Beauty

Saat Hamil, Hindari 10 Kandungan Skincare Berbahaya Ini

  by: Kissy Aprilia       15/1/2019
  • Congratulation on your pregnancy, ladies! Apakah ini adalah kehamilan pertamamu? Jika iya, kamu harus mulai beradaptasi dengan sejumlah aturan baru demi kesehatan sang buah hati. Selain pola makan dan gaya hidup, jangan lupa memerhatikan kandungan di dalam kosmetik dan skincare yang digunakan setiap hari. Yes, racun yang terformulasikan dengan produk tersebut bisa memengaruhi kesehatan janinmu. Jadilah calon ibu yang cerdas dengan menghindari bahan-bahan berikut ini.


    Retinoid

    Bahan kandungan ini banyak ditemukan dalam produk anti-aging. Retinoid termasuk dalam golongan turunan vitamin A, seperti retinoic acid, retinyl palmitate, retinaldehyde, adapalene, tretinoin, tazarotene, dan isotretinoin. Penggunaanna pada masa kehamilan berisiko menyebabkan kelainan pada janin serta racun liver, meski hanya diaplikasikan pada lapisan kulit. 




    Benzoyl Peroxide

    Benzoyl peroxide memiliki kekuatan untuk membasmi bakteri penyebab jerawat. Namun, kamu sebaiknya menghindari bahan kandungan ini saat masa kehamilan. Formulanya juga dapat menyebabkan kerusakan janin yang cukup serius. Apabila perubahan hormon yang terjadi memengaruhi pertumbuhan jerawat di kulit wajah, sebaiknya kamu konsultasikan pada dokter kandungan dan dermatologi. 


    Salicylic Acid

    Bahan kandungan lain yang banyak ditemukan dalam produk anti jerawat adalah salicylic acid. Saat ini, salicylic acid juga terkenal untuk perawatan chemical peeling. Akan tetapi, bahan tersebut tidaklah aman digunakan saat hamil. Sebuah studi penelitian telah membuktikan bahwa menggunakan produk salicylic acid oral saat trimester ketiga berisiko menyebabkan pendarahan janin. 


    Botulinum Toxin (Botox)

    Meski belum ada penelitian yang membuktikan efek bahaya injeksi botox, dysport, atau xeomin pada ibu hamil, namun sebagian besar dermatologis tidak merekomendasikan perawatan ini karena sistemnya bekerja melumpuhkan otot di sekitar kerutan—dan kamu sebaiknya tidak mengambil risiko untuk janin.


    Hydroquinone

    Sebagian besar produk pencerah wajah instan memiliki bahan kandungan hydroquinone. Saat tidak hamil pun, kamu sebaiknya menghindari formula yang satu ini. Studi telah menunjukan bahwa 45 persen pengobatan dengan menggunakan hydoquinone meresap ke dalam kulit dan berisiko mengontaminasi aliran darah. Oh, no!


    Paraben

    Tidak semua kandungan paraben berbahaya untuk tubuh. Tapi karena paraben dapat terakumulasi  didalam tubuh, kamu sebaiknya menghindari selama masa kehamilan. Penelitian menunjukan bahwa paparan paraben dapat menyebabkan gangguan bagi perkembangan janin, bahkan saat bayi telah lahir nanti. 




    Chemical Sunscreens

    Menggunakan tabir surya adalah wajib! Apalagi paparan sinar matahari merupakan faktor utama penyebab masalah kulit, termasuk tanda penuaan. Akan tetapi, kamu harus memilih produk tabir surya yang tidak terbuat dari bahan kimia. Dalam kategori FDA (Food and Drug Administration), hanya kandungan zinc oxide dan titanium dioxide yang aman untuk kamu gunakan. 


    Formaldehyde

    Cosmo yakin kalau kamu sudah menghindari bahan kimia yang satu ini. Formaldehyde atau formalin dapat menyebabkan iritasi, masalah pernapasan, dan yang terbukur adalah kanker. Sebagian besar produk perawatan pelurus rambut dan cat kuku masih menggunakan kandungan tersebut, serta sejumlah merek kecantikan tidak berkredibilitas. 


    Sodium Lauryl Sulfat

    Periksa kandungan yang terdapat dalam produk perawatan rambut kamu. Sodium lauryl sulfat adalah bahan kimia yang berperan menciptakan busa dan sayangnya masih banyak produk yang menggunakan terlalu banyak konsentrat melebihi standart aturan kosmetik. Jadi, sebaiknya kamu tidak menggunakannya, terlebih saat masa kehamilan, ladies.


    Minyak Esensial

    Bagi para ibu hamil, minyak esensial bermanfaat untuk mengurangi rasa mual, mengurangi insomnia, dan memberikan efek relaksasi. Namun, kamu harus tetap berhati-hati sebab terdapat beberapa aroma yang dinilai tidak aman untuk janin, apalagi bila memiliki konsentrat yang tinggi. Pastikan kamu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter kandungan, ya.


    (Image: Pexels.com)