Better You

Hobi Mengoleksi Item K-Pop? Ini 6 Tips Agar Kamu Lebih Hemat

  by: Shamira Priyanka Natanagara       15/1/2020
  • Ada dua tipe fans K-Pop: 1) yang rajin mendengarkan lagu idola favoritnya, menyaksikan video klip dan reality show mereka setiap malam, serta rutin fangirling di media sosial, dan 2) yang juga melakukan hal-hal yang telah disebutkan, DAN rajin menabung agar bisa mengoleksi album dan merchandise idola favoritnya. Kalau kamu tergolong tipe yang kedua, tidak perlu malu, kok, it’s a hobby! Menghabiskan uang untuk menambah koleksi K-Pop bukanlah hal yang buruk—selama tidak merugikan.

    Cosmo tahu ada banyak sekali item K-pop yang menggoda untuk dikoleksi, dan terus terang, harganya pun tidak murah. Namun kalau kamu memang memiliki goal untuk membangun koleksi K-Pop pribadi di kamarmu, berikut adalah beberapa tips agar kamu bisa menjadi lebih hemat. Ingat: jangan biarkan hobimu membebani diri sendiri (dan orang lain).




     1. Don't feel pressured 

    Dunia K-Pop memang penuh kompetisi—tak hanya di antara para idola, tapi persaingan antar fans (walaupun mendukung grup yang sama) pun terkadang terjadi. So tahun ini, Cosmo ingin kamu untuk ingat satu hal: lebih banyak memiliki merchandise dan album ≠ lebih superior daripada fans lainnya.

    Ada banyak cara lain untuk mendukung idola favoritmu, tak hanya dengan membeli merchandise dan album mereka saja. Kamu bisa mendengarkan lagu mereka lewat platform streaming, berpartisipasi dalam voting untuk ajang penghargaan, dan, well, menjadi penggemar yang sopan dan baik saja Cosmo rasa cukup, kok (kamu tahu sendiri, kan, betapa seringnya artis K-Pop menjadi sasaran komentar jahat di internet?). Coba untuk tidak merasa insecure karena fans lain memiliki lebih banyak merchandise dan album daripada dirimu. You're on your own path, and that's okay.





    2. Multifandom? Susun prioritas! 

    Kamu menyukai lebih dari satu grup K-Pop dan ingin mendukung semua grup tersebut? That’s great, but not so great for your wallet, huh? Sekarang, coba urutkan grup dan soloist K-Pop berdasarkan seberapa besar cinta kamu terhadap mereka, mulai dari yang paling favorit hingga yang paling tidak favorit. Sigh… Oke, mungkin rasanya seperti memilih anak favoritmu (yang sepertinya mustahil, tentunya), tapi menyortir idola favorit dapat membantu mengurangi pengeluaranmu. 

    "Hah? Bagaimana caranya?” Well, kalau kamu memang berniat untuk mengoleksi album dan merchandise K-Pop, tapi kamu merasa terbebani karena multifandom alias mendukung banyak idol, mengetahui idola mana yang menjadi juara di hatimu bisa membantu menyusun prioritas untuk hobi ini. Tak perlu membeli album dan merchandise semua grup yang kamu dukung, koleksi saja item dari grup atau soloist favoritmu!


     3. Membeli album bekas itu bukan masalah 

    Kita semua tahu album K-Pop itu tidak murah. Satu album saja bisa berharga Rp200.000,-, bahkan ada yang lebih. Namun kamu tidak wajib membeli album baru, kok! Ada banyak album bekas yang dijual dengan setengah harga album baru. Bahkan jika cukup cermat, kamu bisa menemukan album bekas yang harganya di bawah Rp100.000,-, lho! 

    Memang sih, pembelianmu tak akan dihitung ke tangga musik Korea (seperti Gaon Chart dan tangga musik Melon). But hey, selain dapat menghemat uang, membeli barang bekas adalah tindakan yang lebih ramah lingkungan, bukan? 

    Nah, namun kamu harus teliti dalam berbelanja barang secondhand. Pastikan kamu telah membaca deskripsi benda yang dijual secara saksama. Apakah albumnya asli dan masih dalam kondisi yang baik? Apakah kamu juga akan mendapatkan photocard dan poster? Atau mungkin ada freebies lainnya yang terlampir pada album? Jangan malu untuk bertanya pada sang penjual. Be a smart buyer!







     4. Jual freebies yang tidak dibutuhkan 

    Adalah hal yang lazim untuk menemukan beberapa bonus items atau freebies dalam sebuah album K-Pop, seperti photocard, stiker, dan mini standee. Namun jika benda-benda tersebut rasanya kurang penting bagimu, atau yang menjadi prioritas bagimu adalah mengoleksi album saja, tidak perlu disimpan, girls—kamu bisa menjualnya kembali. “Duh, tapi sayang sekali jika dijual!”, hmm… tidak apa-apa kalau tidak mau, tidak ada yang memaksamu untuk menjual barang-barang tersebut. Namun daripada nganggur di kamar, menjualnya kembali bisa menjadi sebuah opsi yang menguntungkan.


     5. Sharing is caring! 

    Harga merchandise seperti season’s greetings dan fanclub kit—yang merupakan sebuah ‘paket spesial’ yang terdiri dari berbagai macam benda—bisa mencapai Rp500.000,-. Yes, memang mahal, dan bahkan ada pula yang harganya, err, lebih mahal sampai membuat kepala pusing tujuh keliling. Nah, namun jika kamu tidak memerlukan semua barang yang ada di dalam paket tersebut dan ingin lebih hemat, coba ajak teman-teman yang tertarik untuk patungan membeli paket tersebut, kemudian masing-masing dari kalian bisa mengambil barang yang paling diinginkan. 

    Contoh: season’s greetings grup favoritmu terdiri dari kalender, diari, dan poster, tapi kamu hanya ingin kalendernya saja. Nah, ini berarti kamu harus mencari orang yang ingin memiliki diari dan poster dari season’s greetings tersebut (yang rela ikut patungan, tentunya).





     6. Relakan barang-barang yang tidak terpakai 

    Girls, remember: learn to let go! Tak ada salahnya untuk merelakan beberapa album dan merchandise K-Pop dari koleksimu untuk dijual, terutama jika itu adalah item dari grup atau idola yang tidak lagi kamu sukai. Jual saja, barang-barang tersebut layak mendapatkan pemilik baru yang lebih menyayanginya, hehehe… 


    (Shamira Natanagara / Ed. / Opening Image: Dok. SM Entertainment / Images: Dok. Instagram/milkteamoonbeam, haerisk, hyoyeonstan0805)