Love & Sex

10 Wanita Berikan Tips Seks untuk Hubungan Lebih Bahagia

  by: Kezia Calesta       18/1/2020
  • Ladies, angkat tangan bila kehidupan seks kamu sekarang jauh lebih memuaskan ketimbang dulu. Ya, setiap wanita butuh latihan dan pengalaman sebelum menjelma menjadi seorang sex goddess. Seiring waktu, kamu akan merasa lebih nyaman dengan tubuh sendiri dan memiliki pikiran yang lebih terbuka terhadap sexual pleasurebut why wait? Inilah saat yang tepat untuk keluar dari comfort zone dan bereksperimen dengan hal-hal baru di ranjang. Berikut adalah sex advice dari 10 wanita yang telah melaluinya.


    “Only have sex when you are ready.”

    “Jangan pernah berhubungan seks karena tekanan sekitar. Banyak anak muda merasa bahwa mereka perlu pengalaman bercinta hanya karena teman-teman mereka sudah melakukannya. Remember, sex is most amazing when you’re ready… with a man who deserves it.



    - Nova, 30


    “Masturbasi di depan pasangan kamu.”

    “Saat kamu mengambil alih dan memberanikan diri untuk menunjukkan sisi pribadi ini kepada sang pasangan, you will get what you want. Aksi ini akan membuat si dia sangat horny, dan secara tak langsung kamu pun akan mengajarkan dia cara yang benar untuk memuaskan Miss Cheerful dengan maksimal.”

    - Josie, 27


    “Film porno bukan sebuah buku panduan.”

    “Jangan merasa bahwa kamu perlu meniru bintang porno untuk memuaskan pasangan kamu. Mulai dari skenario, penampilan tubuh, hingga posisi seks – semuanya tidak realistis dan tidak menggambarkan seks di kehidupan nyata. Do things at your own pace.

    - Cynthia, 32


    “When you have sex, you don’t have to be loud.”

    “Film-film biru yang saya tonton dulu memberikan contoh bahwa saya harus selalu mendesah, mengerang, dan berteriak di ranjang untuk membuat sang pasangan turn on. Namun nyatanya, having sex in silence is betterthere’s no distraction. Kami jadi bisa lebih fokus ke semua panca indera dan tidak terdistraksi ataupun membuang energi dengan terlalu banyak mengeluarkan suara.”

    - Diva, 27 tahun 


    “Jangan mementingkan kepuasan si dia saja.”

    “Setiap kali saya pergi berkencan dengan seorang pria baru dulu, saya selalu mengkhawatirkan banyak hal: apakah saya harus mencari tahu apa hobi yang disukainya, jika saya sudah cukup cantik untuknya, hingga seperti apa perilaku wanita idamannya. Lama-lama, mindset saya saat menikah adalah untuk selalu tampil cantik di ranjang untuk pasangan saya, dan bahwa saya harus selalu menyenangkannya tanpa memikirkan kepuasan seksual sendiri. Deep down, I was not happy.”

    - Natasya, 24 tahun


    “Stimulasi bagian tubuh lain saat berhubungan seks.”

    “Merasakan tusukan Mr. Happy di dalam saya memang nikmat, namun akhirnya saya sadar bahwa penetrasi saja tidak cukup untuk berorgasme. Foreplay, oral sex, serta stimulasi puting payudara dan klitoris ternyata merupakan instrumen yang tidak boleh terlewatkan untuk mencapai klimaks.”



    - Agnes, 31 tahun


    “Jangan merasa bersalah jika Anda membutuhkan bantuan sex toy.”

    “Ada orang-orang yang takut menggunakan sex toy, karena alat bantuan tersebut dapat membuat pasangan merasa tidak kompeten… namun berdasarkan pengalaman saya, alat bantuan ini berfungsi sebagai pendamping dan membantu mengurangi tekanan yang dirasakan si dia. Sex toys will benefit the both of you.”

    - Rachel, 26 tahun


    “Lubrikan membuat seks jauh lebih nikmat.”

    “Saya selalu berpikir bahwa saya tidak membutuhkan lubrikan. Namun faktanya adalah, lubrikan dapat membantu semua orang dan membuat seks jauh lebih nyaman… khususnya morning sex, saat Miss Cheerful belum cukup basah untuk menerima ‘serangan’ pagi hari darinya.”

    - Emily, 25 tahun


    “Bila Anda harus melakukan ritual tertentu yang sangat spesifik untuk mencapai orgasme, hal tersebut sangat normal.”

    “Saya harus menutup mata, mendongak kepala, dan menempatkan tumit kaki dengan mantap di sebuah permukaan di detik-detik sebelum berorgasme. Setelah mengobrol dengan beberapa teman dekat, ternyata mereka juga mempunyai ritual unik sendiri! Untuk menikmati seks, Anda harus fokus kepada perasaan sendiri, bukan menjaga penampilan depan sang pasangan.”

    - Yellen, 34 tahun


    “Lupakan perasaan canggung dan masuklah ke sex shop jika Anda penasaran.”

    “Saat berada di luar negeri, saya sering berjalan melewati sex shop namun saya terlalu malu untuk masuk (meskipun sebenarnya tidak ada orang sekitar yang akan peduli). Saya juga terlalu takut untuk memesan sex toy lewat situs online, karena saya takut boks tersebut akan mengungkapkan barang yang saya beli. Setelah memberanikan diri untuk membeli sebuah vibrator bersama seorang teman, saya menyesal tidak melakukannya sejak dulu. My sex life is so much better now.”

    - Jessica, 24 tahun


    (Kezia Calesta / Image: doc. @ledariiam via Unsplash / Source: Cosmopolitan Indonesai edisi Desember 2019)