Better You

Ini 7 Penyebab Darah Menstruasi Keluar Lebih Sedikit dari Biasanya

  by: Giovani Untari       24/1/2022
  • Kalau kamu pernah merasakan pengalaman darah menstruasi hanya keluar sedikit dibanding biasanya, kamu pasti bertanya-tanya apa yang terjadi dengan tubuhmu saat ini. Terlebih jika bulan sebelumnya darah menstruasimu keluar dengan normal seperti biasanya.

    Yup, sepertinya banyak sekali perempuan yang merasakan fenomena satu ini.




    Tetapi girls, tidak semua fase menstruasi diciptakan secara sama sebab banyak faktor yang memengaruhinya. Inilah penyebab mengapa ada sejumlah perempuan yang volume darah menstruasinya hanya keluar sedikit, sedangkan beberapa perempuan justru darah menstruasinya keluar lebih banyak. Tak sedikit juga perempuan yang mengalami ‘campuran’ di antara keduanya, di mana beberapa bulan darah menstruasi mereka keluar banyak dan menjadi lebih sedikit di bulan berikutnya.



    Adalah sesuatu masuk akal pula apabila kita ikut penasaran atas apa penyebab darah menstruasi hanya keluar sedikit dan kapan waktu kita harus khawatir terhadap hal tersebut.



    So, apa sebenarnya arti dari darah menstruasi yang sedikit?

    Menurut ginekolog dari INTIMINA, Shree Datta, darah menstruasi yang sedikit dikategorikan apabila jumlahnya hanya keluar sekitar 30 – 35 mL selama periode menstruasi.

    “Kecuali Anda menggunakan menstrual cup, memang agak sulit untuk mengukurnya secara pasti. Jadi penting untuk mempertimbangkan banyak aspek seperti seberapa heavy darah menstruasi Anda setiap bulannya untuk mengambil perbandingannya,” ujarnya

    “Penting juga untuk mengingat bahwa siklus menstruasi dapat berubah setiap bulannya,” terang sang dokter lagi. “Apabila volume darah menstruasi Anda cukup banyak, bisa jadi bulan berikutnya darah menstruasi Anda akan jadi lebih sedikit.”


    Ingin tetap mengetahui mengapa darah menstruasi kamu hanya keluar sedikit bulan ini? Duduk yang nyaman, sebab Cosmo telah bertanya kepada dokter Datta dan dokter Tatiana Lapa untuk menjelasan alasan mengapa perempuan bisa mengalami hal satu ini. Ternyata ada beberapa faktor yang ternyata bisa memengaruhi produksi darah menstruasi bulanan kamu.


    Berikut 7 penyebab darah menstruasi hanya keluar sedikit:


    1. Stres

    Stres memang menjadi sesuatu yang sering dialami oleh perempuan saat ini. Tidak hanya secara psikis, stres juga bisa ikut memengaruhi kondisi fisikmu, babes!

    Dr Lapa menjelaskan: “Stres dapat menghalangi produksi hormon yang penting untuk siklus menstruasi. Saat hormon tersebut terhambat, maka seseorang dapat mengalami volume darah menstruasi yang lebih sedikit dari biasanya.”

    Ada beberapa jenis yang stres bisa ikut berpengaruh pada siklus menstruasi seorang perempuan hingga membuat kondisi tubuhnya ikut berubah seperti stres karena kehilangan orang yang disayangi dalam hidup, perceraian, dan karena penyakit.



    2. Penurunan berat badan

    Persentasi lemak tubuh dan berat badan juga bisa membawa pengaruh langsung pada menstruasimu. Apabila seseorang mengalami penurunan berat badan secara ekstrem, hal ini bisa menjadi faktor penyebab siklus menstruasinya menjadi tidak normal lantaran ada beberapa hormon tubuh yang tidak bekerja seperti biasanya.

