Beauty

4 Efek Samping Krim Penghilang Bulu

  by: Ainjia Phioltia Paat       23/10/2015
  • Berbeda dengan waxing, pengangkatan bulu-bulu halus yang mengganggu tampilan ketiak, kaki, maupun tangan sebetulnya bisa diatasi tanpa rasa sakit lewat krim penghilang bulu. Cara ini banyak digemari karena selain harganya terjangkau dan bisa dilakukan di rumah, hasilnya pun mulus serta tak mengakibatkan kulit kehitaman seperti halnya pisau cukur. Meski diklaim praktis dan aman, tetap saja ada beberapa dampak buruk yang harus diwaspadai saat menggunakan produk semacam ini, lho!

    1. Iritasi

    Rasa panas seperti kesemutan yang kerap muncul saat Anda mengusapkan krim penghilang bulu terkadang masih melekat pada kulit walaupun sudah dibilas, terutama jika kulit Anda termasuk sensitif. Hentikan pemakaian apabila muncul gejala seperti ruam ataupun gatal-gatal ya!



    1. Reaksi Alergi

    Meskipun kasus ini sangat jarang, reaksi alergi seperti pembengkakan ataupun kulit yang kemerahan disertai dengan rasa sakit luar biasa bukan mustahil terjadi. Sebaiknya, lakukan tes alergi pada area kulit yang tak terlalu mencolok setidaknya 24 jam sebelum aplikasi produk.

    1. Luka



    Kulit dan bulu halus yang tumbuh di atasnya terdiri dari protein dan asam amino yang sama. Rambut memang akan luruh terlebih dulu apabila "dihantam" oleh krim ini. Tapi apabila dibiarkan terlalu lama atau kurang bersih saat membilasnya, kulit Anda bisa mengalami luka bakar yang cukup serius. Ladies, pastikan Anda membaca petunjuk penggunaan terutama soal waktu tunggu (biasanya hanya sekitar 5-6 menit). Agar jangan sampai terlupa, pasang reminder dan pastikan Anda tidak melewati tenggat tersebut!

    1. Bau Tak Sedap

    Komponen kimiawi pada krim penghilang bulu biasanya beraroma tajam dan menyengat. Terlebih lagi, Anda disarankan untuk menghindari deodoran ataupun parfum selama 12 hingga 24 jam setelah pemakaian krim tersebut. (Melur Pinilih/AC/Image: Depositphotos)