Love & Sex

Suka Dengan Mantan Kekasih Sahabat? Kenali Dulu Aturannya!

  by: Redaksi       20/10/2011
  • Setelah lama menyendiri, akhirnya Anda bertemu dengan pria yang sesuai dengan kriteria. Tapi, sayangnya pria itu adalah mantan dari sahabat Anda! Nah, bisakah hubungan ini berhasil tanpa hambatan dari sang sahabat? Tip Cosmo berikut bisa bantu menjernihkan pikiran Anda. Enjoy!

    Rule #1

    Coba deh sesekali pikirkan tentang hubungan yang pria ini jalani bersama sahabat Anda. Apakah hanya sekadar selingan atau mereka pernah merencanakan untuk menikah? Dan apakah pria ini bisa menjadi the next Mr.Right atau hanya sekadar untuk bersenang-senang?



    Rule #2

    Jika Anda sudah menemukan jawabannya, tak ada salahnya untuk mengutarakannya pada sahabat dan biarkan ia tahu tentang perasaan Anda pada mantan kekasihnya. Memang ini butuh pendekatan dan pengertian ekstra ( karena setiap wanita apalagi teman dekat selalu ingin dihargai ), jadi katakan padanya, “Saya akan berkencan dengan mantan kekasih kamu, tak masalah, kan?” Tak perlu takut jika ia tidak setuju, yang penting adalah Anda sudah berusaha jujur padanya. Well.. time changes, people change, right?

    Rule #3

    Dalam kondisi apapun hindari keinginan untuk "backstreet" dari sahabat Anda. Ya, karena dia akan selalu mencari tahu dan merasa dikhianati dengan Anda. Selain hal ini bisa merusak persahabatan, bahkan nantinya ia bisa sulit untuk memaafkan Anda. Percaya deh, jika Anda jujur, ia akan sangat menghargainya!



    Rule #4

    Ini hanya masalah waktu. Kalau sahabat Anda sudah “melupakan” mantannya, semisal saat ia bisa menceritakan mantan kekasihnya itu tanpa emosi yang meledak-ledak, berarti ia sudah benar-benar melupakannya. So... her time is up, your time is NOW!

    Rule #5

    Walaupun sedang dekat dengan mantan kekasihnya, tapi tetap peka terhadap perasaan sahabat Anda itu penting! Saat ia sedang sedih atau memiliki sebuah masalah, luangkan waktu Anda untuk sekadar sharing atau men-support dia. Sesekali tanyakan apa yang dia butuhkan untuk merasa lebih baik, kemudian bantu ia menemukan solusinya. Jika sahabat meminta Anda untuk memilih, ia atau mantannya? Biarkan ia tahu kalau Anda tidak mau memilih, karena tak akan ada pilihan yang terbaik! Kalaupun nantinya Anda (terpaksa) harus memilih, ikuti kata hati dan pikiran, ini akan membantu Anda memilih sebuah keputusan yang tepat. It's OK jika Anda harus kehilangan sahabat terbaik untuk mendapatkan pria yang nantinya bisa menjadi masa depan Anda! Tapi, jika harus kehilangan sahabat hanya untuk sebuah hubungan yang tak serius? Hmm.. we don't think so, darling. Lagi pula masih banyak pria di luar sana. Time to go hunting! (Lidya/II/Image:google.com)