    “Penurunan berat badan yang terlalu drastis dapat menyebabkan perubahan pada produksi hormon tubuh, inilah yang memicu darah menstruasi hanya keluar sedikit.” Sang dokter juga menambahkan bahwa kekurangan atau adanya kenaikan berat badan yang ekstrem dapat membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

    Pastikan untuk melakukan program penurunan / menaikkan berat badan secara sehat dan diikuti dengan pola makan yang baik agar sistem tubuh tetap dapat bekerja secara normal.


    3. Semakin bertambahnya usia

    Your age is more than just a number. Itu juga menjadi penanda bahwa akan ada beberapa perubahan yang terjadi pada tubuh kita, termasuk soal siklus menstruasi.



    Apabila kamu memasuki usia pertengahan 30-an atau awal 40 tahun, ovarium akan mulai menunjukkan ada perubahan di mana salah satu gejalanya adalah darah menstruasi kita bisa menjadi lebih sedikit dari biasanya.

    Dr. Lapa mengungkapkan: “Pada usia tersebut, akan ada penurunan fungsi dari sel telur dan kadar hormon estrogen. Ovarium / indung telur perempuan akan resmi berhenti ‘bekerja’ saat memasuki usia 50 tahunan dengan rata-rata usia menopause di antara 51 dan 52 tahun.”




    4. Mengonsumsi pil kontrasepsi

    Salah satu alasan yang paling umum mengapa darah menstruasi hanya sedikit adalah kamu sedang mengonsumsi pil kontrasepsi. Tetapi beberapa dokter juga akan memberi resep pil tersebut kepada perempuan yang mengalami siklus menstruasi heavy dan menyakitkan.

    “Beberapa pil kontrasepsi mencegah agar sel telur tidak keluar dari tubuh Anda. Saat tubuh tidak mengeluarkan sel telur, uterus tidak akan menebal. Inilah yang menyebabkan darah menstruasi Anda hanya keluar sedikit atau bahkan tidak datang sama sekali.”


    5. Mengalami PCOS

    Sindrom polikistik ovarium atau PCOS adalah suatu kondisi yang juga umum terjadi. Kondisi ini disebabkan karena ovarium membesar dan mengandung banyak kantung berisi cairan yang mengelilingi sel telur. Menurut NHS, 1 dari 5 perempun di Inggris mengalami PCOS dan tidak semuanya menunjukkan ada gejala tertentu.

    “Saat Anda mengalami PCOS, ketidakseimbangan hormon dapat memicu siklus menstruasi jadi tidak teratur, termasuk rasa sakit dan pendarahan berlebih, darah menstruasi yang sedikit atau hanya keluar beberapa hari saja.” Beberapa perempuan yang terdiagnosa PCOS bahkan ada yang sama sekali tidak datang bulan.


    6. Baru menjalani operasi

    Mungkin beberapa dokter akan mengatakan efek samping ini sebelum kamu menjalani operasi. Tetapi dokter Datta memperingatkan bahwa apabila kamu baru saja operasi atau melakukan perawatan terlebih pada area rahim atau leher rahim, ini akan ikut memengaruhi fase menstruasimu. 

    “Apabila Anda baru saja operasi pada area rahim atau leher rahim, misalnya untuk mengatasi masa serviks yang tidak normal, pastinya ini akan ikut memengaruhi siklus menstruasi,” ujarnya. 

    Ada kemungkinan kamu juga akan mengalami volume darah menstruasi yang lebih sedikit selama beberapa bulan. Kalau kamu khawatir akan hal ini, jangan ragu untuk mengunjungi dokter demi mendapat penjelasan yang tepat.



    7. Olahraga terlalu berlebihan

    Kalau kamu sering melakukan olahraga dengan intensitas yang terlalu berlebihan, tubuh pun bisa mengalami stres dan ketegangan yang intens. Sekali lagi penting untuk diingat, baik stres emosional dan fisik dapat memengaruhi siklus menstruasi kamu.

    Meskipun kita tahu olahraga membawa dampak yang baik bagi kesehatan, tapi sama seperti segala hal dalam hidup: lakukanlah secukupnya.




    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Giovani Untari / Images: Dok. Cliff Booth from Pexels, Karolina Grabowska from Pexels, Polina Zimmerman from Pexels).