Love & Sex

Wow! Ini Fakta di Balik Adegan Seks yang Kamu Tonton di Film

  by: Kezia Calesta       9/1/2021
  • Apakah kamu pernah menyaksikan adegan seks yang hot dalam film dan berpikir: apakah kedua aktor ini benar-benar tertarik dengan satu sama lain… dan apakah mereka 100% telanjang? Cosmo ungkap kebenaran di balik pembuatan adegan seks yang kamu tonton di film.


    1. Adegan telanjang dan adegan seks termasuk dalam kontrak para aktor.  

    Bila kamu melihat seorang aktor yang tampil telanjang atau terlibat dalam adegan seks di layar lebar, itu artinya sang aktor telah menyetujui dan menandatangani sebuah kontrak sebelum menerima perannya. Seringkali, kontrak tersebut dapat mendeskripsikan adegan secara terperinci, menerangkan bagian tubuh mana saja yang akan terlihat di layar dan di balik kamera, batasan penggunaan footage, durasi adegan, hingga batasan yang diinginkan oleh aktor. Menurut Serikat Pekerja SAG-AFTRA yang fokus di industri entertainment, sang aktor juga berhak untuk membatalkan kontrak bila ia merubah pikiran sebelum merekam adegan tersebut.





    2. Adegan intim dapat dilakukan dalam set yang lebih tertutup.

    Tentu, aktor profesional manapun juga dapat merasa canggung bila harus melakukan sex scene di hadapan puluhan kru kamera. Maka dari itu, SAG-AFTRA juga mencatat bahwa para aktor dapat mengajukan permintaan untuk closed set, alias ruang yang lebih tertutup dengan jumlah kru film yang sangat terbatas.



    3. Adegan seks seringkali menggunakan jasa koreografer.

    Jangan salah, aktor tidak bisa bergerak semau mereka, karena seperti adegan lainnya, sex scenes juga membutuhkan persiapan matang. Para aktor perlu mendengarkan arahan dari sutradara dan mengikuti blocking atau koreografi untuk mengetahui kapan dan ke mana mereka harus bergerak.

    Natalie Dormer, salah satu aktris dalam serial Game of Thrones, mengungkap ke Women’s Health bahwa merekam adegan seks tidak semenarik yang dibayangkan penonton. “Koreografi untuk adegan seks sangat tidak seksi ataupun penuh glamor. Semuanya tentang sudut kamera, dan kamu harus mengulang adegan tersebut berkali-kali. It’s just timing and technical.” Namun, ada juga tipe sutradara yang memberikan sang aktor kebebasan untuk berimprovisasi.





    4. Alat kelamin pasti ditutupi.

    Remember, this is not porn. Mulai dari memakai celana dalam berwarna kulit hingga menggunakan vagina patch (semacam panty liner berbentuk segitiga yang ditempel ke Miss Cheerful), banyak properti dan makeup digunakan untuk menyamarkan area yang tidak ingin diperlihatkan. Tentunya, karena aktivitas seks tidak benar-benar dilakukan, para aktor dan aktris biasanya melakukan dry humping untuk menggantikan penetrasi.



    5. Bila sang aktor tidak ingin tampil telanjang, body double atau CGI dapat digunakan.

    Seorang body double atau stuntman juga bisa tampil untuk menggantikan aktor yang kurang nyaman dengan adegan seks. Bahkan, aktris Isla Fisher mengungkap bahwa ia menggunakan tiga stuntwomen untuk perannya dalam film Wedding Crashers! “Saya mendapat hand double untuk skenario di bawah meja. Saya juga menggunakan breast double dan butt double untuk skenario lainnya.” Namun jika sebuah skenario intim perlu memperlihatkan wajah sang aktor dan tubuh telanjangnya secara bersamaan, efek CGI dapat digunakan. Thank goodness for technology, right?


    (Image: doc. courtesy of Universal Pictures Switzerland / outnow.ch)