Career

Cara Mudah Belanja Bulanan Tanpa Boros Langsung dari Ahlinya

  by: Alvin Yoga       4/1/2020
  • Satu lagi problem keuangan bagi para milenial: Tak semuanya pandai soal belanja bulanan. Termasuk saya! Saya selalu ingin bisa berbelanja dengan baik. Namun ujung-ujungnya, pilihannya antara saya jadi boros banget, atau jadi iriiitt banget, namun isi keranjang saya 64 persennya adalah mi instan. @saya!

    Begini situasinya: Lagi-lagi rasa bingung itu muncul di hari Minggu jam 11 siang. Setiap kali saya membuka kulkas dengan keinginan untuk memasak sesuatu di akhir pekan, yang saya lihat hanyalah setumpuk sayur yang terlihat kurang segar, beberapa buah yang tersisa dari hasil belanja minggu kemarin, keju kemasan yang entah sudah berapa lama tersimpan di sana, serta beberapa butir telur. Saya akan menatap isi kulkas dalam waktu yang cukup lama, sampai akhirnya saya membuang napas dengan berat dan memutuskan untuk membeli pizza saja (tentu lewat pesan-antar, karena saya terlalu malas untuk drive-thru) dan berpikir: saya harus belanja ke pasar swalayan. Segera.

    Saya mengaku, saya tak terlalu pandai dalam urusan belanja bahan makanan. Like, saya-pergi-dengan-keinginan-kuat-untuk-memasak-dan-belanja-bahan-makanan-yang-sehat-tapi-pulang-dengan-setumpuk-mi-instan-di-tangan. Seburuk itu.



    Setidaknya, saya mulai menyadari kekurangan tersebut dan tak mau tinggal diam. Saya ambil pena dan kertas kosong dari meja telepon, lalu mulai membuat rencana. Ada banyak orang yang rela menghabiskan waktunya di akhir pekan untuk membuat daftar belanja yang sempurna. Well, saya juga bisa.

    Tapi begitu saya duduk dan melihat-lihat menu makanan yang (katanya) mudah dibuat, lagi-lagi saya bingung. Ketika saya membaca daftar resep dan bahan makanan yang dibutuhkan, rasanya seperti saya tak pernah mengenal makanan tersebut sama sekali. Sayur sop? Rasanya tak pernah dengar. Ayam goreng mentega? Siapa dia? Dan sebelum kamu marah, yes, tentu saja saya tahu apa Pinterest. Tapi aplikasi itu terlalu banyak memberikan inspirasi. Mana resep Cap Cay yang paling baik? Someone? Anyone? Help!

    Jadi, lagi-lagi saya pergi ke pasar swalayan tanpa daftar yang jelas. Saya berkeliling dengan hati-hati dari satu jalur ke jalur lain, seperti berjalan-jalan di museum, hanya untuk mengambil tiga hal yang sama yang selalu saya beli setiap kali ke pasar swalayan: setumpuk mi instan, sekotak telur, beberapa buah, dan literally nothing else. Dan karena saya tak punya ide untuk mengubah mi instan tersebut menjadi sarapan, atau makan siang, atau makan malam yang lebih baik, saya tak membeli makanan lain untuk melengkapi makanan tersebut, seperti, mungkin sosis, bakso, sayuran, atau, uh, seisi peternakan?

    Mungkin ini masalah terbesarnya: memasak membutuhkan banyak bahan makanan. Dan bahan-bahan makanan tersebut harganya setelah ditotal: mahal. Semisal kecap asin, kecap manis, kecap saus tiram dan kecap-kecap lainnya. Dan kalau saya ingin membuat roti-isi-alpukat, apakah kamu pernah mengecek harga roti gandum, kacang almond dan alpukat belakangan ini? Butuh gaji yang cukup besar untuk bisa makan-makanan sehat seperti itu setiap harinya. Terkadang saya ingin, sih, membeli bahan-bahan tersebut untuk sarapan. Tapi begitu saya mengangkat kantong roti dari rak dan menatap nanar harganya, otak saya langsung menghitung dengan cepat berapa uang yang kira-kira harus saya keluarkan untuk sarapan, dan saya mulai panik. Detik berikutnya, kantong roti itu sudah kembali duduk dengan manis di rak etalase. 

    Setelah 40 menit berkeliling pasar swalayan, saya melihat keranjang belanja saya yang hampir penuh dan berpikir, “Ya, tak apa.” And you know, it is totally fine. Lebih sedikit makanan di kulkas = lebih sedikit waktu yang terbuang untuk memasak = lebih banyak waktu untuk melanjutkan tontonan serial drama Korea favorit saya. Lagi, saya jadi tak perlu menghabiskan banyak uang atau menambah tumpukan food waste. Sorry (not sorry), daftar belanja dan resep masakan di Pinterest yang pernah saya buat. Waktu saya untuk menghabiskan akhir pekan yang berharga ini semakin sedikit!


    Okay, but here’s some actual help!!

    Butuh tips untuk belanja bulanan (tanpa boros)? Tenang, Cosmo sudah menyiapkan beberapa saran yang tepat untukmu!


