Better You

5 Hal Tentang Vaksin Booster yang Perlu Kamu Ketahui!

  by: Giovani Untari       13/1/2022
  • Satu lagi kabar baik yang patut kita semua ketahui, babes!

    Tercatat mulai hari Rabu, 12 Januari 2022 pemerintah Indonesia resmi memulai program vaksinasi booster (dosis ketiga).




    Vaksin booster sendiri akan diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas, dengan prioritas kelompok rentan dan lansia, serta mereka yang telah menerima vaksin dosis lengkap minimal enam bulan sebelumnya.





    Pelaksaan vaksinasi booster ini akan dilakukan secara bertahap dan bersifat GRATIS! Yup, it’s free! Hal tersebut dinyatakan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. 

    Pencapaian vaksinasi di Indonesia sendiri sejauh ini sudah mencapai lebih dari 280 juta dosis. Ini membawa Indonesia berada di peringkat ke-empat sebagai negara dengan cakupan vaksin terbanyak di dunia di bawah China, India, dan Amerika Serikat.



    Images: Dok. Instagram @lawancovid19_id


    1. APA FUNGSI VAKSIN BOOSTER?

    Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pemberian vaksin booster bertujuan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan dari COVID-19.

    Seperti yang kita tahu bahwa virus COVID-19 pun terus bermutasi, sehingga upaya pemberian vaksin booster penting dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat.


    2. ADA 5 MEREK VAKSIN BOOSTER YANG DIIZINKAN DI INDONESIA

    Untuk mendukung program vaksinasi booster, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) kepada lima merek vaksin COVID-19 yang dipakai sebagai vaksin booster di Indonesia. Di antaranya adalah CoronaVac, AstraZeneca, Pfizer untuk kategori homolog. Sementara Moderna untuk homolog dan heterolog, dan Zifivax untuk heterolog.





    3. APA BEDANYA VAKSIN BOOSTER HOMOLOG DAN HETEROLOG?

    Nice question! Satu lagi istilah baru yang bisa kita pelajari.

    Program vaksin booster homologous atau homolog mengacu pada pemberian jenis vaksin ketiga (booster) menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin 1 dan 2. 

    Sedangkan vaksin booster heterologous atau disingkat heterolog adalah pemberian jenis vaksin ketiga yang berbeda dengan pemberian vaksin 1 dan 2. 




    Menurut beberapa penelitian vaksin booster heterolog ternyata menunjukkan peningkatan antibodi yang relatif sama dengan vaksin booster homolog atau vaksin booster dengan jenis yang sama.


    4. INI JENIS VAKSIN BOOSTER UNTUK BULAN JANUARI 2022

    Melalui persetujuan dari BPOM dan rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) serta mempertimbangkan ketersediaan vaksin di Indonesia, inilah sejumlah kombinasi pemberian vaksin booster di bulan Januari 2022:

    • Vaksin primer menggunakan Sinovac maka vaksin booster bisa menggunakan AstraZeneca (setengah dosis) atau Pfizer (setengah dosis).


    • Vaksin primer menggunakan AstraZeneca maka vaksin booster bisa menggunakan Moderna (setengah dosis).



    Images: Dok. Instagram @kemenkes_ri.


    Meski dosis yang diberikan hanya setengah, tetapi menurut penelitian menunjukkan bahwa dosis tersebut dapat memberikan antibodi yang lebih baik dan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang rendah. 

    Peraturan ini juga masih terus berkembang mengikuti hasil riset terbaru dan ketersediaan vaksin yang ada di Indonesia. Jadi terus ikuti perkembangannya untuk mendapat informasi terkini seputar vaksin booster ya.


    5. BAGAIMANA CARA SAYA MENDAPAT VAKSIN BOOSTER?

    Pelaksanaan vaksinasi booster sendiri akan dilakukan secara bertahap. Kamu bisa cek tiket dan jadwal vaksinasi booster-mu melalui aplikasi dan website PeduliLindungi.


    Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia lokasi pemberian vaksin booster adalah fasyankes milik Pemerintah seperti Puskesmas, Rumah Sakit Pemerintah dan Pemerintah Daerah, Pos Pelayanan Vaksinasi yang dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan. 


    Apabila masih belum muncul jadwal vaksin ke-tiga di aplikasi dan situs website PeduliLindungi, lakukan pengecekan secara berkala. 




    (Giovani Untari / Images: Dok. Thirdman from Pexels, Alena Shekhovtcova from Pexels).