Lifestyle

Mengeksplorasi Cita Rasa Argentina di Cassis Kitchen

  by: Redaksi       20/10/2016
  • Tanggal 28 September 2016, Cosmo mencicipi beberapa hidangan khas Argentina di Cassis Kitchen, Jakarta. Argentinian cuisine? Uhm, interesting.

    Jujur saja, apa yang ada di benak Anda ketika disuguhi hidangan khas Argentina? Apakah rasanya akan sangat pedas, manis, plain, asam, atau memiliki kemiripan dengan makanan di area Amerika Selatan lainnya? Cassis Kitchen, melalui program Tasting Table-nya, bekerjasama dengan pasangan chef Katrina Huntley dan Pancho Suarez dari Taste of Argentina Jakarta untuk mengeksplorasi hidangan Argentina. Pop-up kitchen yang diadakan tanggal 29 dan 30 September 2016 lalu ini benar-benar menyuguhkan style Argentina yang rustic dan lezat di atas meja makan.

     



    Amazing Appetizer

    Menu pertama dari lima menu tradisional Argentina yang dikeluarkan oleh Chef Pancho adalah empanadas. Empanadas adalah pastel panggang tradisional yang diisi dengan potongan kentang, daging sapi (bisa juga daging ayam atau ikan) dan tambahan bawang bombay. Hari itu, ada dua jenis empanadas yang Cosmo coba, yang berisi daging yang dimakan bersama salsa criolla (saus tomat dengan sentuhan rempah), dan yang berisi keju yang langsung lumer di mulut.

    (Ki-ka: Empanadas dan humita en chala)

    Cosmo juga mencoba gurihnya humita en chala, kudapan jagung manis dengan sensasi bumbu rempah, gula, keju, dan basil yang dibungkus sekam dan dimasak dengan teknik slow-cooked.

     

    Main Course Super Jumbo

    Menu utamanya (oh dear this is our soft spot) Chef Pancho yang telah berkarya lebih dari 45 tahun ini menyajikan 350g premium Australian sirloin steak dan juga lechon, the classic Argentinian roasted suckling pig. Yang membuatnya terasa lebih lengkap, lechon ini disajikan dengan saus herbal chimichurri yang legendaris.

    (Premium Australian sirloin steak)

    Jika Anda kaget ketika melihat porsinya yang besar, don't be, karena ternyata memang beginilah gaya orang Argentina ketika mengadakan jamuan makan. “Kami menyajikan makanan Argentina dengan gaya keluarga. Daging sapinya pun kami potong sendiri dengan teknik 'hand cut' sebesar 500 gram," ungkap Chef Pancho tentang tradisi makan di Argentina ini. 

    (Lechon, the classic Argentinian roasted suckling pig)

    Ini merupakan porsi yang biasa disajikan untuk satu orang di Argentina,” jelas Kat. Menurut Chef Pancho, orang Argentina suka sekali mengadakan jamuan makan keluarga yang besar, dalam bentuk barbecue party, “makan tengah”, dengan penyajian menu yang jumbo untuk dinikmati bersama keluarga atau kerabat. “Kami menyebutnya Argentine asado,” ungkap chef kelahiran Salta, Argentina Utara tersebut.



     

    Sweet Closure

    Sebagai penutup, Cosmo mencoba pastel rogel – kue tradisional Argentina yang bentuknya seperti tumpukan biskuit, dioles dulcede leche, dicampur kacang Italia panggang, dan krim lembut. Jika Anda pecinta kopi atau teh, kue mini alfajores de maizena yang dibuat dari tepung jagung rasanya pas untuk menemani.

    (Ki-ka: pastel rogel dan alfajores de maizena)

     

    Next on Tasting Table

    Program Tasting Table yang sudah berjalan sebanyak tiga kali tersebut selalu menghadirkan chef kelas dunia dengan sajian yang akan memperkaya pengetahuan kuliner para penikmatnya. Budi Cahyadi sebagai kreator program ini melihat jika pola pandang masyarakat tidak lagi seputar makanan yang mengenyangkan saja, namun juga cerita dibalik resep, tampilan, hingga asal usul sebotol wine yang mampu memberi pengalaman berkesan ketika berkumpul dengan kerabat.

    Untuk bulan Oktober ini, Tasting Table by Cassis Kitchen akan kembali hadir. Bertajuk “Cooking with Passion”, Cassis akan menggandeng Chef Dorin Schuster, international chef yang telah lebih dari 10 tahun berkarier di Bali. Untuk informasi dan reservasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi (021) 57941500. Can't wait for their next event! (Vidi Prima / SW / Image: doc. Cassis Kitchen Jakarta)

     

    BACA JUGA:

    Cassis Kitchen, Modern European Cuisine

    Coba Makanan Khas Peru di Pavela

    Tetap Jaga Kesehatan Saat Musim Hujan

    Surga-nya Wine di Ibu Kota