Better You

Part Time Mommy (Bagian 1)

  by: Hagi       1/10/2013
  • Menjelang persalinan seringkali para moms menghadapi dilema untuk tetap bekerja atau menjadi ibu rumah tangga. Banyak juga yang memutuskan untuk menjadi pekerja paruh waktu atau bekerja freelance. Apa saja pertimbangannya?

    Antara Part Timer dengan Freelancer
    Part timer dan freelancer memiliki kesamaan yaitu waktu kerja Anda lebih fleksibel dibandingkan dengan pekerja full time.  Perbedaannya part timer masih terikat di dalam suatu perusahaan sebagai karyawan tetapi jam kerjanya lebih sedikit daripada yang bekerja full time. Sedangkan freelancer, bekerja untuk siapa saja yang membutuhkan jasanya tanpa terikat kontrak atau waktu tertentu.

    Why Part Time/Freelance?
    Alasan utama para moms bekerja part time maupun freelance adalah agar fokus pada perkembangan anak di masa emasnya. Namun tidak sedikit yang kemudian terus menjalaninya meskipun anak mereka sudah besar. Mom Grace, seorang senior stylist mengatakan, sejak memutuskan untuk bekerja paruh waktu, hidupnya menjadi lebih seimbang. Ia memiliki banyak waktu untuk melakukan kegiatan yang ia suka seperti menari dan memasak. “Saya juga memiliki waktu untuk berkunjung ke rumah teman lama, serta menghadiri acara-acara yang biasanya saya lewatkan karena kesibukan saya,” katanya.





    Full Time vs Part Time/Freelance
    Ketika memutuskan untuk bekerja paruh waktu, Anda sudah harus siap untuk tidak mendapatkan gaji penuh seperti saat Anda bekerja full. Di samping itu, kemungkinan Anda untuk naik ke jenjang karier berikutnya juga lebih sulit ketimbang rekan kerja Anda yang bekerja secara penuh. Namun hal ini tergantung pada prioritas dalam hidup, seperti Mom Renata, “Sejak saya  bekerja part time, tentu saja pendapatan saya tidak seperti dulu, tetapi karena saya tidak perlu mengeluarkan uang transport sebanyak dulu lagi, kesenjangan gaji tersebut tidak terlalu terasa.” 
    Sementara, Mom Dea, sebagai seorang desainer interior, ia memutuskan untuk menjadi  freelancer sejak anaknya berusia enam bulan. Kini, jasanya sebagai seorang interior designer justru semakin berkibar. “Justru setelah memutuskan untuk bekerja freelance, keahlian saya lebih dikenal orang banyak,” paparnya bersyukur. (Karmenita Ridwan/Image: Thinkstock)

    tags: tips, career, mom