Celebrity

The Brave and Bold Celebrity Chef, Tetsuya Wakuda (Waku Ghin)

  by: RedaksiCosmopolitan       11/10/2015
  • Cosmo merasa beruntung bisa “menangkap” celebirty chef Tetsuya Wakuda di Epicurean Market tanggal 15 Agustus lalu. Penasaran dengan perjalanan kariernya, Cosmo pun berbincang panjang dengan chef pemilik restoran Waku Ghin yang masuk dalam daftar 50 Restoran Terbaik di Dunia.

    Cosmo (C): Hallo Chef Tetsuya. It's a pleasure to meet you. Bagaimana awalnya Anda bisa memadukan hidangan Prancis dan Jepang?



    Tetsuya Wakuda (TW): Ketika saya pergi ke Australia tahun 1982, saya bekerja di sebuah restoran Prancis yang menjadi dasar saya untuk mengenal masakan Prancis. Dan tentu saja, Japanese cuisine menjadi bagian dari diri saya yang tak terpisahkan. Saya lahir dan besar di sana.

    C: Apakah Anda melihat perbedaan tentang hidangan di Sidney tempat Anda memulai karier dengan Singapura?


    TW: Ada perbedaan yang besar menurut saya tentang hidangan di dua tempat tersebut. Di Sidney, hidangannya lebih ke arah French-European-Mediteranean dengan sedikit sentuhan Asia. Di Singapura, titik beratnya lebih banyak ke Asia atau Jepang dengan sedikit sentuhan Eropa.

    C: Apakah Anda memiliki rencana untuk membuka restoran lagi di beberapa negara dalam waktu dekat ini?

    TW: Mungkin Indonesia. Saya memiliki beberapa rekan kerja di Jakarta dan rasanya Indonesia bisa menjadi pasar yang hebat.

    C: Apakah Anda memiliki signature dish?

    TW: Rasanya tidak, haha. Menurut saya, apa yang banyak disukai konsumen atau banyak dipesan, itulah yang akan menjadi signature dish. Selama konsumen senang, saya dan hidangan saya tentunya selalu akan mengusahakan yang terbaik.

    C: Bagaimana rasanya saat restoran Anda masuk dalam daftar S. Pellegrino's World's 50 Best Restaurants?

    TW: Rasanya sudah lama sekali. Waktu itu restoran saya masuk dalam peringkat 4 dan tentu saja rasanya sangat menyenangkan.



    C: Benarkah tahun 1982 Anda memutuskan untuk pindah ke Sydney tanpa rencana dan hanya memiliki pengetahuan bahasa Inggris yang terbatas?

    TW: Terbatas? Oh, saya sama sekali tidak bisa bahasa Inggris saat pertama kali tiba di Sydney, haha! Tapi yang jelas saat itu saya tidak merasa takut. I was excited! Saat itu saya masih berusia 22 tahun dan yang ada dalam pikiran saya hanya semangat tinggi. Bahkan saya bilang ke semua orang di Jepang kalau saya akan ke luar negeri. Bukannya saya tidak suka dengan Jepang, tapi saya merasa harus melebarkan sayap selagi muda. Dan begitulah, saya sampai di Australia tanpa uang, tanpa pengetahuan bahasa, tapi saya sangat excited.

    C: Apa hal penting yang tidak boleh Anda lupakan?

    TW: Garam, olive oil, uhmm... apa lagi ya? Sepertinya itu saja.

    C: Tidak juga smartphone?

    TW: Percaya atau tidak, saya bahkan tidak bisa mengoperasikan komputer, haha. Buat banyak orang, smartphone mereka mungkin bisa jadi benda paling penting, tapi bagi saya rasanya tidak.

    C: Bisakah Anda berikan basic cooking tips untuk pembaca Cosmo?

    TW: Uhm... basic cooking tips? Pastikan Anda memasak dan menyantap makanan untuk/dengan orang yang Anda cintai. That's true! Kadang segelas air saja akan terasa enak kan jika Anda menyantapnya dengan orang tersayang?

    C: On point, Chef!

    (Vidi Prima / SW / Image: doc. Cosmopolitan Indonesia)