Lifestyle

As You Were, Konser Tunggal Liam Gallagher di Jakarta

  by: Ainjia Phioltia Paat       18/1/2018
  • Bukan pecinta Britrock sejati bila tak kenal nama Liam Gallagher. Dengan Oasis, band-nya yang berdiri tahun 1991, Liam mengukuhkan diri sebagai front man era Brit rock 90an yang penuh kontroversi. Wajah tampan, rockstar attitude, dan hubungan disfungsionalnya dengan Noel, sang abang, gitaris dan songwriter Oasis, adalah trademark-nya sebagai seorang ikon rock saat itu. Pengunduran diri Noel dari Oasis di tahun 2009 akibat pertengkaran yang memuncak, buat para fans, salah satunya Cosmo, kecewa karena belum berhasil menyaksikan live performance band ikonis ini.


    Well, awal tahun ini kekecewaan Cosmo sedikit terhapus berkat kembalinya Liam dalam kancah musik internasional. Ia menggelar tur untuk mempromosikan album solonya “As You Were”, dan Cosmo cukup beruntung untuk menikmati aksi panggung pria kelahiran 21 September 1972 ini secara langsung!




    Konser yang sempat diundur 6 bulan ini akhirnya digelar Minggu, 15 Januari 2018 lalu. Malam itu, penjual jas hujan plastik laku keras! Ya, hujan menemani para penggemar yang terlihat mengantri panjang di depan tenda penukaran tiket di depan Ecovention, Ancol. Setelah menukar ID pers dan gelang tiket, Cosmo pun memasuki venue. Di foyer gedung, diselingi kios merchandiser yang menjual t-shirt hitam putih dengan caption Who The F*ck is Liam Gallagher dan As You Were seharga Rp400.000,-, dan band top 40 yang membawakan Champagne Supernova hingga Creep (Uhm..), Cosmo kembali menemukan lautan manusia yang sedang menunggu gerbang hall dibuka. Jam 20:00, gerbang dibuka dan sekitar jam 21:00, lampu dimatikan dan lagu pembuka, F*cking in the Bushes, diputar. Kerumunan riuh, dan Liam keluar bersama para anggota band lainnya.


    Tahun demi tahun telah berlalu, Oasis boleh saja sudah tiada, namun satu yang pasti, karisma pria pecinta berat klub bola Manchester City ini memang tak main-main. Parka gelap, suara serta gaya menyanyi yang khas, dan cara ia menyambut para fans, termasuk dua kali membalas pelukan para fans yang mendadak naik ke panggung, buat ia jadi sosok yang begitu menarik dan, yang agak mengagetkan, simpatik. Hmm, sepertinya kamu tak sebrengsek yang disangka, ya!


    Set dimulai dengan lagu Oasis, Rock n Roll Star, lalu disusul dengan Morning Glory. “Pancingan” tersebut berhasil meningkatkan adrenalin penonton. Setelahnya, ia membawakan 5 lagu dari band solonya, Beady Eye. Greedy Soul, Wall of Glass, Paper Crown, Bold, For What's it Worth, dan Soul Love. “Karaoke” berjamaah kembali berkumandang saat ia melanjutkan dengan Some Might Say dan Slide Away. “Let me be the one who shines with you and we can slide away...” Beberapa lagu Beady Eye kembali dimainkan (Maaf, Cosmo tak menyimak judul-judulnya.) sebelum ayah dari Gene Gallagher ini mengumumkan lagu terakhir, Live Forever. Salah satu hits Oasis dari album debut Definitely Maybe tersebut dibawakan secara akustik. Liam kerap diam dan membiarkan penonton mengambil alih lagu tersebut. It was sweet! 




    Tak beberapa lama, setelah para penonton meneriakkan “Encore!” berkali-kali dan ramai-ramai “memanggil” kembali Liam dengan menyanyikan Champagne Supernova, Liam pun kembali ke depan panggung dan berjanji akan membawakan anthem tersebut kali berikut ia kembali ke Jakarta. Yes, hopefully at the next Oasis Reunion Tour? Konser ditutup denga dua single Oasis, Cigarettes and Alcohol dan last but not least, Wonderwall. 


    Well, Cosmo secara pribadi merasa konser sepanjang 1 jam 15 menit yang digelar oleh The Playmaker dan Nada Promotama sebagai promotor ini tak cukup lama untuk melepas rindu, but it was still a sweet and dreamy experience, enough for making the 14 years -old self in you ecstatic! As you were, Liam! x


    (Ainjia Paat/Image: Nada Promotama)