Lifestyle

Grammy Hadapi Tuduhan Pelecehan Seksual dan Pemerkosaan

  by: Shamira Priyanka Natanagara       23/1/2020
  • Tadi malam, mungkin kamu sedang bersantai-santai dan mencari hal-hal baru di media sosial—sampai kamu menemukan kabar menghebohkan tentang Grammy Awards. Sebelumnya dijunjung tinggi karena kemampuannya untuk mengenali bakat dan menghargai individu yang berpengaruh di industri musik, Recording Academy (pelaksana Grammys) sedang menghadapi dakwaan serius perihal diskriminasi, kekerasan seksual, korupsi, dan pilih kasih sebelum Grammys 2020 digelar pada hari Minggu, 26 Januari mendatang.

    Semua ini dimulai ketika mantan CEO Recording Academy Deborah Dugan dikeluarkan dari jabatanya pada hari Kamis pekan lalu—10 hari sebelum acara diselenggarakan—dengan sedikit penjelasan. Laporan awal mengklaim bahwa Deborah dinyatakan cuti setelah mengajukan tuduhan "perbuatan tidak senonoh oleh seorang pemimpin senior di organisasi", yang terdengar kurang jelas. Namun kemudian pengacara Deborah, Bryah Freedman, menjelaskan bahwa ada lebih banyak detail mengenai pemecatan mendadak Deborah yang perlu diketahui.

    "Yang telah dilaporkan bukanlah nyaris cerita yang perlu diungkapkan. Ketika kemampuan kami untuk berbicara tidak dibatasi oleh kontrak 28 halaman dan ancaman hukun, kami akan mengungkapkan apa yang terjadi ketika kamu 'meningkat' di Recording Academy, sebuah organisasi nirlaba publik," ujar Bryan pada Associated Press pada Jumat lalu.



    Hari ini, cerita Deborah akhirnya dirilis, dan benar-benar mengejutkan. Izinkan Cosmo untuk menjelaskan kisah yang dipenuhi tuduhan jaw-dropping ini secara detail agar kamu bisa mengambil keputusan pribadi: apakah saya akan mendukung Grammys pada hari Minggu nanti?


     Deborah Dugan Mengatakan Bahwa Ia Mengalami Pelecehan Seksual dan Dinyatakan Cuti untuk Menutupi Kejadian Tersebut 

    Pada hari Kamis, diumumkan bahwa Deborah "mengundurkan diri" sebagai CEO Recording Academy. Sekarang, ia mengklaim bahwa ia dilecehkan secara seksual oleh Joel Katz—seorang eksekutif Recording Academy penting—dan dinyatakan cuti karena ia mengancam untuk mengungkapkan tuduhan tersebut.

    Deborah mengajukan surat keluhan sepanjang 46 halaman dengan Equal Employment Opportunity Commissions (EEOC, Komisi Kesempatan Kerja yang Setara), menceritakan pengusirannya melalui e-mail yang ia kirim pada 22 Desember, 2019 ke kepala human resources Recording Academy. E-mail tersebut menjelaskan secara detail tuduhan pelecehan yang ia alami.

    Menurut keluhan Deborah, kejadian tersebut berlangsung ketika ia dan Joel sedang makan malam bersama pada Mei 2019 saat menghadiri pertemuan di California. Selain berulang kali memuji penampilannya, Deborah mengatakan bahwa Joel seringkali memanggilnya "baby" dan mencoba menciumnya. Kabarnya Joel memberitahu Deborah bahwa "pergi ke rumah [Joel] yang banyak bisa menjadi sesuatu yang baik untuk kita saling berbagi."

    Pengacara Joel, Howard Weitzman, menyangkal klaim pelecehan seksual Deborah dalam penyataan pada Rolling Stones, mengatakan:

    "Tuduhan pelecehan Nona Deborah dan deskripsi tentang makan malam di sebuah restoran steak di Ritz Carlton, Laguna Niguel, adalah salah dan Tuan Joel dengan pasti dan empatik menolak versi Nona Deborah soal malam tersebut." 

