Love & Sex

Tata Tertib Friends With Benefits

  by: Redaksi       7/10/2013
  • Asal tahu tata tertibnya, status friends with benefits tak serumit yang Anda bayangkan! Cosmo memberikan manual bagi Anda yang ingin mencobanya. 

    Tidak Berasal Dari Lingkup Pertemanan
    Friends with benefits akan menujukkan hasil yang lebih maksimal jika ia bukan berasal dari lingkup pertemanan Anda sehari-hari. Mereka yang terlibat hubungan dengan latar belakang emosional pertemanan, biasanya berakhir dengan hot mess relationship yang penuh drama dan menyusahkan!

    Tidak Terlihat Bersama
    Bayangkan jika ia hanyalah sosok khayalan macam peri gigi saat Anda masih kanak-kanak! Tak seperti kekasih, “teman” yang satu ini tak perlu Anda bawa dan perkenalkan ke keluarga dan sahabat. Anda tentu tak ingin dibuat sakit kepala dengan rentetan pertanyaan, bukan? Dan Cosmo jamin, ia juga tak ingin diberikan “hadiah” berupa tanggung jawab seorang kekasih.  



    Tidak Posesif
    Pastikan informasi yang terbuka. Beri tahu dia jika Anda sedang dekat dengan pria lain. Ingat, dia bukan kekasih Anda! Jadi dia tak berhak untuk cemburu. Hal yang sama berlaku juga untuk Anda. “Teman” spesial ini bebas untuk pergi dan mendekati siapapun yang ia sukai.    



    Tidak Perlu Dipublikasikan
    Anda mungkin saja bertemu dengannya lewat media sosial, namun itu bukan berarti ia ingin seluruh dunia tahu kebersamaan kalian. Jadi, selalu pikir ulang sebelum Anda menulis sesuatu di status Anda, atau lebih buruk lagi, di status media sosial miliknya! Hindari juga bunyi status yang terlalu obvious, mengundang tanya, dan merujuk pada seseorang secara terang-terangan. Anda hanya akan membuat ia malu dan ketakutan!   

    Tidak Jatuh Cinta
    Selalu ingatkan diri Anda jika ini bukan hubungan yang akan berakhir 'live happily ever after' layaknya kisah percintaan para putri di negeri dongeng! Jika Anda mulai berpikiran untuk mengganti status hubungan ke tingkat yang lebih “jelas”, bitch-slap yourself dan segera tinggalkan hubungan tersebut. Dan jangan! Jangan berpikir untuk mencoba menyakinkannya mengubah status Anda dan dia. Yes, this is the easiest rule to remember, but the hardest rule to follow! (Ruben William/FT/Image: iStock/Thinkstock)