Beauty

Ini Semua Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Mendapatkan Tato

  by: Shamira Priyanka Natanagara       20/1/2021
  • Mendapatkan tato tidak jauh berbeda dari menikah (wait, dengarkan dulu!). Pilihlah dengan tepat dan kamu akan bahagia dengan keputusan tersebut selama bertahun-tahun (semoga). Namun membuat keputusan mendadak ketika kamu sedang mabuk bersama teman... kemungkinan kamu akan menyesal. Jadi agar tidak perlu menutupi desain tato yang kamu sesali atau menghindari penghapusan tato dengan laser nantinya, luangkan waktu untuk pertimbangkan keputusanmu dengan mengikuti saran ahli dari seniman tato dan co-owner Chronic Ink JoJo Roman dan dermatolog berbasis di Kota New York Michelle Henry, MD, dan Joshua Zeichner, MD.

    Jika kamu penasaran dengan rasanya mendapatkan tato (spoiler: seperti dicakar kucing) atau cara terbaik untuk merawat tato baru agar kamu bisa menyiapkan segalanya sebelum ditato, ini semua hal yang perlu kamu ketahui sebelum mendapatkan tato.




    Berapa biaya sebuah tato kecil?

    Tato yang bagus tidaklah murah, dan tato yang murah (biasanya) kurang bagus. Harga sebuah tato tergantung ukurannya, area tubuh yang ingin ditato, sang seniman, dan kebijakan studio tato, tapi umumnya, harga satu tato bisa dimulai dari Rp500.000,- untuk ukuran mini sampai setara dengan harga sewa kos untuk beberapa bulan untuk desain yang lebih rumit. Yes, really. Di beberapa tempat, harga tato tidak dapat dinegosiasikan, dan perlu diketahui bahwa ada baiknya untuk memberikan sang seniman tato tip untuk karya mereka.



    Bagaimana rasanya mendapatkan tato?

    Secara realistis, mendapatkan tato terasa seperti seseorang sedang menggarukkan jarum panas pada kulitmu—karena kira-kira itulah yang terjadi. Namun JoJo juga membandingkan sensasi mendapatkan tato seperti perasaan dicakar kucing terus menerus (cat ladies, pasti kamu tahu rasanya). Setelah sekitar 15 menit, adrenalin kamu akan mulai 'menendang' dan membantu meringankan sebagian dari rasa sakit (ingat: hanya sebagian), tapi kalau kamu mendapatkan tato yang lebih besar, JoJo mengatakan rasa sakitnya akan datang secara bergelombang.


    Seperti apa rasanya saat tato sudah selesai dibuat?

    Sangat normal jika kulitmu membengkak, merah, atau perih setelah mendapatkan tato (seperti terkena sengatan matahari), tapi coba untuk tidak memberikan tekanan secara konstan atau menggeseknya terlalu sering. Menurut Dr. Michelle, reaksi merugikan yang paling mengkhawatirkan adalah rasa sakit yang bertambah dari hari ke hari, yang bisa berarti indikasi infeksi. Dalam kasus ini, kunjungi dokter ASAP.

    Ketika memilih penempatan tato, kamu juga ingin mempertimbangkan proses penyembuhan dan bagaimana itu bisa berdampak pada kegiatan sehari-hari. Tato di belakang paha, contohnya, bisa membuat duduk selama beberapa hari pertama lebih tricky, sementara tato di bawah payudara bisa mengganggu pemakaian bra selama seminggu. Coba untuk membuat rencana dan menyediakan hal-hal yang dibutuhkan untuk menghindari gangguan lebih pada area tersebut.


    Area mana yang paling tidak sakit untuk ditato?

    Seberapa sakit rasanya ditato? Seperti apa rasa sakitnya ditato? Apakah aku akan menangis?! Hey, Cosmo paham—itu adalah pertanyaan yang sangat normal. Dan jawabannya... beragam, tergantung ukuran tato dan area tubuh mana yang ditato (tato yang lebih kecil di bagian tubuh yang lebih berdaging adalah yang paling tidak sakit). JoJo mengatakan tato di pergelangan tangan dan lengan bawah cenderung merupakan area yang mudah untuk pemula, tapi pinch test (yaitu mencubit dirimu dengan kuku) adalah indikator yang bagus akan area tubuh mana yang lebih sensitif dari yang lainnya.



    Meski setiap orang mengalami rasa sakit secara berbeda, biasanya tato akan terasa paling sakit pada tulang rusuk, kaki, pergelangan kaki, leher, bagian belakang lutut, atau bagian dalam siku. Really, area mana pun yang memiliki ujung saraf tingkat tinggi dan tidak banyak lemak. Jadi jika kamu berencana untuk mendapatkan tato di salah satu—atau semua—area tersebut, persiapkan dirimu. Atau konsumsi parasetamol (bukan ibuprofen, aspirin, atau bahkan satu shot tequila, karena semua itu bisa menipiskan darah dan membuat prosesnya lebih berbahaya).


    Apa yang perlu dihindari sebelum mendapatkan tato?

    Jika kamu melewatkan paragraf sebelumnya: alkohol. JoJo mengatakan bahwa mengonsumsi alkohol sebelum mendapatkan tato tak hanya akan menipiskan darah, yang bisa membuatmu lebih banyak berdarah selama proses tato (yang berisiko), tapi darah berlebih bisa menipiskan tinta dan merusak hasil akhir tato.

