Beauty

Cara Mengatasi Jerawat di Area Bokong

  by: Kissy Aprilia       11/1/2021
  • Punya masalah jerawat di area bokong? Calm down, you are not alone. Meski terdengar ‘memalukan’, ini adalah masalah yang sangat normal dialami oleh banyak orang. Chill, girls!


    Apa itu jerawat bokong?

    Hal utama yang harus kamu tahu adalah: breakout di area bokong bukanlah jerawat sungguhan. “Butt acne is not trully acne. Masalah ini umumnya terjadi karena peradangan yang terjadi di folikel rambut atau dikenal dengan nama folikulitis, atau iritiasi akibat gesekan antara kulit bokong dengan bahan pakaian yang terlalu ketat,” ungkap Shereene Idriss, dermatologis bersertifikasi dari Union Square Laser Dermatology di New York. 



    Cara termudah untuk mengetahui apakah kamu mengalami folikulitis atau tidak adalah dengan merasakan kondisi dan melihat penempatannya. Bentuk jerawat bokong ini biasanya berukuran kecil, cenderung terasa gatal dan perih. Ketika mengalami iritasi, masalah kulit ini akan berubah ukuran menjadi lebih besar, seperti cyst-acne.


    Bagaimana mengatasi jerawat bokong? 

    First thing first, rajinlah membersihkan area tersebut secara optimal. “Bersihkan secara rutin dengan benggunakan sabun yang mengandung benzoyl peroxide, salicylic acid, dan green tea.” ungkap dokter Idriss. Benzoyl peroxide berfungsi mematikan bakteri p.acne yang menyebabkan jerawat, sementara salicylic acid akan menjaga pori-pori kulit tetap bersih, dan green tea bekerja menenangkan kulit saat iritasi. What a great combo!

    Lalu, apa yang harus dilakukan jika penyebab jerawat bokong ini adalah jamur? Gunakan perawatan obat kulit anti jamur. Masalah ini tidak akan dapat terselesaikan jika kamu menggunakan perawatan kulit berjerawat. Kamu juga dapat mengatasi jerawat bokong akibat jamur dengan menggunakan sampo anti ketombe untuk membersihkan area yang bermasalah. Aplikasikan ke kulit selama sekitar 30 detik agar formulanya bekerja dengan optimal.


    Apa yang tidak boleh saya lakukan selama menangani jerawat bokong?

    Jangan melakukan eksfoliasi secara fisik di area yang sedang mengalami inflamasi. “Please, berhenti menggosok dengan scrub ataupun shower puff,” ungkap dokter Idriss. “Sejumlah orang menganggap bahwa hal ini dapat membuat kulit lebih halus, namun kenyataannya justru berisiko memperburuk kondisi inflamasi—yang berpotensi menyebabkan luka dan hiperpigmentasi.”



    Hindari pula mengenakan pakaian yang terlalu ketat, apalagi saat cuaca sedang panas dan kamu menjadi lebih mudah berkeringat. Pastikan kamu segera membersihkan tubuh usai berolahraga, khususnya jika banyak melakukan aktivitas yang bergesekan dengan area kulit bokong. “Untuk sementara, jangan lakukan waxing. Perawatan ini dapat menyumbat folikel rambut dan memperburuk peradangan,” ungkap dokter Idriss. Ia menyarankan untuk menggunaan pisau cukur sampai kondisi kulit kembali membaik.


    Bagaimana cara memastikan agar area bokong tidak menggelap?

    Mengurangi kebiasaan menggosok kulit berarti kamu sudah mengurangi risiko hiperpigmentasi. Dokter Idriss mengatakan bahwa masalah ini dapat dihindari dengan melakukan perawatan kulit therapeutic. Hal ini bisa diterapkan dengan cara mengaplikasikan krim eksfoliator yang mengandung lactic acid untuk mengangkat lapisan sel-sel kulit mati.


    Jadi, bagaimana cara menghindari jerawat bokong?

    Jika kamu rentan mengalami iritasi pada kulit, lakukan eksfoliasi secara rutin. Akan tetapi, pilih formula yang lembut seperti salicylic acid atau lactic acid, untuk membantu menjaga permukaan kulit tetap halus sekaligus menghindari penumpukan sel kulit mati. Jika kamu mudah berkeringat, pastikan pakaianmu tetap kering dan tidak lembat, dan jika kamu mengalami folikulitis, segera lakukan perawatan atau berkonsultasilah dengan dermatologis.


    (Kissy Aprilia, image: Unsplash)