    Pick Two

    Dibanding membeli banyak produk dalam satu waktu, triknya adalah beli dua macam buah atau sayuran yang bisa digunakan untuk beberapa resep sekaligus agar lebih hemat. Saran Cosmo, belilah brokoli, wortel atau kol yang bisa bertahan cukup lama dan bisa digunakan dalam berbagai jenis masakan. Begitu juga dengan buah, cari yang tidak mudah busuk (pisang cepat sekali matang dan busuk), seperti apel, jeruk atau anggur.


    Order online

    Ada banyak aplikasi belanja online yang bisa kamu gunakan, seperti SayurBox atau HappyFresh, untuk menghindari pembelanjaan yang impulsif di pasar swalayan. Selain itu, memesan secara daring juga membuat kamu mampu double-check isi kulkas dan dapur sehingga kamu tak lagi membeli bahan belanja yang sudah kamu miliki. Jadi tidak boros, kan?


    Maze-like layout

    Apakah kamu sadar bahwa barang-barang yang biasa kamu cari untuk kebutuhan sehari-hari (seperti sayuran, buah-buahan, susu dan sebagainya) biasanya berada di ujung terjauh dari pintu masuk? Ini adalah strategi desain internasional yang membuat kamu harus berkeliling pasar swalayan terlebih dahulu, lalu tergoda mengambil satu atau dua barang promo, baru kemudian mengambil apa yang sebenarnya kamu butuhkan. Jika kamu ingin menghindari hal tersebut, saran Cosmo, berjalanlah langsung ke ujung toko tanpa melirik kanan-kiri. Remember: you can’t buy Oreos if you can’t see Oreos.


    Control your eye

    Salah satu trik supermarket untuk terus menjual barang premium dengan harga yang lebih tinggi adalah menaruh barang tersebut dengan posisi se-level mata (barang-barang tersebut biasanya diletakkan setinggi 1,57 meter – rata-rata eye level dari pembeli perempuan) agar lebih menarik perhatian. Jangan lupa untuk melirik ke bagian bawah rak karena biasanya barang yang kamu butuhkan terdapat di posisi tersebut – hal ini terbukti bisa membuat kamu lebih hemat hingga 25%.




    Have a snack

    Jangan (ingat: Jangan. Pernah.) berbelanja ketika sedang lapar. Penelitian yang dilakukan oleh Financial Diet menunjukkan bahwa mereka yang sedang lapar biasanya lebih impulsif untuk mengambil barang-barang yang sebenarnya hanya mereka inginkan dan bukan mereka butuhkan. Makan sedikit camilan sebelum ke pasar swalayan, atau pastikan kondisi perut kamu sudah kenyang.


    Full it first

    Sudah membuat daftar belanja? Bagus, sekarang isi keranjang kamu (sebisa mungkin hindari trolley supaya kamu tak impulsif, dua keranjang bahkan masih jauh lebih baik) dengan barang-barang di dalam daftar belanja sebelum kamu berkeliling pasar swalayan lebih jauh. Dengan cara ini, begitu keranjang mulai terasa berat, kamu akan merasa lebih malas untuk mengambil hal-hal lain yang (sebenarnya) kurang kamu butuhkan.


    Know the seasons

    Barang-barang musiman (seperti buah-buahan) akan jauh lebih murah ketika masa panennya sedang berlangsung. Jadi kenali musimnya dan belilah ketika masa panennya tiba. Semisal, hindari membeli stroberi atau mangga di bulan Januari karena selain kondisinya mungkin kurang baik, harganya pasti selangit.


    Make it balance

    Membuat menu makanan yang mengandung daging memang pasti menghabiskan lebih banyak uang. Triknya, belilah produk-produk penghasil protein tersebut ketika sedang diskon, lalu cuci bersih dan bekukan di dalam kulkas. Menurut Financial Diet, tak jadi masalah kok, kalau kamu membeli daging dalam porsi yang lebih banyak, namun imbangi dengan menjauhi fast food dan makan di restoran agar uang kamu tak banyak terkuras.


    Delicious smell

    Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa barang-barang yang menggugah hidungmu – seperti roti dan bunga-bunga segar – terletak dekat pintu masuk? Menurut American Marketing Association, hal ini disebut “scent marketing”, dan biasanya dilakukan pasar swalayan agar kamu menghabiskan waktu 44% lebih lama di toko karena wanginya yang menggoda. Nice smell makes you feel better (to shop more).


    Buy pre-products

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Planet Money, sebuah podcast yang diproduksi oleh National Public Radio di Amerika Serikat, akan lebih baik jika kamu membeli bahan mentah dibanding produk siap-saji. Ayam mentah harganya akan jauh lebih murah dibanding ayam goreng mentega yang sudah mereka masak. Begitu juga dengan buah, harga buah semangka potong akan lebih mahal dibandingkan buah semangka utuh. Psst, kebiasaan ini akan membuat kamu lebih hemat hingga empat kali lipat, lho!


    Shop Alone

    Percayalah, mengunjungi pasar swalayan bersama the girls hanya akan membuat kamu lebih boros. Karena kamu akan “terpaksa” berkeliling toko dan tergoda untuk membeli satu atau dua barang secara impulsif. Akan lebih baik jika kamu berbelanja sendiri, dan pastikan untuk ikuti daftar belanja kamu. Happy grocery shopping, dear!


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. nrd on Unsplash)