Celebrity

Having Fun with Mixologist Knut Randhem (Cé La Vie)

  by: Redaksi       14/10/2015
  • Saat menghadiri Epicurean Market di Singapura tanggal 13 hingga 15 Agustus lalu, Cosmo mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Head Mixologist dari klub paling hit di Marina Bay Sands, Cé La Vi. Ternyata, sebelum menjadi seorang mixologist ternama, pria asal Swedia ini pun sempat menjajal jadi koki!

    Cosmo (C): Hi, Knut! It's a pleasure to meet you.

    Knut Randhem (KR): Me too, Cosmo.



    C: Bagaimana ceritanya sampai Anda bisa memilih untuk menjadi mixologist?

    KR: Sebenarnya sih saya selalu ingin menjadi chef ketika kecil.

    C: So what went wrong? Or so we can say, what went right? Haha!

    KR: Oh saya sempat masuk chef school, and I was pretty good. Saya sangat suka memasak, sampai suatu akhirnya saya bertemu mentor yang sangat sangat buruk. Ia sangat pemurung dan grumpy, lalu saya pikir, “Saya tidak ingin menjadi seperti itu nantinya.”

    C: Dalam minuman yang Anda buat, sepertinya Anda cukup banyak mencampur bahan-bahan dari Asia ke dalam minuman. Apa saja favorit Anda?

    KR: Sebelum di Cé La Vi, saya sempat lama tinggal di Bangkok. Sejak saat itu, saya suka mengeksplorasi buah-buahan tropis yang kebanyakan ada di Asia, seperti nanas.

    C: Dari semua minuman yang pernah Anda buat, apa yang paling “challenging”?



    KR: I think making drink is easy, haha! Tapi keahlian ini juga didapat karena saya banyak latihan.

    C: Menurut Anda, apa yang membedakan tren cocktail di Eropa dan Asia?

    KR: Saya pikir sama saja. Saya juga pernah tinggal di Hongkong dan menurut saya, Singapura dan Hongkong sudah menciptakan tren tersendiri di pasar Asia. Mungkin ingredients-nya saja yang lebih membedakan, misalnya mungkin saya akan lebih banyak menggunakan stroberi di Eropa dan passion fruit di Asia.

    C: And... what is your favorite liquor?

    KR: Anything above 2 percent, hahaha! Tapi bekerja di industri ini, di mana saya harus banyak bersentuhan dengan minuman yang memabukkan juga cukup sulit karena saya harus tetap profesional dan tidak mabuk.

    C: Ada filosofi di balik setiap racikan minuman Anda?

    KR: Well, it's supposed to be kinda modernation approach in a drink. Saya sebenarnya tidak terlalu suka memberi layer demi layer rasa pada minuman yang membuatnya malah semakin rumit. I like to make it simple.

    (Vidi Prima / SW / Image: doc. Cosmopolitan Indonesia)