    Hindari juga matahari sebelum mendapatkan tato. Ingat sebelumnya Cosmo sudah mengatakan bahwa mendapatkan tato terasa seperti disengat matahari? Yeah, hal terakhir yang kamu inginkan adalah mendapatkan tato di kulit yang terbakar atau kering serta mengelupas. Oh, dan jika kamu tidak pernah mencukur di beberapa area tertentu dan ingin mendapatkan tato di area tersebut tapi tidak yakin bagaimana cara melakukannya, jangan mulai mencukur. Lebih baik jika sang seniman tato membantumu melakukannya atau melakukannya untukmu agar kamu tidak mengalami iritasi akibat pisau cukur yang bisa mengganggu proses tato.


    Bagaimana cara menghadapi rasa sakit saat ditato?

    Hmm... Bagaimana cara menjelaskannya, ya? Intinya: kamu harus menahannya. Krim anestesi mungkin menggoda, tapi JoJo tidak merekomendasikannya karena bisa memengaruhi tekstur kulit sehingga lebih sulit untuk menempatkan tinta. Kalau kamu harus menggunakan krim anestesi, bicara pada sang seniman sebelumnya dan pastikan ia setuju dengan keputusanmu dan produk yang kamu gunakan.





    Umumnya, gunakan malam sebelum mendapatkan tato seperti malam sebelum menghadiri sebuah ujian: Tidur yang cukup, makan sarapan, pastikan dirimu terhidrasi, dan jangan datang dalam keadaan mabuk atau hangover. JoJo mengatakan semua hal tersbut bisa memengaruhi cara kamu menghadapi rasa sakit, bahkan jika tato yang kamu inginkan tidak pada area tubuh sensitif. Saran terakhir JoJo adalah untuk membawa semacam pengalih, seperti camilan, Netflix, seorang teman, sebuah buku—apa saja yang bisa membuat pikiranmu sibuk dan membuat rasa sakit sedikit lebih ringan.


    Apa yang perlu diketahui sebelum mendapatkan tato?

    Memiliki ide desain yang kamu inginkan dan di tempat yang kamu inginkan penting untuk diketahui sebelum mendapatkan tato, yes, tapi memilih seniman tato juga kunci agar kamu bahagia dengan tato yang kamu dapatkan. Periksa jika tempatnya terlihat bersih, menampilkan karya seni, dan kamu merasakan aura yang nyaman dari para staf, lalu jadwalkan konsultasi dengan sang seniman untuk membahas soal harga dan pertanyaan lainnya yang kamu miliki.

    Kamu juga bisa (dan sebaiknya!) meminta untuk melihat izin tato sang seniman untuk memastikan ia memiliki persyaratan yang diperlukan. Dan jika sang seniman tidak menggunakan sarung tangan dan jarum sekali pakai, kabur. Cepat.


    Apa saja risiko tato?

    Reaksi terhadap tato tidaklah umum, tapi ketika terjadi, cukup sulit untuk ditangani. Dr. Michelle mengatakan pewarna merah adalah salah satu pewarna yang paling umum menyebabkan alergi, jadi kalau itu adalah warna yang ingin kamu gunakan, pastikan kamu telah bertanya kepada dermatolog terlebih dahulu tentang kekhawatiran kamu. Dan kalau sebelumnya kamu pernah mengalami alergi terhadap pewarna rambut, fashion jewelry, atau parfum murahan, Dr. Joshua mengatakan bahwa kemungkinan kamu memiliki risiko lebih tinggi dalam mengalami reaksi, so... bahas hal ini dengan dokter.


    Apa yang harus dilakukan setelah mendapatkan tato?

    Jauhi badan air apa pun selama dua minggu setelah tato kamu benar-benar selesai. Selama waktu tersebut, jangan mandi sambil berendam, serta hindari sauna, hot tub, kolam renang, danau, laut—badan air apa pun—untuk menghindari infeksi. Bahkan kamu akan ingin menghindari aktivitas berat yang bisa menyebabkan keringat bercucuran, seperti workout.



    Dan untuk merawat tato, JoJo mengatakan untuk beberapa hari pertama, biarkan bersih dan kering. Bersihkan dua kali dalam sehari dengan cleanser bebas pewangi yang lembut, tepuk secara perlahan hingga kering, dan biarkan dikeringkan udara. Setelah beberapa hari pertama tersebut, tato akan mulai kering, terasa lebih kencang, dan sedikit gatal, tapi jangan digaruk! Mengopek keropeng dan kulit bisa menghilangkan sebagian tinta. Daripada melakukan itu, terus bersihkan tato dua kali sehari dengan cleanser lembut, dan tambahkan lapisan tipis lotion bebas pewangi atau tattoo lotion untuk meringankan rasa gatal dan menjaga kelembapan kulit. Berikut adalah beberapa produk untuk tattoo aftercare favorit Cosmo:



    • Cetaphil Gentle Skin Cleanser, Rp217.500,- (watsons.co.id)
    • Dr. Bronner's Unscented Pure Liquid Castile Soap, Rp166.900,- (lilla.id)
    • Sensatia Botanicals Wunderbalm, Rp360.000,- (sensatia.com)
    • Aveeno Baby Daily Moisture Lotion, Rp149.000,- (Shopee Mall)


    Begitu tato sudah benar-benar pulih, kamu perlu mengoleskannya dengan sunscreen setiap hari agar warna tidak menghilang dan memudar, menurut kedua dermatolog.


    Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai tato sembuh?

    Setelah dua minggu, tatomu seharusnya sudah benar-benar sembuh kalau kamu membersihkannya dengan benar, melembapkannya dengan lotion bebas pewangi, dan, selain itu, tidak mengganggunya. Kalau sebagian dari desain kamu tidak pulih dengan benar atau sudah memudar dan ingin di-touch-up, hubungi sang seniman terlebih dahulu. Ia mungkin dengan senang hati akan memperbaiki ketidaksempurnaan dengan gratis (jika itu adalah kesalahannya) atau untuk sejumlah harga (kalau kamu ingin touch-up).



    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: jasmin chew on Pexels)