Better You

Ini 7 General Check Up yang Sebaiknya Perempuan Lakukan!

  by: Giovani Untari       9/1/2020
  • FIRST MOVE

    Di era dengan spirit wellness yang begitu besar, Cosmo yakin kamu adalah salah satu yang menjalankan plan atas kesehatan dengan cermat, bukan? Mulai dari mengurangi konsumsi karbohidrat dan garam dalam menu harian, tidak pernah absen dengan kelas pilates agar bentuk badan selalu proposional, hingga tidur maksimal 8 jam perharinya.


    Tetapi sejauh mana kamu mengatur rencana terbaik untuk tubuh lewat aksi strict di atas, jangan lupakan fakta tubuh membutuhkan sejumlah “screening” atas kondisinya. Tapi pertanyaannya: mengapa harus melakukan medical check up? “Medical check up bisa dilakukan sedini mungkin, sebab gaya hidup yang kurang sehat, pengaruh pola makan, stres, dapat memengaruhi kondisi kesehatan seseorang,” ungkap dr. Gita Permatasari. 





    Akan lebih baik bukan, jika kita bisa menjaga tubuh kita sejak masih di usia produktif supaya selalu sehat dalam jangka waktu yang panjang? “Medical check up pun menjadi salah satu metode preventif yang baik bagi kesehatan, terutama jika Anda memiliki riwayat kesehatan secara genetis, misalnya orang tua yang memiliki sakit seperti jantung, stroke, atau diabetes,” tambah dr. Gita Permatasari yang merupakan seorang dokter umum dan dokter instalasi medical check up di RS Pusat Pertamina (RSPP).


    Faktor seperti jenis dan lingkungan pekerjaan, hingga pola hidup (seperti Anda yang ternyata sering tidur terlalu malam) turut menjadi concern agar kamu melakukan medical check up di usia produktif. “Pada pekerja kantoran umumnya medical check up cukup dilakukan satu tahun sekali. Tetapi jika Anda memiliki pekerjaan yang lebih riskan seperti bekerja di area pertambangan, lebih banyak bekerja secara out-door, atau bertugas di instalasi medis, pemeriksaan sebaiknya dilakukan setiap enam bulan sekali,” tambah dokter Gita.



    IN CASE THIS IS YOUR FIRST MEDICAL CHECK UP


    Girls, sebelum membuat appointment, Cosmo telah bertanya kepada sejumlah rumah sakit di Indonesia dan meriset apa saja jenis juga bagian medical check up yang sesuai bagi para fun, fearless, female. So, a few must-knows....


    1. Anamnesa (Wawancara dengan Dokter)

    Anamnesa adalah bagian paling awal dari medical check up dengan cara melakukan wawancara antara dokter dan pasien. Tujuannya untuk menggali informasi kesehatan pasien secara rinci, seperti mengetahui seperti apa riwayat kesehatan, pola hidup, termasuk latar belakang kesehatan keluarga pasien medical check up.

    Cosmo tip: Pada saat sesi ini, tidak salahnya kamu terbuka pada dokter terkait riwayat kesehatan. Jawaban kamu akan sangat membantu para dokter untuk mengarahkan pada pemeriksaan yang tepat. 


    2. Pemeriksaan Fisik

    Salah satu agenda dalam pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan Body Mass Index (BMI). Para dokter akan mengukur apakah tinggi badan telah sesuai dengan berat badan seharusnya. Salah satu metode pemeriksaan fisik yang dilakukan dr. Gita Permatasari sebagai dokter Instalasi Medical Check Up di RS Pusat Pertamina misalnya dengan mengukur lingkar perut pasien. Tidak sampai di sana, beberapa rumah sakit juga melakukan fisik meliputi perhitungan frekuensi nafas, hitungan denyut nadi, serta pemeriksaan gigi. 


    3. Pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG)

    Ini merupakan medical check up yang berfungsi untuk mengetahui aktivitas impuls listrik dalam jantung. Pemeriksaan ini menggunakan alat elektrode yang tersambung dengan mesin elektrokardiograf. Mesin ini mampu mencatat informasi atas denyut jantung, suplai oksigen ke otot jantung, irama detak jantung, hingga perubahan struktur otot jantung.




