Better You

Apakah Siklus Menstruasi 28 Hari Itu Hanya Mitos? Ini Jawaban Ahli!

  by: Giovani Untari       5/1/2022
  • Salah satu ‘fakta’ kesehatan yang kita semua tahu dan selalu ingat selama bertahun-tahun, tetapi cukup berbanding terbalik dengan kenyataannya sebab siapa sih yang benar-benar mendapat siklus menstruasi mereka secara tepat setiap 28 hari? Tidak terlalu banyak.

    Menurut data yang dipublikasikan oleh npj Digital Medicine, hanya 13% dari sistem reproduksi perempuan yang secara tepat mengikuti siklus empat minggu tersebut.

    Dan cobat tebak apa lagi? Hampir 20% dari perempuan di survei tersebut ternyata memiliki siklus menstruasi 30 hari atau lebih panjang. Itu artinya ada beberapa bulan di mana para perempuan tersebut bahkan sama sekali tidak datang bulan.







    Teori tersebut mungkin selalu kita ingat karena studi lama menjelaskan bahwa rata-rata siklus menstruasi terjadi selama 28 hari. Tetapi terkadang batas antara ‘rata-rata’ bisa berubah dan dianggap ‘normal’, ujar Mary Jane Minkin, seorang profesor klinis kebidanan ginekologi dan ilmu reproduksi di Yale School of Medicine.

    Kemungkinan besar karena siklus ‘setiap empat minggu’ tersebut juga lebih mudah diingat bagi kita, ketimbang ‘siklus 21-40 hari lebih’. Yang mana ini adalah durasi sebenarnya dari sebuah periode menstruasi menurut NHS.


    Ini bisa menjadi sebuah masalah apabila kamu tipe yang sering mengecek siklus menstruasi demi mencegah kehamilan, menyeimbangkan program latihan dan diet di setiap fase menstruasi, atau sesederhana ingin membuat underwear kamu bebas dari bercak darah aka spotting yang tidak diinginkan. Informasi soal siklus menstruasi 28 hari tersebut juga membuat kita merasa panik apabila tidak kunjung datang bulan di hari ke-28. Masalah ini jelas ikut menjadi catatan oleh para ahli.


    “Saya pernah memiliki pasien yang khawatir dan cemas karena berpikir ada yang tidak beres dengan siklus menstruasi mereka, padahal bukan seperti itu faktanya,” tutur ahli endokrin reproduksi, Dr Aimee Eyvazzadeh.




    Apabila saat ini kamu sedang tidak menggunakan alat kontrasepsi hormonal, durasi siklus menstruasi kamu bisa saja berbeda setiap bulannya, ujar Joyce Harper, profesor ilmu reproduksi dari University College London. Pada dasarnya uterus memilih petualangannya sendiri setiap kali seorang perempuan datang bulan. Hormon yang dirilis oleh otak juga ikut mengontrol siklus menstruasi dan ada beberapa faktor lainnya yang memengaruhi seperti: usia, genetik, kadar stres, berat badan, dan waktu tidur.




    Sebagai contoh, apabila folikel (kantung cairan yang terdiri dari oosit untuk membentuk sel telur) kamu menstimulasi kadar hormon, mereka akan memberi tahu ovarium untuk melepaskan lebih banyak estrogen dan menyiapkan proses pembuahan. Jadi apabila proses ini terbentuk dengan cepat, maka kamu bisa mengalami fase ovulasi lebih cepat dari bulan sebelumnya. Itu mengapa kamu bisa mengalami siklus menstruasi yang lebih pendek,” terang Dr Eyvazzadeh.




    Kesimpulan dari semua ini?

    Apabila kita berbicara soal apa definisi ‘normal’ dari waktu tunggu setiap periode menstruasi. Satu-satunya siklus yang membutuhkan penanganan medis adalah saat menstruasi kamu jatuh di luar siklus 24 - 38 hari atau dengan rentang satu minggu lebih cepat atau lebih lambat dari tanggal haid seharusnya.

    Termasuk apabila kamu mengalami pendarahan serius, merasakan nyeri panggul yang ekstrem, atau sama sekali tidak datang bulan lagi.


    Pada dasarnya, berpikirlah seperti ini: siklus menstruasi ibarat teman yang kerap membatalkan janji untuk bertemu. Tapi suatu hari kalian pasti akan bertemu, sebab teman kamu terkadang tentu bisa begitu dipercaya… atau sebaliknya.





    (Artikel disadur dari Cosmopolitan UK edisi Desember 2021 - Januari 2022 dengan judul "The 28-day menstrual cycle is a myth" / Penulis asli: Suzannah Weiss / Alih bahasa: Giovani Untari / FT / Images: Dok.  Masha Raymers from Pexels, Olya Kobruseva from Pexels, Sora Shimazaki from Pexels, Nataliya Vaitkevich from Pexels)