Lifestyle

Cara Kamu Bisa Membantu Korban Kebakaran Hutan Australia

  by: Shamira Priyanka Natanagara       7/1/2020
  • Saat ini Australia sedang menghadapi krisis setelah musim kebakaran terburuk dalam seluruh sejarah negara tersebut. New York Times, Washington Post, dan The Guardian melaporkan bahwa kebakaran telah memburuk, karena pemadam kebakaran memberi peringatan pada warga bahwa mereka kemungkinan harus meninggalkan beberapa kota agar bisa mengungsi dengan aman. Ahli ekologi University of Sydney memperkirakan bahwa hampir setengah milyar mamalia, unggas, dan reptil meninggal akibat kebakaran. 

    Bahaya kebakaran meningkat karena angin kencang, dan ini telah menyebabkan evakuasi massal dan postingan media sosial yang mengejutkan, seperti video dan foto berikut:







    Walaupun tampak sangat suram, ada beberapa cara kamu bisa membantu upaya penyelamatan dan pemadaman kebakaran dari sofa rumahmu. Mari kita simak caranya.


    Pertama-tama, apa yang sedang terjadi dan apa penyebabnya?

    Ada rentetan kebakaran yang terjadi di Australia saat ini, kebanyakan sepanjang pantai timur dan selatan, yang menjadi tempat tinggal untuk kebanyakan warga negara kangguru. FOX melaporkan bahwa hampir enam juta hektare hutan dan semak-semak terbakar. Sebagai referensi, kebakaran hutan hujan Amazon pada 2019 yang menghebohkan dunia membentang seluas sekitar 930.000 hektare. Yup, it's TOTALLY a crisis.

    Australia pada umumnya memang memiliki "musim kebakaran", tapi yang satu ini luar biasa brutal dan para ahli pun sangat cemas. New York Times melaporkan bahwa kebakaran lebih parah tahun ini karena kombinasi "cuaca panas yang memecahkan rekor, kekeringan, dan kondisi angin kencang." Pemerintah Australia pun mengonfirmasi bahwa tahun 2019 adalah tahun paling panas dan kering sepanjang sejarah. The Climate Council (sebuah organisasi independen yang didanai masyarakat) juga mengatakan bahwa kondisi kebakaran hutan ini memburuk, lebih berbahaya, dan terjadi lebih lama akibat perubahan iklim. Meskipun kamu tidak tinggal di Australia, kamu bisa mempertimbangkan untuk menghubungi pejabat di daerahmu untuk membahas perubahan iklim sebagai tanggapan kejadian ini.

    Sejak Jumat minggu lalu, inilah tampilan makro area yang terkena dampak kebakaran hutan, menurut peta api dari situs geosains pemerintah Australia:



    Kebakaran hutan ini dimulai pada bulan September 2019, tapi telah memburuk sejak beberapa hari terakhir ini, dengan para pakar memberi peringatan bahwa kondisi akan menjadi lebih parah. Sekarang, puluhan orang hilang dan setidaknya 19 orang tewas akibat kebakaran ini.


    Oke, bagaimana cara saya bisa membantu pemadam kebakaran untuk menghentikan krisis ini?

    Karena api menyebar dengan cepat, banyak petugas pemadam kebakaran sukarela di Australia bertindak dan melebihi jumlah pemadam kebakaran resmi. Sayangnya, beberapa laporan mengatakan bahwa mereka telah bekerja selama lebih dari 100 hari tanpa kompensasi.

    "Masalah besar dengan jasa sukarela adalah berapa lama mereka bisa melakukannya ketika musim terjadi hingga berminggu-minggu dan berbulan-bulan," jelas sukarelawan New South Wales (NSW) Rural Fire Service Peter Holding ke ABC.



    NSW Rural Fire Service kini menerima donasi melalui situs mereka untuk membantu menutup kerugian. Selain itu, NSW Rural Fire Service telah menyiapkan situs donasi untuk keluarga Samuel McPaul, Geoffrey Keaton, dan Andrew O'Dwyer, pemadam kebakaran sukarela yang meninggal pada musim ini.



    Bagaimana dengan para pengungsi dan korban kebakaran?

    Ada banyak cara untuk membantu orang-orang yang terpaksa harus meninggalkan rumah mereka dan yang terluka dalam kebakaran. Palang Merah Australia menerima donasi yang akan digunakan untuk membantu pemulihan korban kebakaran hutan. Mereka pun menerima sumbangan pakaian layak pakai dan “peralatan rumah tangga kecil”, yang bisa didonasikan ke gerai Palang Merah (Red Cross).

    Jika kamu tinggal di area tersebut, kamu bisa menjadi sukarelawan Palang Merah dan ditugaskan sebagai bagian dari tim tanggap darurat. Jika tidak, GIVT adalah organisasi yang mencatat hal-hal yang para korban butuhkan secara spesifik dan membantu donatur untuk menemukan orang yang butuh apa yang mereka tawarkan.

    Menurut CNN, kamu pun bisa menyumbang ke St. Vincent de Paul Society Australia, organisasi yang akan membantu keluarga pengungsi untuk membayar tagihan dan membangun kembali rumah mereka.


    Bagaimana cara saya bisa membantu binatang dan satwa liar di Australia?

    Mengingat para ahli ekologi memperkirakan bahwa setengah milyar binatang sudah terbunuh, membantu satwa liar Australia yang masih hidup adalah sebuah prioritas untuk semua orang.

    Koala berisiko dalam situasi kebakaran seperti ini, karena kangguru dan hewan asli Australia lainnya bisa bergerak dengan cepat dan kabur lebih mudah, sementara koala lebih lambat. Oleh karena itu, koala mati secara massal. Menurut Newsweek, para ahli memperkirakan 8.000 koala di area New South Wales sendiri mati pada musim kebakaran tahun ini karena tidak bisa kabur. Dan bahkan koala yang berhasil kabur pun mengalami luka serius.



    Organisasi World Wildlife Fund sedang menerima donasi untuk upaya konservasi, dengan fokus khusus pada koala. Uang yang kamu berikan dapat membantu perawatan darurat koala. Rumah Sakit Koala Port Macquarie juga menerima donasi melalui laman GoFundMe.

    Untuk membantu hewan dan alam lainnya secara umum, termasuk kangguru, hewan peliharaan yang kabur, dan hewan asli Australia, berikut adalah beberapa opsi:

    • RSPCA memulai “permohonan kebakaran hutan” untuk membantu melindungi hewan peliharaan dan hewan ternak dari kebakaran Australia, dan kamu bisa menyumbang di sini.
    • WIRES menerima donasi yang akan digunakan untuk melindungi satwa asli Australia.


    Kalau kamu tinggal di Australia, pertimbangkan mendaftarkan diri di situs Palang Merah Australia

    Jika kamu tinggal di negara kangguru, kamu patut mendaftarkan diri sebagai “safe” (aman) menggunakan situs Palang Merah Australia. Kamu juga bisa menemukan teman-teman yang telah melakukan hal yang sama untuk memeriksa orang-orang dalam hidup kamu yang mungkin terkena dampak kebakaran. 


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Opening Image: Fábio Hanashiro on Unsplash / Images: Sentinel.Ga.Gov.Au, Dok. Instagram, Dok. Cosmopolitan US)