Better You

Sering Merasa Kesepian? Ini 7 Tips untuk Melawannya

  by: Alexander Kusumapradja       31/1/2020
  • Menurut survei terbaru yang dilakukan YouGov, generasi millennial adalah generasi yang paling mudah terserang rasa kesepian dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. 30 persen generasi millennial dalam survei tersebut mengaku selalu merasa kesepian. 27 persen mengaku tak punya teman dekat dan 30 persen mengaku tak punya orang yang bisa disebut sahabat. Sebuah hal yang ironis di era media sosial seperti ini yang seharusnya bisa membuat kita lebih dekat dengan orang lain walau terhalang jarak, namun faktanya seringkali justru menjauhkan kita dari orang di sekitar kita.

    Yang harus diingat, ada perbedaan jelas antara saat kita sendirian atau kesepian. Banyak orang yang tak merasa kesepian walaupun mereka terbiasa melakukan suatu hal seorang diri, sebaliknya banyak juga yang merasa kesepian walaupun mereka berada di tengah keramaian atau dikelilingi orang lain. Jika kamu merasa sering terserang rasa kesepian, berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu coba lakukan.  



    via GIPHY

    1. Hubungi orang terdekat.

    Well, tips ini memang terdengarnya simple dan mudah, tapi Cosmo paham walaupun kita tahu cara efektif melawan kesepian adalah dengan menghubungi teman, anggota keluarga, pasangan, dan membuat rencana untuk bertemu, namun terkadang rasa kesepian tersebut sudah memengaruhi rasa percaya diri kita dan membuat kita enggan bertemu dengan siapa pun. Hasilnya, kita mengisolasi diri sendiri, merasa tak berharga, depresi, dan semakin kesepian. Kita merasa kita harus menjadi orang yang effort menghubungi orang lain dan tidak ada orang yang mengajak kita duluan. Namun coba tanya ke diri sendiri, apakah benar kita sudah berusaha menghubungi orang lain terlebih dahulu atau hanya pasrah menunggu diajak duluan? Terkadang kita memang harus mengambil langkah yang lebih proaktif dibanding tenggelam dalam asumsi bahwa tak ada orang yang peduli denganmu. Tak ada salahnya kamu menghubungi teman lebih dulu, kemungkinan besar mereka akan senang dan kalian bisa menjalin pertemanan yang dirasa merenggang tersebut.

    2. Mengikuti kegiatan yang menarik minatmu.

    Bila kamu merasa tak punya orang dekat yang bisa dihubungi, mungkin ini saatnya mencoba membuka lembaran baru dengan orang-orang baru. Semakin dewasa, menjalin sebuah pertemanan baru terkadang memang butuh usaha ekstra dan tak berlangsung instan seperti waktu kita kecil dulu. Salah satu tipsnya adalah bertemu dengan orang-orang yang punya hobi atau minat yang sama. Kenali dulu kegiatan apa yang menarik minatmu, apakah itu klub membaca, les memasak, berolahraga, klub penggemar film, well, basically apapun, yang perlu kamu ingat adalah jangan takut dan mulai dari langkah kecil. Faktanya setiap orang pernah kesepian dan mendambakan hubungan dengan orang lain.

    3. Ikut kegiatan volunteer.

    Berpartisipasi dalam kegiatan volunteer menjadi salah satu hal yang dianjurkan para pakar untuk melawan rasa kesepian. Dengan ikut volunteer, meskipun hanya berapa jam dalam seminggu bisa membantumu mengenal orang baru, meningkatkan kemampuan interaksi sosial dan komunikasi, meningkatkan rasa percaya diri, dan tentu saja membantu orang lain atau isu tertentu. Mulai cari informasi kegiatan atau organisasi yang menarik minatmu, entah itu membantu orang lain, hewan, lingkungan, pilihannya sangat banyak dan menarik.

    via GIPHY

    4. Keluar dan menikmati alam.

    Dibanding mengurung diri di kamar, saat kesepian, salah satu opsi terbaik adalah dengan keluar rumah dan menghirup udara segar di alam terbuka. Tak harus bersama orang lain, kamu pun bisa menikmatinya sendiri. Jalan-jalan atau berkendara ke pantai, bukit, atau sekadar ke taman dekat rumah. Hal ini membuatmu bisa berpikir lebih jernih dan tidak terjebak pikiran negatif. Enjoy your time, dan siapa tahu kamu menemukan hal atau pengalaman baru saat melakukannya.



    5. Kenali rasa kesepian tersebut.

    Rasa kesepian adalah emosi yang wajar dialami oleh siapa saja. Dan terkadang, dibanding mencari distraksi atau berusaha melawannya, mungkin kita harus belajar menerimanya sebagai bagian dari emosi yang kita alami. Resapi kesepian tersebut sebagai introspeksi dan coba mencari tahu dari mana rasa kesepian tersebut berasal atau apa yang sebetulnya menyebabkan rasa kesepian itu muncul. Rasa kesepian memang bukan hal yang menyenangkan, namun bisa menjadi guru yang kita butuhkan untuk pendewasaan mental.

    6. Mengikuti terapi profesional.

    Bila kamu merasa rasa kesepian yang kamu alami sudah terlalu akut atau merasa tak bisa benar-benar mengungkapkan apa yang kamu rasa ke orang sekitarmu, meminta bantuan tenaga profesional bukan hal yang memalukan dan justru malah dianjurkan. Dengan bantuan pakar, kita bisa memahami penyebab rasa kesepian tersebut dan mengenali hal-hal yang menimbukan emosi negatif yang kita rasakan baik dari diri kita sendiri, sekitar kita, ataupun memori yang pernah kita alami. Terapis profesional juga bisa membantu kita melihat dengan lebih objektif tentang hubungan yang kita jalani saat ini dengan orang di sekitar kita dan apakah hal itu patut dipertahankan atau ditinggalkan.

    via GIPHY

    7. Jangan lupa fokus pada diri sendiri.

    Mengikuti kegiatan baru, berkenalan dengan orang baru, mengikuti terapi adalah langkah-langkah yang dianjurkan, namun jangan lupa untuk fokus pada dirimu sendiri. Karena bagaimanapun, perasaan kesepian dalam dirimu adalah emosi personal yang mungkin hanya dimengerti dan bisa diatasi oleh dirimu sendiri. Kesepian tidak selalu berarti kamu harus mencari hubungan dengan orang lain, kesepian juga bisa menjadi pertanda kamu harus lebih memerhatikan dirimu sendiri dan melakukan self-care. Sisihkan waktu untuk suatu hal atau kegiatan yang bisa membuatmu tenang. Kapan terakhir kali kamu melakukan hobi yang kamu suka, pergi ke tempat favoritmu, atau sekadar di rumah menikmati me time? Bangun koneksi dengan diri sendiri terlebih dahulu yang akan membuatmu lebih mudah saat membangun koneksi dengan orang lain. If you don’t love yourself, how you gonna love somebody else, right?


    (Alex.K/Image: Matthew Henry on Unsplash)