Better You

12 Ahli Kesehatan Mental Berbagi Cara Hadapi Pandemi di 2021

  by: Alvin Yoga       9/1/2021
    • Situasi pandemi memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental.
    • Ada beberapa cara mudah dari para ahli untuk menjaga kesehatan mental di tengah PSBB.


    Faktanya: Memasuki tahun 2021 tak membuat virus corona menghilang begitu saja. No, it is NOT. Alih-alih, situasi pandemi justru semakin memburuk di Indonesia, terlihat dari angka kasus terkonfirmasi positif yang semakin meningkat. Entah angka tersebut bertambah tinggi karena segenap orang enggan untuk menahan keinginan berlibur saat libur panjang akhir tahun lalu, atau karena alasan lain, satu hal yang pasti: kita kembali ke titik awal seperti tahun lalu. Pemerintah pun telah menetapkan untuk melakukan PSBB ketat di Jakarta, serta memberlakukan PPKM (istilah baru lagi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Jawa-Bali.

    Jujur saja, rasanya seperti masuk ke dalam sebuah mesin waktu. Saya bahkan sempat mengecek kalender untuk memastikan ini bukan Maret 2020, dan mencubit lengan saya untuk memeriksa apakah saya masih bermimpi. Ternyata memang tidak. 10 bulan setelah pandemi ini menyerang Indonesia, kita kembali diminta untuk melakukan self-quarantine. 



    Tentu saja, ini menjadi sebuah tantangan, di mana kesehatan mental atau mental health kembali menjadi perhatian besar. Pasalnya, interaksi sosial kembali dibatasi, membuat perasaan terasing dan bosan kembali merangkak naik ke permukaan. Positive rate yang mencapai 24,9% membuat rasa takut akan terjangkit virus semakin meningkat. Dan lagi, rutinitas work-from-home yang berlaku membuat banyak orang terancam kembali burnout.

    Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental di tengah PSBB ketat ini?

    Cosmo pun bertanya pada 12 ahli kesehatan mental mengenai bagaimana caranya agar kita tidak melulu diserang rasa cemas, stres dan bad mood. Masing-masing memberikan masukan yang berbeda, dan semuanya didapat dari pengalaman mereka menghadapi lockdown di tahun lalu. Siap untuk sederet saran gratis dari para ahli? Keep reading...


    1. Buat sebuah jadwal dan berusahalah untuk mengikutinya

    "Rutinitas adalah segalanya. Terutama ketika keadaan sedang tidak menentu, kita memerlukan sesuatu yang bisa memberikan pikiran dan tubuh kita semacam normalitas. Saya menyadari bahwa membuat jadwal untuk sarapan, makan siang, tidur siang dan makan malam, serta membatasi waktu bermain ponsel (saya berusaha tidak berurusan dengan teknologi antara jam 11 malam sampai jam 7 pagi) secara rutin membantu saya menjalani keseharian dan menghadapi dunia yang serasa berada di luar kontrol."

    - Kiera Lawlor-Skillen, co-founder dari Feel Good Club



    2. Jangan berekspektasi apa-apa

    "Selama lockdown tahun lalu, saya berekspektasi sangat tinggi. Saya berusaha untuk menciptakan pengalaman lockdown yang sempurna untuk diri saya dan keempat anak saya. Saya akan mengajari anak saya yang berumur enam tahun, sambil berusaha untuk menghibur anak saya yang berumur empat tahun dan dua tahun dengan berbagai mainan dan kesenian tangan. Oh, dan saya juga akan bekerja dari rumah sambil mengawasi anak saya yang masih bayi. Tentu saja, jadwal tersebut menjadi sebuah bencana. Jadi kali ini, saya berusaha untuk tidak berekspektasi apa-apa. Saya memilih berdamai dengan diri sendiri dibanding mengejar kesempurnaan. I am choosing calm over chaos. Saya merasa lebih baik dengan melepaskan diri saya dari produktivitas yang berlebih dan beralih ke rutinitas yang lebih lambat dan 'go with the flow'. Sekarang ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengejar kesempurnaan, kedamaian dan kemudahan adalah hal yang saya dan kita semua butuhkan."

    - Louise Murray, Health Coach dan founder dari Lockdown Self-Love Club


    3. Atur waktu agar bisa menghirup udara segar

    "Saya berusaha untuk menghabiskan waktu bersantai di taman belakang rumah. Menghabiskan waktu menikmati alam memberikan banyak keuntungan untuk kesehatan mental; baik itu udara yang segar, cahaya matahari yang hangat, sampai waktu istirahat dari menatap layar komputer. Hal ini juga berpengaruh dalam meningkatkan mood, jadi sebisa mungkin lakukanlah!"

    - Kimberley Wilson, chartered psychologist dan penulis 'How to Build a Healthy Brain'


    4. Tinggalkan panggilan video

    "Sains menemukan bahwa mood itu menular, jadi berbicara dengan sahabat-sahabat dekat yang bisa membuat saya tertawa adalah prioritas saya setiap minggunya. Dan alih-alih melakukan panggilan video, saya memilih untuk melakukan panggilan telepon biasa agar saya tidak terlalu letih terus-terusan menatap layar. Mood yang baik adalah hal yang penting di tengah pandemi ini!"

