Better You

Wajib Tahu! Daftar Kegiatan untuk Mengurangi Rasa Cemas

  by: Givania Diwiya Citta       3/1/2021
  • Tahun 2020 lalu banyak memberi rasa pada kita semua. Dan baik kamu memang telah memiliki rasa cemas sedari lama, atau mungkin kamu dulu bisa setenang dan sedingin mentimun, namun sekarang adalah hal normal untuk merasa sedih, cemas, atau bahkan semua kombinasi rasa tersebut. Apalagi dengan fakta hidup berdampingan dengan pandemi yang cukup bisa mengacak-acak pikiran kamu.


    Apa kabar baiknya? Dari berbagai sumber notebook anti-cemas sampai kesehatan mental virtual, ada banyak cara untuk merasa segera lebih baik – termasuk teknik yang disebut hyperfixation. “Hyperfixation adalah saat Anda merasa tenggelam dalam beberapa aktivitas,” jelas konselor kesehatan mental berlisensi dan terapis populer di TikTok Micheline Maalouf. Ingat bagaimana kamu bisa tenggelam saat menonton Emily in Paris dan lupa dengan keadaan nyata di lingkungan sekitar? Ya, itulah yang disebut hyperfixation.




    Pada dasarnya, hyperfixation adalah cara untuk membawa pikiran pergi dari apapun yang sedang mengganggumu, lewat berfokus ke momen nyata saat ini. Teknik ini bisa sangat membantu ketika kamu sedang menghadapi ketidakpastian atau situasi di mana kamu tak punya kontrol banyak di dalamnya, ujar Regine Galanti, PhD, pendiri dari Long Island Behavioral Psychology. Pastikan saja kamu tak menggunakan Animal Crossing, Netflix, atau aktivitas hyperfixation lain sebagai cara untuk sepenuhnya menghindari dunia luar atau menumpulkan perasaan kamu 24/7, tambahnya. Hanya gunakan teknik ini sebagai strategi dalam menghadapi rasa cemas, oke?



    Nah, sekarang adalah bagian yang menyenangkan: Berikut adalah sederet aktivitas yang bisa bikin pikiranmu pergi dari sekumpulan rasa cemas. Silakan mencoba.


    1. Tenggelam dalam buku.



    Dengan cerita yang benar (ehm, Cosmo akan merekomendasikan The Vanishing Half dari Britt Bennett atau They Wish They Were Us dari Jessica Goodman), kamu bisa sangat berfokus pada para karakter dan plot hingga kamu lupa pada apa yang terjadi dalam hidup kamu. Pengalaman penuh sensor dalam membolak-balikkan lembaran kertas, dan membaca setiap kata dalam buku bisa membantu kamu terjaga dalam momen nyata saat ini, ujar Dr. Galanti. Cek daftar ini jika kamu butuh inspirasi.


    2. Mainkan video gim.



    Lain kali, kalau ibumu mengeluh bahwa kamu berkutat terus dengan Switch, maka coba katakan bahwa itu baik bagi kesehatan mentalmu. Menurut Dr. Galanti, gim seperti Animal Crossing yang aktif, imersif, dan mengizinkan kamu untuk terhubung dengan teman-teman bisa menjadi cara sehat untuk mengatasi rasa cemas – asalkan kamu tak memainkannya sepanjang hari dan setiap hari, ya.


    3. Coba resep baru.



    Memasak mengikuti resep akan membutuhkan perhatian, yang artinya akan ada ruang yang lebih sedikit di otak untuk pikiran-pikiran yang mencemaskan. Yay! Ditambah, kamu akan menyibukkan tanganmu dan melatih para indera kamu, semuanya akan membuat kamu lebih mudah untuk merasa hadir di momen nyata saat ini, ujar Dr. Galanti.


    4. Lakukan paint by numbers.



    Gagasan untuk memoles kanvas kosong dan melukisnya bisa cukup mengintimidasi jika kamu adalah tipe yang tak terlalu artsy. Tapi jangan khawatir, kamu masih bisa menikmati aksi menenangkan dari melukis, kok. Coba saja adult paint by number kits. Penuhi semua bentuk dengan menyambungkan warna-warna untuk melukis, dan kamu nanti akan berakhir melukis suatu hal yang indah hingga bisa digantung di dinding kamu.


    5. Ikuti tutorial makeup.



    Sama seperti paint by numbers, tapi ini adalah melukis di wajahmu sendiri. Coba eksplor TikTok atau YouTube dan cari tampilan yang ingin kamu kreasikan ulang, kemudian pergilah ke depan cermin. Sebelum kamu menyadarinya, kamu akan terobsesi akan betapa serunya untuk menciptakan cat eye yang sempurna, dan bukan terobsesi pada drama dari teman yang kamu khawatirkan sebelumnya.


