Better You

Waspada! Ini 7 Penyakit yang Sering Menyerang Setelah Banjir

  by: Shamira Priyanka Natanagara       10/1/2020
  • Bagi warga wilayah Jakarta dan sekitarnya, tahun 2020 dimulai dengan kejadian yang, err, benar-benar tidak menyenangkan. I mean, banyak orang tentu berharap tahun baru akan menjadi awal baru yang refreshing, tapi sayangnya beberapa area di DKI Jakarta, Tangerang, dan Jawa Barat disambut banjir di awal 2020. Sigh… 

    Banyak tempat tinggal warga dirusak banjir, dan banyak pula yang kehilangan barang berharga akibat musibah ini. Namun bukan hanya barang-barang saja yang patut diperhatikan, girls, kamu pun patut memperhatikan kesehatan. Banjir dan musim hujan mengundang berbagai penyakit yang perlu diwaspadai. Agar kamu dan orang-orang di sekitarmu aman dari penyakit, yuk, ketahui penyakit-penyakit yang biasanya muncul kala banjir dan musim hujan!




    Influenza

    Yes, penyakit yang satu ini memang selalu datang saat musim hujan. Influenza, atau lebih dikenal sebagai ‘flu’, adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, sehingga cepat menyebar. Nah, flu sendiri sebenarnya tidak disebabkan oleh cuaca dingin atau hujan secara langsung. Namun dikutip dari Vice, Mahesa Paranadipa dari Ikatan Dokter Indonesia menjelaskan bahwa cuaca dingin melemahkan sistem imun tubuh, dan air hujan yang menyentuh tanah dapat mengangkat bakteri dan virus dari tanah ke udara.

    Kalau kamu terkena flu, Cosmo sarankan untuk minum banyak air dan istirahat yang cukup. Penyakit ini mungkin masih sering dianggap sepele, tapi flu bisa menjadi lebih parah jika tidak dirawat dengan baik.


    Diare

    Ternyata, air hujan dapat mencemari sumber air, girls! Air hujan dapat membuat bakteri dan kotoran yang mengendap di tanah mengontaminasi sumber air dan hal-hal di sekitarnya, dan air yang kotor bisa menyebabkan diare. Pada tahun 2018, dr. Sara Elise Wijono mengatakan (dikutip dari KlikDokter) diare meningkat sebanyak 30% saat musim hujan. Dan mengingat banjir yang melanda di awal tahun ini cukup parah, sebaiknya kamu yang tinggal di area banjir sebaiknya berhati-hati. Selalu ingat untuk mengonsumsi air yang telah direbus dan makanan yang telah dibersihkan. Ingat pula untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan menggunakan alat makan yang steril, ya!


    Demam Berdarah Dengue

    Air yang menggenang adalah sarang bertelur bagi berbagai jenis nyamuk, termasuk nyamuk Aedes aegeypti yang membawa virus dengue, penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Apalagi saat banjir, yikes! Jumlah telur yang diproduksi nyamuk tentu meningkat. Menurut HelloSehat, gejala utama DBD adalah demam tinggi (lebih dari 40ºC) selama empat hingga tujuh hari, dan biasanya para pengidap gejala juga mengalami sakit kepala berat, nyeri pada mata, otot, dan sendi, serta mual. Kalau kamu mengalami hal-hal tersebut, segera kunjungi dokter.


    Malaria

    Selain DBD, ada pula penyakit lain yang disebabkan oleh nyamuk yang kerap muncul saat musim hujan dan banjir: malaria. Jika virus penyebab DBD dibawa oleh nyamuk Aedes aegeypti, nyamuk betina yang tergolong dalam genus Anopheles adalah penyebar parasit malaria. Disadur dari AloDokter, gejala malaria akan muncul 10 hingga 15 hari setelah gigitan nyamuk. Pengidap malaria akan menggigil, mengalami demam, sakit kepala, serta merasa lemas. Sama seperti DBD, jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, kunjungi dokter secepatnya, karena malaria dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.




    Infeksi Jamur

    Girls, apakah kamu bisa menebak area tubuh yang langsung terekspos pada banjir? Kalau jawabanmu adalah ‘kulit’, you’re correct! Area kulit yang terkena air kotor akibat banjir rentan terhadap infeksi jamur, yang bisa disebabkan oleh jamur yang terdapat di air banjir. Meskipun menyerang kulit, infeksi jamur pun dapat membuat pengidapnya demam, sakit kepala, dan mual. Selain itu, kondisi lingkungan yang lembap pasca banjir pun mendukung pertumbuhan jamur, so pastikan kamu menggunakan air bersih dan rajin mencuci badan agar kulit tetap sehat dan bersih. 


    Leptospirosis

    Kamu yang up-to-date dengan kabar terkini tentu sudah mendengar penyakit yang satu ini, kan? Ketika banjir melanda DKI Jakarta dan sekitarnya, warga langsung diimbau untuk mengenali gejala leptospirosis, karena air banjir mengandung feses dan urin hewan (terutama tikus) yang menjadi penyebab penyakit ini. Luka pada kulit dapat menjadi jalan masuk bakteri penyebab leptospirosis, membuat orang mengalami nyeri otot, mual, sakit kepala, dan demam. Jika tidak dirawat dengan benar, leptospirosis bisa menyebabkan gangguan pada berbagai organ internal, di antaranya paru-paru, ginjal, dan jantung. Stay safe and get yourselves checked, girls!


    Hepatitis A

    Tidak disangka, ternyata banjir pun dapat menyebabkan hepatitis A. Dilansir dari CNN Indonesia, virus hepatitis A bisa menyebar melalui air, karena virus hepatitis A bisa ditemukan di feses pengidap penyakit ini. Menurut AloDokter, tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan hepatitis A, karena tubuh manusia dapat melawannya (itulah sebabnya pengidap hepatitis A dianjurkan untuk beristirahat dengan cukup). Meskipun begitu, gejala-gejala hepatitis A, seperti mual, lemas, dan demam, dapat diatasi dengan pengobatan dari dokter. 


    (Shamira Natanagara / Ed. / Image: Mojca JJ from Pixabay)