    4. Rontgen Thorax

    Rontgen thorax adalah teknik medical check up dengan pemeriksaan radiologi (khususnya sinar X-Ray) pada area dada. Hasil dari rontgen thorax dapat melihat gambaran serta evaluasi atas kondisi paru-paru, cairan di rongga dada, jantung, saluran pernapasan, tulang payudara, tulang rusuk, dan diafragma. 


    5. Pemeriksaan Laboratorium

    “Pemeriksaan laboratorium juga tidak kalah penting. Sebab para dewasa di usia produktif rentan terserang penyakit yang disebabkan oleh masalah metabolisme tubuh, seperti: kencing manis, hipertensi, kolesterol, dan asam urat,” ujar dr. Gita Permatasari. Pemeriksaan laboratorium dilakukan dengan mengambil sampel darah hingga feses. Anda pun diwajibkan melakukan puasa selama 10 jam sebelum tes. Dalam tes ini kamu dapat melihat history kesehatan, mulai dari fungsi hati, kolesterol total, darah rutin (yang meliputi Hb, Ht, Lekosit, LED, Trombosit), kondisi urin, feses, gula darah, fungsi ginjal, juga fungsi hati.



    (IN CONSIDERATE) MEDICAL CHECK UP


    Selain medical check up di atas, ada beberapa medical check up lainnya yang bisa kamu tambahkan ke dalam list. Terutama pemeriksaan ini terkait erat dengan kondisi kesehatan para perempuan yang tidak kalah memerlukan perhatian:


    1. USG PERUT / TRANSABDOMINAL 

    USG Transabdominal adalah jenis USG dengan melibatkan gelombang ultrasonik dari sebuah alat yang ditempelkan pada area perut. “Sistem reproduksi perempuan adalah sesuatu yang rentan dan membutuhkan perhatian. Tujuan USG ini untuk mengecek kondisi organ kandungan Anda seperti rahim, tebal dinding rahim, juga bisa melihat apakah adanya miom di atas 1 cm ke atas, hingga tumor yang besar,” ujar dr. Sandy Prasetyo, SpOG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Brawijaya Hospital Antasari.


    Ada sejumlah catatan girls! Bagi para perempuan yang telah aktif secara seksual, tidak ada salahnya juga mencoba tambahan screening. Misalnya dengan melakukan USG transvaginal dan pap smear. 

    “Pada USG transvaginal kita bisa mengevaluasi kondisi organ kandungan secara lebih detail. Mulai dari kondisi indung telur, folikel telur, tebal dinding rahimnya, otot rahim. Sedangkan pap smear, para petugas medis aan mengambil sel-sel dari cairan serviks untuk mendeteksi apakah ada kanker serviks serta kelainan sedini mungkin yang bisa kita tangani,” tambah dr. Sandy.

    .

    2. SCREENING MINERAL TUBUH

    “Salah satu problem yang paling sering menimpa perempuan aktif adalah anemia. Hal ini pun disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh. Zat besi penting untuk membawa makanan dan oksigen ke seluruh tubuh agar menghasilkan energi. Tubuh memerlukan mikronutrien agar terus bergerak aktif, sehingga dianjurkan Anda juga memilih tes screening mineral tubuh agar memastikan seberapa besar kandungan mineral dalam tubuh Anda,” tambah dr. Gita Permatasari.


    Selain zat besi, kadar vitamin D juga memegang peranan penting pada sistem tubuh. “Bila Anda sering merasa sakit kepala, nyeri kepala, nyeri otot, gampang lelah, serta merasa tidur kurang maksimal padahal telah tidur dalam durasi delapan jam, bisa jadi Anda defisiensi vitamin D. Sehingga perlu dicari tahu apakah Anda mengalami defisiensi vitamin D karena ini rentan dialami dan membutuhkan penanganan lanjut,” tutup dr. Gita.


    (Giovani Untari / Images: Dok. Unsplash.com, Pexels.com, Tenor.com / Artikel pernah dimuat di Majalah Cosmopolitan Indonesia edisi September  2019)