    6. Tonton Netflix.



    Tenggelam dalam beberapa episode saat maraton nonton Netflix atau tenggelam dalam beberapa film adalah cara mudah untuk menyalurkan rasa stres dari sehari penuh, ujar Maalouf. Tapi kamu mungkin bisa pertimbangkan untuk mengatur batasan waktu agar terhindar dari menonton berlebihan, tambahnya. Catat, ya.


    7. Merawat tanaman.



    Memiliki bayi tanaman untuk dirawat bisa jadi aktivitas bagus untuk menyalurkan perhatian pada kebutuhan-kebutuhan mendasar. Kegiatan ini bisa memberi kamu rasa bertanggung jawab dan bisa mengarahkan pada rasa pencapaian, yang pada akhirnya baik untuk kesehatan mental kamu, jelas Naiylah Warren, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi sekaligus staf terapis di Real.




    8. Berlatih merajut.



    Merajut adalah kebiasaan hyperfixation yang bagus karena ia membutuhkan fokus. Kalau kamu melamun, proyek kamu malah akan berantakan. Ada sifat meditatifnya juga, lho, ketika kamu sudah masuk dalam ritmenya.


    9. Belajar menyulam.



    Inilah hobi lain yang akan menuntut perhatian penuh kamu. Dan ketika kamu sudah menekuninya, kamu bisa membuat desain cantik sendiri untuk sweter, kaus, dan apapun pakaian kamu. Mainkan secara benar dan siapa tahu bisa jadi pekerjaan sampingan kamu, lho.


    10. Mendaki gunung.



    Ingat bagaimana Dr. Galanti bilang bahwa terikat dengan indera bisa membantu kamu hadir di masa kini dan mengindari rasa cemas? Maka mendaki adalah cara hebat untuk dilakukan karena kamu bisa mendapatkan titik pandang dan suara-suara baru ketika melakukan pendakian. Ditambah, kamu bisa punya Instagram Story bagus dari sana.


    11. FaceTime bersama teman-teman.



    Tak perlu dikatakan lagi, menghabiskan waktu bersama teman-teman memang akan membantu kamu melupakan semua hal yang bikin stres di dunia. Tapi karena adanya pembatasan jarak sosial, maka nongkrong di kehidupan nyata bisa agak menyulitkan. Jadi daripada cemas ketika berada di luar rumah, maka coba saja bercengkrama lewat FaceTime.


    12. Rapikan kamar.



    Oke, membersihkan kamar mungkin bukan cara ideal untuk relaksasi. Tapi Dr. Galanti bilang bahwa dengan berkomitmen pada satu tugas, seperti membersihkan lemari baju, bisa membuat kamu merasa lebih baik – apalagi jika kamu sedang merasa tak termotivasi akhir-akhir ini. Pikirkan saja betapa latar Zoom kamu akan jadi tampak lebih bagus ketika kamu selesai merapikan kamar.


    13. Belajar bahasa baru.



    Tak pernah tamat belajar bahasa baru? Sekarang adalah kesempatannya. Apalagi dengan mempelajari kemampuan baru, bukan hanya belajar bahasa baru, ini bisa membantu jika kamu menghadapi depresi, tambah Dr. Galanti.


    14. Coba makan secara sadar.



    Pesan makanan penutup favorit kamu, tapi alih-alih menghabiskannya dalam waktu 30 detik langsung (hei, kita semua melakukannya), maka coba eksperimen dengan makan secara sadar. Sadari warna makanan tersebut, bentuknya, teksturnya, wanginya, dan suaranya ketika kamu menggigitnya. Taruh perhatian pada rasa apa yang kamu cicipi di gigitan pertama, dan apakah rasanya akan berubah seiring waktu kamu memakannya, saran Maalouf.


    15. Eksplor TikTok.



    Selama halaman For You kamu masih banyak jebakan lucu, video anak anjing menggemaskan, ataupun konten yang membuat kamu merasa lebih baik, maka eksplor di TikTok bisa jadi cara positif untuk melatih hyperfixation, ujar Warren. Tapi jika kamu malah membandingkan diri dengan orang lain, tenggelam selama berjam-jam, atau menutup aplikasi dan merasa jauh lebih buruk ketika membukanya, maka kamu harus coba aktivitas lain dari daftar ini.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Image: Caroline Feelgood from Pexels / Kara Cuzzone)