Better You

Yuk, Biasakan Tepati Janji yang Diucapkan

  by: Kanta       26/10/2015
  • Kerap kita lebih “menghormati” apa yang tertera pada selembar kertas, padahal apa yang Anda ucapkan mesti ditepati juga, lho. Pasti Anda sering mendengar maksim relationships are built on trust, maka dari itu sangat penting Anda simak artikel berikut ini.

    Say it and Do it
    Yup, Cosmo yakin Anda pernah melakukan hal yang satu ini: menjanjikan sesuatu—entah mempromosikan seorang karyawan, membuat perencanaan bujet, menetapkan jam meeting, hingga membersihkan rumah—tapi nyatanya Anda tidak pernah mengabulkan permintaan tersebut karena perhatian teralihkan oleh agenda lain atau hanya karena segan menolak di depan wajah mereka. That’s not right, dear.

    Say it and Mean it
    Lagi-lagi, pasti kita—termasuk Cosmo!—pernah mengucapkan sesuatu yang “asbun” alias asal bunyi, seperti mengucapkan terimakasih tapi hanya sambil lalu, bertanya “apa kabar?” tapi sesungguhnya hanya basa-basi, atau menuliskan GBU pada teks pesan padahal Anda tidak benar-benar meminta Tuhan Anda untuk memberkati orang yang Anda layangkan tulisan GBU tersebut. You write it because it’s automatic, and again, that’s not right...



    Damage Control
    Ya, kita sering merasa “terbiasa” dengan, semisal, gelagat orang kota yang gemar telat lantaran macet. But you know what, saat seseorang mengatakan “ya” atau “bisa” untuk mengonfirmasi jam kedatangan maka itu artinya ia wajib menepati janji tersebut. Memang kita tidak pernah bisa menebak situasi, namun bila memang ada sesuatu yang terjadi, menurut buku The Four Agreements: A Practical Guide to Personal Freedom, lakukanlah “damage control”, yang berarti Anda wajib memberitahukan kepada mereka yang terkait atas keterlambatan atau alasan Anda berhalangan hadir pada jam yang ditentukan, setidaknya setengah jam sebelumnya.



    Say a Little Prayer
    Seperti yang Cosmo utarakan sebelumnya, say it and mean it. Tatap mata sang penerima, jabat tangannya lalu ucapkan terimakasih, atau ketika menuliskan GBU (but seriously ladies, kenapa tidak tulis God Bless You saja—nggak susah kok!) lengkapi dengan “doa” singkat untuk sang penerima. Seperti diuraikan oleh sejarah, orang-orang yang penuh integritas dan yang tepercaya adalah mereka yang berpegang teguh pada kata-katanya. Now THAT’S what we call right, ladies. (Sahiri Loing / SW / Image: nyul / iStock / Thinkstock)