Career

8 Alasan yang Sering Kita Buat-buat yang Justru Bikin Boros!

  by: Alvin Yoga       2/1/2020
  • Ayo mengaku, siapa yang sering mengalami masalah keuangan ini: Menjelang akhir bulan, tiba-tiba saja kamu jadi pintar menghemat uang dan mampu mengatur bujet dengan keadaan uang yang pas-pasan; tapi setelah hari gajian tiba, kamu kembali jadi manusia impulsif yang merasa tak masalah kalau harus mengeluarkan Rp50.000,- hanya demi segelas kopi.


    Feeling related? Yeah, so are we! Dan Cosmo pikir, sudah saatnya kita mulai mengakhiri siklus di atas. Pertanyaannya, bagaimana? Salah satu hal yang kemudian Cosmo sadari adalah kita sering berdalih dengan “alasan-yang-dibuat-buat”. Semisal, “Ah, akhirnya selesai juga dua meeting panjang ini. Makan apa, ya? Makan yang agak mahal sepertinya engga apa-apa.” If you notice, alasan-alasan seperti inilah yang pada akhirnya membuat kita melakukan pengeluaran yang semestinya tidak kita lakukan. Berikut ini Cosmo merangkum beberapa kalimat yang mungkin terasa familier bagi kamu, dan apa yang harus kamu lakukan ketika kalimat tersebut mulai muncul di dalam pikiran kamu. Here’s to not giving up!




    1. Alasan kamu: Tapi, ini kan ada potongan 70%.

        Rekening kamu: Surpriseee! Aku juga lagi potongan 70%, nih.

    Setiap kali kamu melihat stiker atau papan pemberitahuan berwarna merah di kaca store (terutama di toko retail atau toko online favorit kamu), coba untuk alihkan pandangan sebelum kamu menyumbang isi dompet pada potongan harga yang mereka berikan – terutama ketika isi rekening sedang tipis. Masalahnya, tulisan seperti “50%” dan “ Buy 1 Get 1” inilah yang mungkin menjadi salah satu strategi terbaik mereka dalam membuat para konsumen masuk ke toko, melihat-lihat, kemudian mencoba, dan pada akhirnya membeli. Tak jarang juga, kamu jadi mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membeli beberapa barang “karena harganya murah”. Here’s the truth: Tak peduli seberapa besar potongan yang kamu dapatkan, intinya, uang kamu tetap melayang pergi dari dalam dompet.


    Di tahun 2020 ini, Cosmo tantang kamu:

    Cobalah untuk tetap mengikuti bujet – especially – di tengah krisis-potongan-harga yang mungkin sulit kamu tolak. Tanyakan pada diri sendiri: Apakah saya benar-benar sedang membutuhkan sepatu baru, atau rok baru, atau nude lipstick baru? Kalau jawabannya “tidak”, taruh kembali barang tersebut, alihkan pandangan kamu, dan melangkahlah keluar toko secepat mungkin. This way, nobody gets hurt.


    2. Alasan Kamu: Saya butuh liburan. Titik.

        Rekening Kamu: Saya juga butuh liburan…dari saldo kosong. Hmm, kira-kira kapan, ya?

    Sure, Cosmo paham bagaimana rasanya scrolling Instagram terkadang membuat kita bermimpi untuk bisa berada di belahan dunia lain, jauh dari keriuhan kota Jakarta yang mungkin membuat kita stres. And who can blame you? Masalahnya, saat ini kamu mungkin sedang tak punya bujet untuk traveling, tapi kamu juga sebaiknya bersedih karena hal tersebut.


    Di tahun 2020 ini, Cosmo tantang kamu:

    Tak bisa pelesir di kesempatan kali ini tak berarti kamu tak bisa bepergian di kesempatan lain; the truth is, yang kamu butuhkan hanyalah waktu. Cari tahu ke mana kamu ingin pergi dan kapan kamu ingin berlibur. Kemudian, buat bujet yang diperlukan dan mulai sisihkan uang setiap minggunya – ingat, setiap minggu – untuk kebutuhan tersebut. You’ll be packing your bags before you know it.


    3. Alasan kamu: Saya benar-benar butuh kopi. Boleh pesan triple shot venti?

        Rekening kamu: Bagaimana kalau… kopi hitam saja?

    Memesan minuman di toko kopi memang terkadang cukup tricky. Apa yang kamu butuhkan bisa jadi tertukar dengan apa yang kamu inginkan. Masalahnya, apakah kamu benar-benar harus mengeluarkan Rp20.000,- sampai Rp40.000,- setiap harinya hanya untuk segelas kopi? Kalau dihitung-hitung kembali, kamu bisa menghabiskan Rp500.000,- sampai Rp1.000.000,- setiap bulannya hanya untuk “kebutuhan” kopi semata. Wah, seharga pakaian baru, nih.