    "Pertemuan makan malam terjadi dua setengah bulan sebelum Nona Deborah memulai pekerjaannya. Tuan Joel percaya bahwa mereka mengadakan pertemuan yang produktif dan profesional di sebuah restoran di mana beberapa anggota Dewan Pengawas Academy, dan lainnya, sedang makan."

    "Klaim Nona Deborah telah dibuat, untuk kali pertama, tujuh bulan setelah makan malam tersebut terjadi. Tuan Joel akan bekerja sama dalam dan semua investigasi atau tuntutan hukum yang mengatakan kebenaran absolut. Diharapkan Nona Deborah melakukan yang sama."




     Mantan CEO Recording Academy Neil Portnow Diduga Memperkosa Seorang Artis, Menurut Laporan Deborah 

    Sebelum Deborah menjabat sebagai CEO Recording Academy, ia mengatakan bahwa ia diantar ke sebuah ruang konferensi bersama dengan "artis rekaman asing" dan seorang anggota Academy. Menurut Deborah, di ruang tersebut, artis tersebut mengungkapkan bahwa ia telah diperkosa oleh mantan CEO Recording Academy Neil Portnow setelah acara di Carnegie Hall, New York.

    Meskipun artis tersebut memilih untuk tetap anonim, "seorang psikiater mengonfirmasi bahwa pengalaman seksual tersebut kemungkinan tidak konsensual," menurut pengacara sang artis.

    Deborah yakin bahwa beberapa anggota Academy tahu akan tuduhan tersebut, sementara yang lainnya tidak "walaupun mereka harus memberi suara pada hari berikutnya untuk memutuskan jika Tuan Neil pantas mendapatkan bonus untuk jasanya di Academy," menurut komplainnya. "Nona Deborah langsung menyarankan pengambilan suara terkait bonus untuk tidak dilaksanakan hingga para direktur diberitahu tentang tuduhan pemerkosaan tersebut."

    Waktu deretan kejadian tersebut agak mencurigakan, mengingat bahwa Deborah didekati oleh para direktur dan diminta untuk menyewa Neil sebagai konsultan sebesar USD750.000 (sekitar Rp10 milyar). Deborah menolak. Neil belum menanggapi tuduhan terhadap dirinya, tapi seorang "CEO label baser" anonim memberitahu Variety, "Adalah sebuah fakta yang terkenal bahwa Joel Katz menjaga Neil selama bertahun-tahun."


     Deborah Mengatakan Korupsi dan Pilih Kasih Terjadi Dalam Pemungutan Suara Grammy 

    Kabar lain yang diungkapkan Deborah adalah bahwa sebagian besar proses nominasi Grammys diduga di tangan Dewan Pengawas Academy. Keluhan Deborah menuduh "konflik kepentingan yang mengerikan, kesepakatan mandiri yang tidak wajar oleh Dewan Pengawas, dan penyimpangan dalam pemungutan suara dengan sehubungan dengan nominasi Grammy Awards, semua dimungkinkan oleh mentalitas 'boys' club' (tim pria) dan pendekatan tata kerja di Academy." Secara mendasar, Deborah mengklaim bahwa anggota Dewan Pengawas mengontrol sebagian besar dari musisi yang dinominasikan, tapi karena mereka bekerja berdasarkan kepentingan diri mereka sendiri, nominasi cenderung dipilih untuk menguntungkan mereka.

    Anggota dewan ternyata seringkali mewakili artis yang sedang dipertimbangkan untuk nominasi, yang mempersulit proses. Keluhan Deborah pun membahas kejadian spesifik ketika seorang artis (yang tidak disebutkan namanya) yang menempati peringkat bagian bawah di daftar nominasi Song of the Year 2019 (Lagu Terbaik 2019) sebenarnya menjadi bagian dari komite nominasi dan memiliki anggota dewan yang mewakilinya. Artis ini mampu mengamankan nominasi dalam kategori tersebut walaupun peluang untuk menang sulit, bahkan berhasil menyingkirkan Ariana Grande dan Ed Sheeran yang sempat dipertimbangkan sebagai calon nominasi.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Images: 2020 Grammy Awards)