Love & Sex

10 Mitos Seks Populer yang Wajib Kamu Tahu Faktanya

  by: Kezia Calesta       20/1/2019
  • Girls, jangan langsung memercayai “fakta” seputar seks yang kamu dengar dari orang lain. Ada banyak isu seks yang sebetulnya hanya mitos, namun banyak orang masih keliru. Berikut adalah 10 mitos seputar seks yang perlu kamu tahu.


    Mitos #1: Pria memiliki gairah seks yang lebih tinggi dari wanita.

    Wanita juga merupakan makhluk seksual. Pria biasanya lebih bersifat terus terang dan terbuka terhadap topik seks ketimbang wanita, namun berbagai teori ilmiah telah menyatakan bahwa gairah pria dan wanita muncul dengan cara dan frekuensi yang kurang lebih sama. 




    Mitos #2: Lubrikan hanya dipakai oleh pasangan yang berusia lebih tua.

    Siapa bilang? No matter your age, lubrikan dapat mengurangi rasa sakit atau perih yang dialami Miss Cheerful dan membuat seks lebih nikmat. Sebuah riset oleh Skyn Condoms telah membuktikan bahwa wanita muda juga menyukai seks yang lebih “smooth”: 80% wanita milenial di Amerika Serikat mengaku bahwa mereka sering menggunakan lubrikan di ranjang. Nah, berikut adalah variasi yang bisa diterapkan dengan penggunaan lubrikan!


    Mitos #3: Ukuran sepatu = ukuran Mr. Happy.

    Ha, seandainya menebak ukuran Mr. Happy memang semudah ini! Faktanya adalah, belum ada riset yang membuktikan korelasi di antara ukuran sepatu dan ukuran penis. Bahkan, sebuah studi yang diambil dari 104 pria di UK mengungkapkan bahwa 0% mengasosiasikan ukuran sepatu mereka dengan panjangnya Mr. Happy. 


    Mitos #4: Gunakan dua kondom saat berhubungan seks untuk memastikan kondom tidak sobek.

    Sebaliknya, menggunakan dua kondom saat berhubungan seks tidak akan memberikan Mr. Happy double protection - hal tersebut malah akan menimbulkan gesekan di antara keduanya yang mengakibatkan kondom sobek. So… menggunakan dua kondom malah dapat meningkatkan risiko kehamilan atau terkena penyakit menular seksual! No, thanks.


    Mitos #5: “Squirting” tidak benar-benar terjadi.

    Menurut sebuah studi pada tahun 2013, 54% wanita mengalami ejakulasi (keluarnya cairan berwarna bening atau putih dalam jumlah kecil) atau squirting (keluarnya cairan putih dan air seni dalam jumlah yang lebih banyak) saat mereka berorgasme. 


    Mitos #6: Seks anal tidak berisiko.

    OK, kamu memang tidak bisa hamil, namun itu tidak berarti kamu bebas dari penyakit menular seksual, lho. Menurut ginekolog Leah Millheiser, MD., virus HPV, HIV, herpes, dan penyakit seksual lainnya dapat tertular lewat seks anal yang tidak menggunakan pengaman.




    Mitos #7: Sex toys hanya digunakan oleh pasangan yang kinky.

    Nope, kamu tidak harus memiliki fantasi aneh untuk menggunakan sex toys! “Sex toys dapat mengubah rutinitas dan membuat seks semakin bervariasi dan kreatif,” ungkap penulis buku Sheology, Sherry Ross, MD. Girls, anggap saja sex toys sebagai alat bantu seru yang bisa membantumu mencapai klimaks dengan lebih mudah. Vibrator dapat memberikan stimulasi nikmat pada klitoris saat kamu sedang masturbasi atau berhubungan seks dan meningkatkan kemungkinan orgasme. Girls, berikut adalah 7 situs terpercaya untuk membeli sex toys. You’re welcome!


    Mitos #8: Berhubungan seks saat menstruasi dapat mencegah kehamilan dan penyakit seks menular / HIV.

    Satu-satunya cara untuk mencegah penyakit seks menular / HIV adalah dengan menggunakan kondom. Berhubungan seks saat menstruasi, seks dalam bak mandi, dan buang air kecil setelah seks tidak akan menghentikan penularan STD (Sexually Transmitted Diseases) ataupun mencegah kehamilan. 


    Mitos #9: Tes penyakit kelamin hanya untuk orang yang suka mengganti pasangan.

    Banyak yang berasumsi bahwa penyakit seks menular hanya bisa tertangkap oleh orang yang berhubungan seks dengan banyak pasangan. Faktanya adalah, siapapun yang pernah berhubungan seks tanpa kondom dapat mengidap STD. Saat mencapai usia 25 tahun, perkiraannya adalah 1 dari 2 orang yang aktif berhubungan seks mengidap STD, dan mereka tidak menyadarinya karena ada berbagai macam STD yang tidak menunjukkan gejala apapun. So, get yourself tested!


    Mitos #10: Bila saya terkena penyakit seks menular, termasuk HIV, saya tidak bisa sembuh.

    Semakin cepat kamu mengetahui kondisi tersebut, semakin cepat kamu bisa mencari pengobatan dan menanganinya. Ada bermacam treatment untuk berbagai tipe STD - jika dokter memberikanmu antibiotik untuk menyembuhkan penyakit tersebut, kamu harus menghabiskan semua obat yang diberikan dokter meskipun gejalanya sudah hilang. Hindari juga hubungan seks hingga infeksi tersebut sudah 100% sembuh, dan minta pasanganmu untuk mengecek kondisinya juga. Perawatan untuk HIV memang lebih sulit, namun kini orang yang mengidap HIV tetap bisa menjalani hidup dengan sehat jika mereka terus melanjutkan treatment. Maka dari itu, sebaiknya lakukan pengecekan setiap 6 bulan sekali bila kamu aktif secara seksual.


    (Image: doc. Designed by Freepik )