Better You

Diet Fleksibel dengan Beragam Manfaat

  by: Silvya Winny       11/10/2015
  • Ingin hidup sehat dan jadi vegetarian tapi masih merasa tidak “rela” untuk melepas kenikmatan menyantap daging? Well, you don’t have to choose, darling—be a flexitarian! Yup, menurut American Heart Association pola makan ini justru lebih sehat lho...

    What’s it Called: The Flexitarian Diet

    How it Works: Diet ini sebenarnya tidak baru sih. Pencetusnya adalah buku karangan Dawn Jackson Blatner berjudul The Flexitarian Diet: The Mostly Vegetarian Way to Lose Weight, Be Healthier, Prevent Disease and ADD Years to Your Life yang rilis pada 2009. Personally Cosmo loves this diet. Kenapa? Karena diet ini bukannya mengurangi sajian pada piring Anda tapi justru menambah. Interesting, right?



    The Marvelous Five. Yup, diet Flexitarian menganjurkan Anda untuk menambah lima grup makanan ke dalam menu Anda sehari-hari: sumber sarat protein (atau yang disebut “new meat”) seperti tahu, kacang-kacangan, biji-bijian, dan telur; buah-buahan dan sayur-sayuran; whole grains; serta gula dan rempah-rempah seperti dried herbs atau madu. Dan benefit lebih dari diet ini adalah Anda “diizinkan” untuk memiliki cheat day. Go ahead—devour that cheese burger, ladies...



    The Health Benefits: Studi telah mengungkapkan kalau pengikut diet Flexitarian cenderung memiliki berat badan 15 persen lebih ringan daripada teman-teman mereka yang “karnivora”; memiliki potensi lebih kecil terkena penyakit jantung, diabetes, dan kanker; serta rata-rata hidup 3,6 tahun lebih lama. Apalagi karena Anda lebih banyak makan sayuran, yang berarti Anda mengonsumsi protein tanaman yang lebih banyak mengandung serat dibandingkan protein hewani, maka risiko terkena kolesterol atau darah tinggi pun jadi lebih rendah. That’s great results, huh? Asal jangan lupa dilengkapi dengan olahraga juga ya. (Sahiri Loing / SW / Image: vasaleks / iStock / Thinkstock)