    Di tahun 2020 ini, Cosmo tantang kamu:

    Memanjakan diri boleh-boleh saja, asalkan tidak terlalu sering. Cobalah untuk mentraktir diri kamu dengan segelas atau dua gelas kopi dalam satu minggu – di hari Senin ketika kamu merasa paling malas bekerja, atau di hari Jumat ketika akhir pekan akhirnya tiba, atau mungkin di hari-hari tertentu di mana kamu mengalami masa-masa terberat di kantor. Untuk hari-hari lainnya, cari opsi kopi yang lebih murah – semisal membuat kopi sendiri di kantor. Memang, sih, terlihat kurang glamorous dibandingkan kamu membeli kopi di kafe, tapi yang kamu butuhkan kan kafeinnya, betul?


    4. Alasan kamu: Yaaay, aku dapat pekerjaan baru! Beli sepatu baru, ah!

        Rekening kamu: Hey, sepatu yang terakhir kali kamu beli rasanya belum pernah keluar dari dalam kotak, lho.

    Entah itu pekerjaan baru atau promosi untuk jabatan baru, satu hal yang pasti: kamu harus tampil sesuai dengan titel yang didapat. Tapi bukan berarti kamu jadi punya alasan untuk belanja beberapa pakaian baru ketika sebenarnya tak ada yang salah dengan isi lemari baju kamu. Kalau kamu mendapat pekerjaan di perusahaan baru, hey tak ada seorang pun di kantor tersebut yang pernah melihat kamu dengan pakaian-pakaian yang kamu miliki saat ini. Jika kamu mendapat kenaikan jabatan, jangan buat kenaikan gaji menjadi sebuah alasan untuk menghabiskan uang demi hal-hal yang kamu inginkan.


    Di tahun 2020 ini, Cosmo tantang kamu:

    Kemungkinan terbesar, kamu mendapat pekerjaan baru atau kenaikan jabatan bukan karena apa yang kamu kenakan, tapi karena etika bekerja, pencapaian di kantor, dan juga performa kerja yang memuaskan. Sah-sah saja membeli satu atau dua pakaian baru, tapi usahakan untuk mix and match pakaian yang ada demi menghasilkan satu ide outfit yang baru. Saran tambahan: Luangkan akhir pekan untuk melihat-lihat isi lemari pakaian, kemudian pisahkan pakaian-pakaian layak pakai yang tidak ingin kamu pakai lagi untuk kemudian disumbangkan. Dengan begitu kamu jadi tahu apa saja item pakaian yang tidak kamu miliki dan bisa kamu beli di kesempatan lain.




    5. Alasan kamu: Ugh, hari ini benar-benar melelahkan. Saatnya menghibur diri!

        Rekening kamu: Ugh, saya juga lelah dipakai terus-menerus seperti ini.

    Terkadang, hari Jumat bisa sama menyebalkannya seperti hari-hari Senin pada umumnya. Tapi karena ini adalah akhir pekan, kamu jadi merasa tak punya alasan untuk menolak ajakan the girls berpesta atau hangout sampai larut malam, apalagi setelah kamu menghabiskan hari atau minggu yang melelahkan di kantor. Warning: Kebiasaan seperti ini juga bisa membuat kamu “lelah”, lho, terutama setelah kamu tahu berapa banyak uang yang kamu habiskan untuk “menghibur diri”. Ups!


    Di tahun 2020 ini, Cosmo tantang kamu:

    Ada banyak kegiatan-kegiatan yang lebih baik, dengan harga yang lebih terjangkau, dan pengalaman yang lebih memorable, yang mana pada akhirnya kamu tak harus merasa bersalah pada dompet sendiri. Sudahkah kamu mengunjungi museum-museum yang ada di kota kamu? Pernahkah mengikuti kegiatan sosial di akhir pekan? Opsi lainnya, cobalah untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman terdekat dengan potluck atau Netflix and chill di rumah. Apapun pilihan kamu, cobalah aktivitas yang bisa memberikan pengalaman baru, tanpa harus menguras dompet dalam jumlah besar.


    6. Alasan kamu: Mungkin aku harus mendaftarkan diri di gym supaya aku engga malas olahraga.

        Rekening kamu: Yakin masih punya waktu untuk nge-gym?

    Banyak orang membuat kesalahan dengan mendaftarkan diri menjadi member gym tanpa berpikir panjang bahwa berolahraga sebenarnya membutuhkan komitmen yang besar. Yup, nyatanya, dengan menjadi member gym semata tak membuat kamu tiba-tiba jadi rajin berolahraga. Dan, jangan mencoba-coba untuk membuat alasan serupa seperti, "Membeli sepatu lari baru akan membuat saya lebih rajin lari sore." Tanpa keinginan yang kuat untuk hidup sehat, uang kamu hanya akan terbuang percuma untuk rentang waktu (setidaknya) setahun ke depan.


