Better You

Merasa Tetap Lelah Meski Sudah Tidur Lama? Ini Penyebabnya!

  by: Giovani Untari       28/1/2020
  • Girls, ketika kamu merasa sudah tidur cukup setiap malamnya.. seharusnya saat bangun tubuh merasa segar, bukan? Seperti halnya banyak disarankan untuk kesehatan, bahwa orang dewasa tidur sebaiknya selama 6-8 jam setiap harinya.

    Jadi mengapa ketika kamu sudah mendapatkan tidur yang cukup (atau bahkan lebih!), namun masih merasa sulit saat membuka mata di pagi hari? Menurut seorang sleep expert Dr Nerina Ramlakhan, penyebabnya bisa saja ternyata kamu tidur terlalu banyak – dan secara medis kondisi ini disebut: hypersomnia.

    Dr Ramlakhan menjelaskan juga bahwa hypersomnia bisa menyebabkan “rasa kantuk berlebihan”. Tidak hanya itu, hypersomnia juga membuat orang yang mengalaminya sulit untuk terbangun di pagi hari, merasa cemas, dan sulit untuk berpikir jernih.



    Hal lainnya yang tidak kalah membingungkan dari hypersomnia adalah ini dapat terjadi bahkan ketika kamu sudah tidur nyenyak atau tidur dalam waktu yang lama. “Meski begitu, perlu diingat bahwa tidur malam yang baik bukan selalu tentang tidur selama 7-8 jam saja,” tukas Dr Ramlakhan. “Ini juga tentang klasifikasi tidur yang baik, berkualitas, atau tidur lelap.” Remember: yang terpenting tetaplah kualitas, bukan kuantitasnya saja.

    Terkadang orang yang tidur lama berpikir bahwa mereka sudah tidur dengan baik, tetapi Dr Ramlakhan menekankan “terlalu banyak tidur dapat menimbulkan masalah baru dan salah satunya berpotensi menyebabkan kecelakaan serius dan cedera terkait pekerjaannya.

    “Beberapa penderita hypersomnia juga terobsesi membutuhkan lebih banyak waktu tidur, padahal fakta sebenarnya kurang tidur bukan menjadi satu-satunya penyebab rasa lelah berlebihan,” ujarnya.



    Para sleep expert juga menjelaskan bahwa hypersomnia bisa disebabkan karena beberapa masalah kesehatan lainnya, seperti:

    Masalah Tiroid

    Khususnya hipotiroidisme (kondisi di mana tiroid kurang aktif).

    Rasa nyeri kronis

    Yang mana bisa membuat tidur tidak berkualitas dan kurang nyenyak.

    Kesulitan bernapas

    Keadaan yang memicu kondisi tidur yang buruk. Beberapa penyebabnya seperti sleep apnea (gangguan di mana pernapasanmu terhenti ketika tidur(, mendengkur, dan asma nokturnal

    Shift- kerja

    Di mana sistem biologis tubuh terganggu yang berimbas pada siklus tidur.



    Overworked dan burnout

    Pengobatan

    Sejumlah obat seperti obat tidur, antidepressants, dan antihistamines juga turut memengaruhi tidur yang berkualitas dan pola tidurmu.

    Lifestyle yang buruk

    Tidak mengonsumsi makanan sehat, jarang berolahraga, mengonsumsi kafein dan alkohol dalam jangka waktu yang lama dapat memengaruhi mood dan perubahan berat badan yang berdampak kondisi tubuh semakin lelah.

    Merawat Bayi

    Fase ini juga menjadi penyebab jam tidur yang buruk dan menyebabkan hypersomnia juga rasa kantuk berlebih di siang hari.

    Mental Health Problems

    Sejumlah rasa anxiety dan depresi juga membuat kesulitan tidur dan berkurangnya tidur berkualitas.

    Saat hidup seseorang kehilangan tujuan dan arah

    Biasanya mereka juga tidak ingin bangun dari tempat tidur dan menghadapi kenyataan. Akhirnya yang mereka lakukan justru membuat pilihan gaya hidup yang buruk seperti: makan dalam jumlah berlebih dan tidak berolagraga. Untuk kasus ini, yang mereka butuhkan bukanlah sleep therapist tetapi seorang karir atau life coach. Karena pada akhirnya, kita semua membutuhkan alasan untuk bangun dan beraktivitas di pagi hari.


    HOW CAN YOU GET OUT THE CYCLE OF OVERSLEEPING?

    Thankfully, Dr Ramlakhan menyatakan bahwa hypersomnia adalah sesuatu yang bisa diatasi. Ia pun menyarankan untuk mengubah gaya hidup kamu jika beberapa poin di atas menjadi penyebab masalah tidur yang ada. Lalu jangan ragu untuk meminta saran dari dokter atau seorang sleep specialist jika kamu merasa sangat menderita dengan masalah ini.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: Dok. Freepik, Unsplash.com)