    - Niraj Shah, mental health expert, co-founder Mind: Unlocked and speaker di PepTalk


    5. Jangan berlebihan menggunakan ponsel

    "Seperti yang dilakukan orang lain di tengah self-quarantine, saya berlebihan menggunakan ponsel. Saya menghabiskan terlalu banyak waktu menonton IG Story teman-teman saya, membandingkan hasil masakan saya dengan foto feed orang lain, serta berusaha menggunakan berbagai aplikasi yang diunduh banyak orang. Kali ini, saya lebih waspada dalam menggunakan ponsel. Saya mengatur 'Screen Time' di Instagram maksimal 60 menit sehari dan berusaha untuk tidak 'terbenam' dalam jebakan scrolling. Saya juga menghapus beberapa aplikasi agar tidak terus-terusan menggunakan ponsel."

    - Chloe Brotheridge, hypnotherapist dan penulis 'The Anxiety Solution'



    6. Dapatkan waktu tidur yang lebih banyak

    "Ketika kamu stres, tidur selama beberapa menit merupakan salah satu hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi perasaan cemas di tengah self-quarantine. Tidur lebih awal juga bisa membantu menciptakan rutinitas yang sehat, sama seperti ketika kamu kecil dulu. Jika perlu, bermeditasilah sebelum tidur, hal ini membantu pikiran lebih tenang setelah menghadapi hari yang sibuk."

    - Jolawn Victor, Chief International Officer di Headspace




    7.  Hindari membaca terlalu banyak berita

    "Ponselmu adalah satu-satunya cara untuk bisa tetap berhubungan dengan orang lain saat ini, tapi di luar hal itu, penting untuk tidak menghabiskan terlalu banyak waktu membaca berita-berita negatif di ponsel. Pastikan konten yang kamu telan bersifat positif, dan unfollow apapun yang memiliki efek sebaliknya—sekarang juga!"

    - Aimie Lawlor-Skillen, co-founder Feel Good Club



    8. Berusahalah untuk tetap berhubungan dengan sahabat dekatmu

    "Saya lebih proaktif dan lebih sering mengobrol dengan sahabat saya di tengah lockdown. Maksud dari 'mengobrol' di sini adalah saling mengirimkan voice notes, berkirim pesan selama setengah jam penuh tanpa henti sebelum tidur, menelepon di Sabtu malam sambil tertawa, dan saling mengirim emoji atau menulis komentar di unggahan Instagram mereka. Saya berusaha sebaik mungkin menggantikan waktu yang terbuang selama kita tidak bisa bertemu secara langsung IRL. Selain itu, penting untuk memberitahu mereka jika saya sedang kelelahan, merasa takut, merasa cemas, atau kesal karena satu hal."

    - Kate Leaver, Interflora ambassador, Friendship expert dan penulis 'The Friendship Cure'


    9. Hindari membaca berita begitu bangun tidur

    "Saya berusaha tidak memegang ponsel atau menonton televisi 30 menit sampai satu jam pertama setelah bangun tidur. Saya akan berolahraga, mandi, sarapan—melakukan semua yang bisa saya lakukan untuk membuat diri saya merasa lebih siap menghadapi hari, barulah kemudian saya membaca berita. Hal ini membantu mood saya lebih baik dibandingkan melihat pesan yang masuk, membaca e-mail atau scrolling media sosial dan membuat mood saya buruk sejak bangun tidur."

    - Dr Sarah Vohra, Consultant Psychiatrist dan penulis 'The Mind Medic'



    10. Siapkan waktu untuk refleksi-diri

    "Satu hal yang saya pelajari dari lockdown tahun kemarin adalah: siapkan waktu untuk merefleksikan diri. Penting untuk memahami nilai dirimu serta apa yang ingin kamu tunjukkan pada dunia, terutama di media sosial. Juga, berusahalah untuk menghargai diri sendiri dan lebih percaya diri, di luar dari apa yang kamu lihat di media sosial."

    -Dr Radha, medical expert dan kontributor #ReelSelf Sessions



    11. Buat goal-goal kecil

    "Tak ada yang membuat kita merasa lebih baik dibanding perasaan ketika kita berhasil mencapai sesuatu. Jadi buatlah sederet hal yang ingin kamu lakukan setiap harinya. Saya biasa membuat tiga sampai lima goal kecil dalam satu hari. Kalau kamu penasaran mengapa goal kecil, tentu saja agar kamu lebih mudah mencoretnya dari daftar."

    - Cate Murden, Founder dan coach di perusahaan wellbeing PUSH


    12. Cek keadaan dirimu setiap harinya

    "Setiap hari saya mengecek perspektif saya, serta mengingatkan diri sendiri bahwa hal yang sedang terjadi saat ini sifatnya hanya sementara, dan meski saya tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol apa yang terjadi di luar sana, saya bisa mengontrol reaksi saya terhadap apa yang sedang terjadi saat ini."

    - Owen O’Kane, psychotherapist dan penulis 'Ten Times Happier'



    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com/uk / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Chanan Greenblatt on Unsplash, CHUTTERSNAP on Unsplash, DESIGNECOLOGIST on Unsplash)