    Di tahun 2020 ini, Cosmo tantang kamu:

    Jika tempat gym tersebut memiliki trial sessions, coba ambil kesempatan itu sebelum kamu memutuskan untuk mendaftar. Kalau kamu mendapatkan lebih dari satu kali trial sessions, maka coba berbagai opsi, seperti datang sepulang kerja (terutama di hari Senin yang biasanya super-sibuk dan di hari Jumat ketika “undangan” berpesta biasanya datang), dan di kala akhir pekan. Kemudian pikirkan kembali, apakah kamu jadi menghabiskan lebih banyak uang dengan datang ke gym (semisal kamu jadi lebih banyak makan di luar atau menghabiskan lebih banyak uang untuk transportasi)? Apakah tempatnya terlalu ramai dan membuat kamu kurang nyaman berolahraga? Ataukah kamu merasa malas untuk datang di hari-hari tertentu seperti hari Senin dan Jumat, atau di hari yang padat dengan banyak meeting? Jika kamu merasa ada banyak alasan yang nantinya bisa menghentikan kamu untuk berolahraga di gym, maka usahakan untuk berolahraga di rumah dengan mengunduh aplikasi olahraga gratis – seperti Nike Training Club atau 30 Day Fitness Challenge – di smartphone


    7. Alasan kamu: Aku sudah bekerja sangat keras. Boleh dong, bersenang-senang sedikit.

        Rekening kamu: Minggu lalu alasannya juga sama seperti itu.

    Kamu mungkin sudah berhasil mengirit beberapa pengeluaran, dan belajar bahwa reward system – kamu boleh bersenang-senang hanya ketika kamu sudah selesai melakukan tugas tertentu – adalah suatu hal yang efektif. Good job! Ini merupakan salah satu langkah yang baik. Tapi ingat, kamu tetap harus membuat batasan mengenai berapa kali kamu boleh bersenang-senang dan berapa bujet untuk hal tersebut. Jika tidak, hasilnya kamu jadi berfoya-foya setiap minggu dan ujung-ujungnya tetap saja overspending.


    Di tahun 2020 ini, Cosmo tantang kamu:

    Tanyakan pada diri sendiri, “Apakah saya benar-benar membutuhkan reward dengan menghamburkan uang untuk hal ini?” Jika tidak, ada banyak lho, hal yang bisa kamu lakukan tanpa mengeluarkan banyak uang sebagai reward. Semisal, kamu bisa menggunakan waktu luang yang tersisa dengan melanjutkan hal-hal yang belum sempat kamu lakukan, seperti binge-watch serial TV favorit kamu yang belum sempat ditonton, atau mencoba resep masker DIY yang sudah lama kamu idam-idamkan.


    8. Alasan kamu: What’s the big deal? Ini kan bonus!

        Rekening kamu: That’s not the point. Hey, saya juga butuh bonus!

    With great bonus power comes great financial responsibility. Mendapatkan bonus memang sering membuat kita lupa diri. Padahal bonus tersebut didapat dari hasil kerja keras selama berbulan-bulan, dan tak semestinya dihabiskan begitu saja dalam waktu singkat. Memang, tak ada yang menyalahkan jika pada akhirnya kamu memutuskan untuk menghabiskan uang tersebut dengan berfoya-foya, toh itu hak kamu. Tapi, kalau kamu punya keinginan besar selama ini, sebut saja traveling demi melihat aurora, maka sebaiknya sisihkan uang tersebut ke dalam bujet traveling sebelum akhirnya habis tak bersisa. Atau, gunakan uang tersebut untuk mengisi emergency fundhmm, tabungan yang ini sudah terisi penuh belum?


    Di tahun 2020 ini, Cosmo tantang kamu:

    Cobalah untuk berpikir jauh ke depan, dan visualisasikan apa yang kamu inginkan dalam tiga tahun mendatang. Gunakan keinginan tersebut sebagai motivasi kamu untuk menyimpan alih-alih menghabiskan uang. Jika pada akhirnya kamu tetap memutuskan untuk tetap menggunakan uang tersebut demi membeli tas atau sepatu baru, well that’s okay, asalkan bujetnya sesuai dengan jumlah uang yang kamu terima. Sejujurnya, akan lebih baik jika kamu tak menghabiskan seluruhnya. Sisakan sejumlah uang, meski mungkin jumlahnya tidak seberapa, tetap lebih baik menabung sedikit dibanding tidak sama sekali.


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Artem Beliaikin on Unsplash)