Beauty

Bahaya Mewarnai Rambut Terlalu Sering

  by: Ainjia Phioltia Paat       12/10/2015
  • Ladies, mewarnai rambut merupakan cara yang paling praktis untuk mengubah penampilan menjadi fabulous dalam sekejap mata. Namun bukan berarti Anda harus terus-menerus mewarnainya, apalagi jika sama sekali tidak disertai dengan jeda. Waspadai deretan akibat dari menggonta-ganti warna rambut berikut ini, dear!

    1. Cara kerja pewarnaan rambut yang sifatnya permanen adalah dengan membuka kutikula rambut dan mengangkat warna aslinya agar dapat dicat menggunakan warna baru. Jika Anda melakukannya terlalu sering, batang rambut dapat menjadi berpori sehingga kekurangan nutrisi.

    2. Minimnya gizi yang dapat terdistribusi dengan baik pada rambut diwarnai mengakibatkan serat-seratnya mudah rapuh sehingga ujungnya pun lekas bercabang.

    3. Struktur rambut yang terpapar zat kimiawi dari cat menyebabkan defisiensi protein. Inilah yang menyebabkan rambut yang diwarnai sering terlihat kusam, kaku dan kasar.

    4. Beberapa unsur pewarna rambut, terlebih jika diaplikasikan dengan dosis tinggi, bisa berefek pada kerontokan parah. Jika ingin touch up atau mewarnai ulang rambut Anda, beri interval setidaknya 6 minggu di antara proses pewarnaan.

    (Melur Pinilih/AC/Image: Depositphotos)



    Ladies, mewarnai rambut merupakan cara yang paling praktis untuk mengubah penampilan menjadi fabulous dalam sekejap mata. Namun bukan berarti Anda harus terus-menerus mewarnainya, apalagi jika sama sekali tidak disertai dengan jeda. Waspadai deretan akibat dari menggonta-ganti warna rambut berikut ini, dear!

    1. Cara kerja pewarnaan rambut yang sifatnya permanen adalah dengan membuka kutikula rambut dan mengangkat warna aslinya agar dapat dicat menggunakan warna baru. Jika Anda melakukannya terlalu sering, batang rambut dapat menjadi berpori sehingga kekurangan nutrisi.

    2. Minimnya gizi yang dapat terdistribusi dengan baik pada rambut diwarnai mengakibatkan serat-seratnya mudah rapuh sehingga ujungnya pun lekas bercabang.

    3. Struktur rambut yang terpapar zat kimiawi dari cat menyebabkan defisiensi protein. Inilah yang menyebabkan rambut yang diwarnai sering terlihat kusam, kaku dan kasar.

    4. Beberapa unsur pewarna rambut, terlebih jika diaplikasikan dengan dosis tinggi, bisa berefek pada kerontokan parah. Jika ingin touch up atau mewarnai ulang rambut Anda, beri interval setidaknya 6 minggu di antara proses pewarnaan.

    (Melur Pinilih/AC/Image: Depositphotos)