifat orang lain. Sering menyilangkan tangan bisa berarti angkuh, sedangkan berjalan dengan bahu yang membungkuk dapat menunjukkan bahwa orang tersebut kurang percaya diri. Nah, berikut ini adalah beberapa gerakan tubuh yang kurang baik namun sering dilakukan, terutama oleh generasi millennial. Ingin tahu kebiasaan apa saja yang harus Anda hindari? Baca!
     
    Memainkan Ujung Rambut
    Tonya Reiman, penulis The Power of Body Language: How to Succeed in Every Business and Social Encounter, mengatakan bahwa gerakan memainkan ujung rambut termasuk dalam fidgetting. Hal ini sebenarnya menunjukkan bahwa Anda sedang tidak nyaman. Tak hanya memainkan ujung rambut, menyibakkan rambut terlalu sering, menggoyangkan kaki, memainkan perhiasan seperti kalung atau cincin, serta memainkan kuku juga menunjukkan bahwa Anda sedang gelisah. Menurut Tonya, sebenarnya Anda bisa belajar untuk menghentikan hal tersebut dengan memainkan stress ball. Atau, ingatkan diri Anda untuk berhenti setiap kali melakukannya. Dengan begitu, lama kelamaan Anda akan terbiasa dan perilaku tersebut bisa berhenti.
     
    Menyilangkan Lengan
    Anda mungkin sering menyilangkan lengan ketika tidak tahu apa yang harus dilakukan, atau ketika Anda merasa kurang nyaman. Padahal menurut Patti Wood, penulis Success Signals: A Guide to Reading Body Language, perilaku tersebut menunjukkan bahwa Anda sedang menutup diri dan menolak untuk diajak berbicara. Jika Anda sedang berada dalam sebuah rapat, atau berbicara dengan seseorang yang jabatannya lebih tinggi dari Anda, usahakan untuk tidak melakukan hal ini.
     
    Menyembunyikan Tangan di Bawah Meja
    Karena sebaiknya tidak menyilangkan tangan, Anda memilih untuk meletakkan tangan di pangkuan. Eits, tunggu dulu, kebiasaan ini juga sebaiknya tidak Anda lakukan, lho. Menurut Helen Fisher, antropolog dari Rutgers University, menaruh tangan di atas pangkuan membuat tangan Anda tidak terlihat oleh sang lawan bicara. Hal ini kurang baik karena membuat sang lawan bicara menebak-nebak apa yang Anda sembunyikan, semisal apakah Anda justru sedang memainkan kuku di bawah meja.
     
    Menjelaskan Sesuatu Sambil Menggerakkan Tangan 
    Terkadang, agar lebih mudah menjelaskan sesuatu, Anda menggunakan tangan untuk membuat gerakan tertentu. Tidak salah sih, namun jika Anda melakukannya terus menerus, hal tersebut bisa menunjukkan bahwa Anda sedang tidak nyaman dengan berusaha untuk mengalihkan perhatian. Vanessa Van Edwards, penulis Captivate: The Science of Succeeding with People, mengatakan bahwa menggunakan gerakan tangan saat berbicara sebenarnya merupakan salah satu cara yang efektif untuk melibatkan lawan bicara agar masuk dalam percakapan. Namun, melakukannya terlalu sering dapat membuat sang lawan bicara menjadi tidak nyaman dengan yang Anda lakukan.
     
    Berjalan Dengan Menyeret Kaki
    Sulit memang, mengubah kebiasaan yang sudah Anda lakukan sejak lama. Namun, perhatikan kembali cara Anda berjalan. Jika Anda berjalan dengan menyeret kaki, maka kebiasaan ini sebaiknya memang diubah. Tak hanya menunjukkan bahwa Anda tidak percaya diri, berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh BBC, cara berjalan seperti ini pun ternyata meningkatkan risiko untuk menjadi korban kriminal, terutama pencurian. Hal ini terjadi karena biasanya para pelaku kejahatan akan menilai korbannya sebelum melakukan tindak kejahatan. Berjalan sambil menyeret kaki dapat menunjukkan bahwa Anda sebenarnya berada dalam kondisi yang lemah. Jika Anda berjalan dengan percaya diri, maka kemungkinan untuk menjadi korban kekerasan pun akan berkurang.
     
    Jarang Tersenyum
    Tonya Reiman, penulis The Yes Factor: Get What You Want, Say What You Mean, the Power of Persuasive Communication, juga mengatakan bahwa senyum menunjukkan rasa percaya diri, keterbukaan, serta semangat. "Tersenyum itu seperti bercermin, perilaku ini dapat memicu neuron tertentu dari lawan bicara Anda, yang menginstruksikan mereka untuk tersenyum kembali,” ujar Tonya. Tanpa senyuman, Anda dapat dinilai memiliki sifat penyendiri, meski mungkin sebenarnya Anda tidak seperti itu.
     
    Tidak Menatap Sang Lawan Bicara
    Tidak ada yang lebih menjengkelkan selain berbicara dengan orang yang tidak menatap balik. Memang, menatap terus menerus juga dapat membuat lawan bicara menjadi tidak nyaman. Anda sesekali harus melihat objek lain di sekitar lawan bicara untuk menghindari hal tersebut. Namun, jangan sampai seseorang merasa diabaikan karena Anda terlalu malu untuk menatap mata mereka. Sharon Sayler, penulis buku What Your Body Says (And How to Master the Message), mengatakan bahwa kontak mata yang ideal sebenarnya adalah kontak mata yang sekilas, bukan kontak mata yang lama dan tajam. Di sisi lain, menghindari kontak mata sama sekali sangat tidak dianjurkan karena hal tersebut dapat menunjukkan bahwa Anda tidak ingin berbicara dengan sang lawan bicara.
     
    Berjalan Atau Duduk Dengan Pose yang Bungkuk
    Biasakan diri Anda untuk selalu berdiri atau duduk dengan tegak. Beberapa kebiasaan seperti menulis, mengetik, atau bermain handphone dapat membuat Anda terbiasa memiliki pose yang bungkuk. Menurut website Psychology Today, pose bungkuk dapat berakibat buruk bagi punggung. Tak hanya itu, hal ini juga membuat Anda terlihat tidak percaya diri.
    (Alvin Yoga / SW / Image: Dok. Outnow.ch)