Lifestyle

Review Film: Glass, Penutup Manis Dari Para Superhero

  by: Redaksi       15/1/2019
  • Sekuel lanjutan dari Unbreakable (2000) dan Split (2017) ini merupakan film terakhir yang tergabung di dalam sebuah trilogy karya M. Night Shyamalan. Glass berangkat dari sebuah filosofi bahwa ada manusia super yang hidup di antara manusia lainnya: manusia super ini bermetamorfosis akibat trauma tingkat tinggi yang ia dapat, digabungkan dengan kejeniusan yang ia miliki. Hal inilah yang mengubah seseorang menjadi superhero, atau dalam kasus Elijah Price (Samuel L. Jackson) alias Mr. Glass yang ultrabreak, seorang supervillain. Price adalah orang pertama yang mengemukakan teori di atas - yang ia adaptasi dari sekian banyak komik superhero yang telah ia baca sejak kecil. Ia berpendapat bahwa buku komik bukan sekedar khayalan yang ditujukan untuk fantasi anak-anak dan remaja, namun merupakan “cara kuno untuk melanjutkan sejarah,” yang pernah ia dijelaskan di dalam film Unbreakable (2000). Well, bagi kamu penikmat film Shyamalan, kamu pasti menyadari bahwa penjahat-penjahat super versi Shyamalan memang agak sedikit berbeda dari penjahat lain pada umumnya. Mereka menganggap bahwa orang yang memiliki tujuan mulia di dunia ada untuk menekan dan melawan mereka, para penjahat. 






    Di dalam film ini, kamu akan menyaksikan apa jadinya kalau tiga tokoh utama yang memiliki kekuatan super dari trilogy ini bertemu – David Dunn (Bruce Willis) aka The Overseer, Elijah Price (Samuel L. Jackson) aka Mr. Glass, serta Kevin Crumb (James McAvoy) aka The Beast. Mereka juga ditemani beberapa tokoh yang merupakan kerabat dekat dari ketiga tokoh utama yang juga hadir di dua film sebelumnya, Joseph Dunn (Spencer Treat Clark), Mrs. Price (Charlayne Woodard), dan Casey Cooke (Anna Taylor-Joy). Tak lupa, Sarah Paulson juga turut berperan sebagai seorang psikiatris handal yang ditugaskan untuk merawat ketiga tokoh super tersebut. Pssst…Shyamalan juga muncul sebagai cameo di salah satu scene, lho!





    Seperti di film Split (2017), kecakapan berakting James McAvoy dalam menampilkan seluruh 24 kepribadian yang ada di dalam diri Kevin Wendell Crumb memang begitu mengesankan! Aktingnya begitu lihai, membuat film ini menarik untuk terus dinikmati hingga detik terakhir. Filosofi yang menjadi dasar konsep pembuatan ketiga film juga terdeskripsikan dengan baik, membuat Glass bisa dikatakan sebagai sebuah penutup yang cukup baik.




    Namun sayang, jika Anda penggemar film superhero, Glass tidak cukup stand-out dibandingkan film superhero lainnya. Jalan cerita yang diusung tidak berbeda jauh dan mudah ditebakdengan konsep seseorang yang memiliki trauma dari masa lalunya, kemudian bangkit melakukan sesuatu untuk dunia. Di samping itu, dialognya pun kurang rapi, membuat beberapa line terdengar kurang "greget" di beberapa adegan. Character building yang sudah dilakukan dengan baik di dua film sebelumnya, malah terlihat berantakan di beberapa adegan, membuat beberapa tokoh terlihat tidak konsisten dengan karakternya masing-masing. Namun bagi Anda yang memang menyukai dan mengikuti alur cerita dua film pendahulunya, Unbreakable yang tayang 19 tahun lalu dan Split di tahun 2017, Glass masih tergolong sebagai film penutup yang baik walau memang sedikit kurang apik.


    Bagi kamu yang ingin menonton film ini, Cosmo sangat menyarankan agar kamu menonton kedua film pendahulunya, Unbreakable dan Split. Film ini akan cukup membingungkan jika kamu belum familiar dengan kisah-kisah sebelumnya. Also, if you cannot wait any longer to see it, Glass akan mulai tayang di bioskop kesayangan kamu besok! Tapi sebelumnya, yuk tonton trailer-nya di bawah ini!






    (Thalita Cahyani / Image: Doc. Outnow.ch / Video: Youtube)