Better You

Begini Girls, Cara Menghitung Siklus Menstruasi!

  by: Fariza Rahmadinna       7/1/2020
  • Setiap bulannya, sebagai seorang perempuan dengan usia subur, wajarnya kamu akan mengalami menstruasi. Dikutip dari medlineplus, sebuah website informasi kesehatan yang dirilis oleh United States National Library of Medicine ,pada kondisi ini Miss V akan mengalami pendarahan normal yang terjadi sebagai bagian dari siklus biologis yang wajar dialami oleh semua perempuan. 


    Nah, sebelum kamu mengetahui bagaimana cara menghitung siklus menstruasi, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu pengertiannya. 




    Dilansir dari laman womenhealth, siklus menstruasi adalah siklus hormonal bulanan yang dialami oleh setiap perempuan, dihitung dari hari pertama menstruasi hingga sehari sebelum menstruasi bulan berikutnya, normalnya yaitu sekitar 28 hari hingga 35 hari. Meski begitu, hal ini tidak akan sama pada setiap perempuan. Dengan mencatat dan menghitung siklus menstruasi setiap bulannya, kamu dapat memprediksi tanggal menstruasi berikutnya dan juga dapat mendeteksi apabila ada gangguan kesehatan. Well, bagaimana cara menghitung siklus menstruasi yang benar? Cosmo akan memberi tahu kamu bagaimana caranya!


    Cara menghitung siklus menstruasimu yaitu: Semisal, hari pertama menstruasi di bulan ini jatuh pada tanggal 16 November, jangan lupa tandai di kalender ya, ladies! Selanjutnya, tunggu sampai menstruasimu berakhir. Lalu catat kembali tanggal hari pertama menstruasi di bulan berikutnya, semisal tanggal 14 Desember. Lalu hitung rentan waktu menstruasi dari hari pertama bulan sebelumnya (16 November) hingga sehari sebelum menstruasi bulan berikutnya (13 Desember). Setelah dihitung jaraknya adalah 28 hari. Inilah yang disebut dengan siklus menstruasi. 


    Lalu bagaimana cara menghitung siklus menstruasi yang tidak teratur? Sebenarnya cara menghitung siklus menstruasi teratur atau pun tidak teratur tetaplah sama. Namun, jika siklus menstruasimu tidak teratur, catat siklus menstruasimu selama enam bulan, lalu hitung rata-ratanya. Hasil inilah yang dijadikan perhitungan siklus menstruasi kamu. 


    Perlu diketahui, jumlah siklus menstruasi ini terkadang tidak selalu sama, lho. Bisa saja di bulan berikutnya, siklus menstruasi kamu lebih atau kurang dari 28 hari, dan tenang saja, ini adalah hal yang wajar. Contoh, bulan pertama 28 hari, bulan kedua 29 hari, bulan ketiga 30 hari, bulan keempat 27 hari, bulan kelima 26 hari, bulan keenam 28 hari. Semuanya dijumlah lalu dibagi 6, hasilnya adalah 28 hari. Inilah siklus menstruasi kamu dilihat dari rata-rata enam bulan. 


    Baca juga : 5 Hal Pengganggu Siklus Menstruasi


    Jika kamu sudah mengetahui cara menghitung siklus menstruasi dan menemukan kalau kamu memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, bisa jadi kebiasaan yang selama ini kamu lakukan adalah salah satu penyebabnya. Berikut ini empat penyebab kamu mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. 


    1. Penurunan Berat Badan atau Olahraga Secara Ekstrem. 


    Penurunan berat badan yang signifikan atau olahraga yang ekstrem dapat menyebabkan perempuan terlambat menstruasi. Memiliki kadar lemak tubuh yang rendah ternyata juga dapat mengubah kadar hormon reproduksi dan menyebabkan menstruasi tidak teratur. 




    2. Stres


    Stres dapat mengganggu keseimbangan hormon dan meningkatkan produksi kortisol di dalam tubuh. Saat hal ini terjadi, kortisol akan menghambat ovulasi dan menyebabkan menstruasi yang tidak teratur. Tidak hanya itu saja, stres juga dapat menurunkan kadar estrogen dan mengganggu intensitas darah yang keluar. Akibatnya, menstruasi jadi tidak teratur. Untuk itu, penting mengelola stres dan menjaga keseimbangan hormon di dalam tubuh. 


    Baca juga : Oops! Ini Dia 4 Fase Menstruasi yang Perlu Kamu Ketahui!


    3. Obesitas


    Tidak hanya penurunan berat badan yang dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, obesitas pun memiliki dampak yang sama. Hal ini terjadi karena obesitas dapat mengganggu produksi hormon yang membuat siklus haid menjadi tidak teratur. 


    4. Masalah Tiroid


    Dikutip dari Medical News Today, sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa sebanyak 44% perempuan yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur juga mengalami kelainan tiroid. Hipotiroidisme atau tiroid yang kurang aktif dapat menyebabkan periode haid yang lebih lama atau lebih sedikit dan juga meningkatkan rasa kram di perut. 


    Selamat menghitung siklus menstruasimu ya, dear!


    (Fariza Rahmadinna / VA / Image: Dok. Jealous Weekends on Unsplash)