Career

Tips dan Trik Mendapat Nilai Tes IELTS Tinggi

  by: Redaksi       30/1/2019
  • Berencana untuk studi atau bahkan pindah ke negara yang memiliki bahasa nasional Bahasa Inggris? Wah, kalau begitu, kamu perlu memenuhi persyaratan untuk memiliki nilai test IELTS. The International English Language Testing System, atau yang biasa dikenal sebagai IELTS, didesain untuk menguji kemampuan berbicara, mendengar, membaca, serta menulis dalam Bahasa Inggris kamu. Tes bahasa ini mungkin akan terlihat sulit dan agak mengintimidasi pada awalnya, namun, dengan banyak latihan dan persiapan yang cukup, kamu tentu saja bisa meraih nilai yang kamu inginkan! Berikut Cosmo beri kamu beberapa tips dan trik agar kamu bisa mendapat nilai tes IELTS yang tinggi. 




    1. Pasang telinga

    Setiap rekaman yang menjadi bagian dari listening test akan hanya diputar satu kali saja, lho! Dan, banyak sekali aksen bahasa dari Amerika Utara, Australia, New Zealand atau Britania Raya yang digunakan. Jadi, akan sangat menguntungkan untuk kamu apabila kamu bisa mengerti dan sudah terbiasa mendengar aksen-aksen tersebut. Kamu bisa melatih kemampuan telinga kamu dengan membiasakan untuk mendengar dan menonton acara-acara berita dan film di berbagai platform media, seperti Youtube, TV, atau bahkan layar lebar bioskop. Berbagai acara berita internasional yang memiliki penyusunan bahasa inggris yang baku sangat bisa membantu kamu. Intinya, pilih sumber belajar yang baik dan bisa menjamin kemajuan kemampuan kamu dan jangan lupa pasang telingamu untuk mendengarkan setiap kata secara runtut, tetapi jangan lupa untuk mengisi lembar jawabanmu dengan tepat, ya!


    2. Baca instruksi dengan saksama

    Hati-hati ketika ingin mengisi lembar jawaban dari tiap bagian dari tes IELTS, karena mereka memiliki ketentuan jawaban yang berbeda-beda. Apabila lembar soal meminta kamu untuk melengkapi sebuah kalimat menggunakan instruksi “NO MORE THAN TWO WORDS”, maka jawaban kamu yang melebihi dari dua kata yang diperintahkan adalah salah, walaupun maksudnya sama – contoh : jawaban yang benar adalah plastic bottle, sedangkan bottle made from plastic salah. Kemudian pada writing test, kamu akan diminta menulis dengan ketentuan jumlah minimum kata dan apabila kamu menulis jumlah kurang dari yang diminta, kamu akan kehilangan poin.


    3. Latihan, latihan, dan latihan

    Manajemen waktu adalah hal yang paling penting ketika menghadapi tes IELTS. Kamu harus bisa membagi waktumu dengan tepat agar kamu bisa mengerjakan semua bagian dari tes. Pada bagian listening, durasi dari tes sendiri adalah 40 menit, tetapi, kamu diberikan waktu hanya 10 menit untuk menuliskan jawabanmu, sehingga banyak latihan sangat bisa membantumu berpacu dengan waktu. Tak hanya itu, latihan juga dapat mengidentifikasikan kelebihan dan kekurangan kamu di setiap section of the test. Apabila kamu merasa mengalami kesulitan pada suatu bagian, kamu bisa lebih menaruh fokus ke bagian tersebut. Jadi, perbanyaklah latihan yang menggunakan simulasi seolah-seolah kamu sedang menghadapi tes IELTS yang sebenarnya.




    4. Menyusun strategi

    Selagi kamu memperbanyak latihan, kamu bisa mengatur strategi. Kamu dapat mengembangkan metode dan teknik pengerjaan tertentu yang menurut kamu bisa membantu menghemat waktu pengerjaan tapi tetap teliti serta efisien ketika menjawab soal. Pada listening test misalnya, menggarisbawahi keywords dapat membantu kamu fokus kepada konsep utama dari soal. Untuk menghemat waktu pada reading test, kamu mungkin bisa merujuk kepada soal terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang dicari baru kemudian mencari jawabannya di dalam teks. Terdapat berbagai macam metode dan teknik yang mungkin berguna bagi orang lain, tapi tidak dengan kamu. Oleh karena itu, temukan strategi yang cocok dan bisa mempermudahmu bekerja. 


    5. Menulis seperti native english speaker

    Agar terbiasa menulis seperti native English speaker, cobalah untuk membaca berbagai bacaan dalam bahasa inggris, seperti koran, novel, majalah, iklan, esai dan berbagai laporan mengenai budaya, sains, dan lainnya! Setelah itu, jangan takut untuk coba menulis menggunakan kosa kata yang baru kamu temukan atau ketahui. Saat kamu sudah mulai merasa nyaman menulis dengan bahasa inggris, kamu bisa perlahan menulis dan menyusun paragraf secara baik.


    6. Cari partner belajar

    Carilah teman yang menurut kamu memiliki kemampuan berbahasa inggris di atas rata-rata. Kamu bisa memintanya untuk menjadi partner latihan sehari-hari, terutama dalam conversation. Jangan lupa untuk selalu meminta kritik dan saran kepada temanmu atau gurumu. Rekam latihanmu dan putar ulang untuk kamu dengarkan. Melalui cara ini, kamu dapat mengetahui kekurangan kamu – apakah kamu berbicara terlalu cepat? Apakah terbata-bata? Apakah jawabanmu jelas dan logis sesuai dengan pertanyaannya? Kamu juga bisa berlatih berbicara di depan cermin apabila kesulitan menemukan teman.




    (Thalita Cahyani / Image: Doc. Jekaterina Kraverska©123RF.com)